
Pagi ini Aku bangun subuh seperti biasa nya,kebetulan hari ini adalah hari minggu.Rencana nya nanti siang Aku ingin ijin dengan Tuan Dava untuk pulang ke rumah menjenguk Ayah,Ibu dan adik ku.
Karena hari ini Aku tak mengantarkan bekal ke kantor.Semoga saja Tuan Dava mengijinkan ku.
"Pagi bi Ira,,"Sapa ku pada bi Ira yang telah sibuk di dapur.
"Udah bangun nak??"Ucap bi Ira padaku.
"Sudah bi,,Bibi tumben gak masak??"Ujar ku pada Bi Ira.
"Iya nak,,Nona Diana mau kesini pagi ini.Ia yang mau buatin sarapan untuk Tuan." Ujar Bi Ira padaku.
"Nona Diana sapa bi??"Aku bertanya pada Bi Ira.
"Pacar nya Tuan Dava Mia,Ia seorang dokter di Rumah Sakit di Jakarta ini.Orang nya cantik baik pula,,"Ujar Bi Ira pada ku.
"Ohh Iya bi,,"kata ku manggut-manggut.
Pasti wanita yang difoto ruang kerja Tuan Dava batinku.
"Tidak di pungkiri Tuan Dava mempunyai wajah yang tampan,tetapi Ia memang agak sedikit dingin.Tapi terkadang juga susah di tebak.Ia bisa dalam sekejap berubah menjadi manis sekali.Apalagi saat Ia tersenyum."kataku dalam hati.
"Kenapa Aku jadi memikir kan Tuan Dava??"batin ku.Apa-apa an aku ini??"Ku buang pikiran ku jauh-jauh.
Aku dan bibi pun mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Selesai membersihkan ruangan kerja Tuan Dava,Aku pun ingin membersihkan halaman belakang sambil melihat bunga-bunga.Aku sangat menyukai apabila sudah berada di taman belakang.
Tiba-tiba bel depan berbunyi.
Aku pun berlari ke depan ingin membuka kan pintu.Siapa pagi-pagi begini sudah datang??"batin ku.
Tak lama Aku pun membuka kan pintu di depanku ada seorang Wanita yang cantik sekali.
"Apakah ini Nona Diana??"Batinku.
"Haii,,Kamu pasti Mia ya??"Ujar nya ramah padaku.
"Iya Nona,dari mana Nona tau namaku??"Ujar ku sambil terbata pada Nona Diana.
"Tau dong,,sayangku Dava sudah cerita padaku kalo Kamu sering membuatkan bekal makan siang untuk nya." ujar nya sambil tersenyum ramah.
"Benar-benar wanita yang cantik,,"batinku.wajar bila Tuan Dava begitu mencintai Nona Diana."Selain cantik Ia juga begitu ramah."batin ku.
"Iya Nona,saya memang sering memasakan Tuan Dava karena kewajiban Saya sebagai pembantu nya."Ucapku sambil tersenyum,dan Saya juga membuatkan untuk Tuan Raynald juga nona,,"Ucapku sambil tersenyum tidak enak.
"Mia,,biasa saja kenapa Kamu jadi tidak enakan??"Ujar Nona Diana sambil tertawa.Dava selalu memuji masakan mu enak kata nya,maka nya pagi-pagi gini mumpung libur Aku ingin memasakan Ia sarapan."ujar nya sambil tersenyum.
"Iya Nona,,Mari masuk.."Ujar ku pada Nona Diana.
"Makasih ya Mia,,Kita langsung ke dapur ya,,"Ujar nya padaku.
Dia sangat baik sekali bahkan Ia tidak memandang hina padaku.Berrbeda sekali dengan perlakuan wanita-wanita di kantor Tuan Dava batin ku.
__ADS_1
"Halo bi Ira,,"Ujar Nona Diana pada bi Ira di dapur.
"Ehh,,Nona Diana sudah datang,,"Ujar bi Ira pada nona Diana.
"Iya Bi sengaja datang pagi-pagi sebelum Dava bangun."ujar nya sambil tersenyum.
"Kelihatan sekali bi Ira sudah dekat dengan Nona Diana.Mungkin juga Nona Diana sudah sering kesini,," batin ku.
"Maaf Nona,Saya permisi ke belakang dulu mau merapikan halaman belakang."Ucapku pada nona Diana.
"Iya Mia silahkan,,"Ujar nya sambil tersenyum.
Aku pun berlalu dari Nona Diana dan Bi Ira menuju halaman belakang.Aku pun mulai sibuk berbenah memotong bunga-bunga yang sudah layu,menyapu halaman belakang dan menyiram bunga-bunga nya.Kebetulan dari halaman sini dekat dengan dapur.Sekali-kali terdengar suara Bi Ira dan Nona Diana tertawa.Mungkin mereka membahas Tuan Dava batin ku.
Tak lama kemudian Tuan Dava turun ke bawah.
"Haii sayang,,kenapa kesini pagi-pagi begini??"Ujar Tuan Dava pada nona Diana.
"Supriseeeee,,,"Ujar nona Diana sambil tersenyum kepada Tuan Dava.
"Aku ingin membuatkan mu sarapan Sayang,Kamu kan selalu bilang kalo masakan nya Mia enak-enak,Aku kan jadi takut kalo nanti Kamu jadi tergoda pada Mia." Ujar nona Diana pura-pura cemberut.
"Apaa??Aku tidak salah dengar Tuan Dava memuji masakan ku enak,sampai bercerita pada Nona Diana" batin ku sambil tersenyum.
"Apaan sih sayang,,"Ujar Tuan Dava sambil mendekati Nona Diana.Tak ada yang bisa menggantikan mu di hati ku"Ucapnya sambil mencium pipi Nona Diana.
"Ihh,,sayang,,malu tuh ma Bi Ira ma Mia,,"Ujar nona Diana sambil malu-malu.
Bi Ira pun tersenyum melihat tingkah Tuan Dava.
"Bibi permisi dulu ya Tuan dan Nona,,"Ujar nya pada mereka.
"Tuh kan sayang Kamu sih usil banget,jadi pegi Bibi nya kan.."Ujar Nona Diana cemberut.
"Gak apa sayang,,nanti Aku yang membantu mu memasak.."Ujar Tuan Dava mencium Nona Diana lagi.
"Sayang Kamu bau,,belum mandi,,"Ujar Nona Diana pura-pura melepaskan diri dari Tuan Dava.
"Tidak akan Aku biarkan Kamu lepas dariku sayang,,"Ujar Tuan Dava sambil merangkul nona Diana.
Aku pun pura-pura tidak melihat mereka.Apa-apa an Mereka bermesra-mesra an di depan ku.Apa gak malu di lihat Aku dan Bi Ira batin ku mengumpat.
Selesai pekerjaan Aku kembali ke dalam,Aku pun memberanikan diri untuk pamit ke Tuan Dava untuk melihat Orang tua ku.
"Maaf Tuan,Saya ingin ijin pulang kerumah sebentar kalo boleh untuk melihat Ayah Ibu."Ujar ku pada Tuan Dava.
"Emang dimana rumah mu Mia??"nona Diana bertanya pada ku.
"Dekat Nona,paling setengah jam dari sini.." Ujar ku pada nona Diana.
"Kamu boleh pergi tapi sore Kamu sudah harus di sini lagi ya.."Ujar Tuan Dava padaku.
__ADS_1
"Baik tuan,,terima kasih banyak Tuan.Kalo begitu Saya permisi dulu Tuan Nona."Kataku sambil berpamitan.
"Nanti biar Andri yang mengantarkan mu,biar Kamu tidak telat pulang ke rumah.Kebetulan hari ini Andri libur juga."Tuan Dava berkata.
"Mengapa Andri harus mengantarku??Aku kan ingin melepas kangen bersama keluarga ku,apabila ada Andri Aku tidak bebas bercerita bersama keluarga ku."kataku dalam hati.
"Tidak usah Tuan,,biarkan Saya sendiri saja.Saya janji Saya akan pulang tepat waktu."Ujar Ku Pada Tuan Dava.
"Kamu jangan membantah,,biarkan Andri yang mengantarmu."Ujar Tuan Dava lagi.
"Sayang,,kenapa sih gitu banget,mungkin Mia gak enak kalo Andri ikut,,Kan Mia mau bertemu dengan keluarga nya"Ujar nona Diana pada Dava.
"Ahamdulillah,,Nona Diana mewakili perasaan ku."Ujarku dalam hati,mudah-mudahan saja Tuan Dava mengerti. "Kataku dalam hati.
"Bukan begitu sayang,,Aku takut Ia kabur nanti."Ujar Tuan Dava santai sambil menyeruput kopi nya.
"Apa-apaan coba berpikiran seperti itu,memang nya Aku ini penjahat apa,main kabur-kabur,,"Ujar ku dalam hati.
"Sayang kamu ada-ada aja,,Emang nya Mia mau Kabur Kemana sih??Ujar Nona Diana sambil tertawa.
"Udah sekarang Kamu jangan membantah cepat pergi dengan Andri sebelum Saya berubah pikiran lagi."Ujar Tuan Dava padaku.
"Baiklah Tuan Saya permisi dulu.Mari Nona Saya pamit."Ujarku dengan nona Diana.
"Iya Mia,,hati-hati dijalan ya."Ujar nona Diana padaku.
Aku pun melangkah kan kaki keluar dapur.Sebelum Aku pergi Aku sempat mendengar percakapan Nona Diana ke Tuan Dava.
"Kenapa sayang,Kamu memaksa Andri ikut Mia."Kata Nona Diana pada Tuan Dava.
"Biar Aku bisa berdua dengan mu saja sayang,,Aku rindu."Ucap nya sambil mencium pipi nona Diana.
"Ihh sayang,,Kamu nakal ya,,"Ucap nona Diana sambil tertawa.
Apa-apaan Mereka,,Bisa-bisa nya seperti itu,tak segan-segan nya di depan ku begitu."Ucapku dalam hati.
"Nanti dulu,,tapi kenapa Aku jadi emosi??Seharus nya suka-suka mereka mau melakukan apa saja,memang nya aku ini siapa??"batin ku berkata.
Masa bodoh lah dengan Mereka.Yang penting Aku di ijinkan untuk kerumah Ibu.Walaupun ada Andri yang mengantarku,yang penting waktu ku lumayan lama untuk pulang kerumah.
Andri telah menunggu ku di luar.
"Yuk kita jalan Mia,,"kata nya kepadaku.
"Iya Ndri..Tapi apa boleh sebelum kerumah mampir dulu ke pasar,Aku ingin membelikan keperluan rumah untuk Ayah Ibu dan Adik ku."Ujar ku pada Andri.Untung nya Aku masih menyimpan uang bekal yang di beri oleh Tuan Raynald kemaren.
"Boleh Mia,,mari Kita jalan"Ucap Andri pada ku.
Akhir nya Kami pun melaju dari rumah Tuan Dava menuju kerumah ku.
******
__ADS_1