
Sore ini Aku di kaget kan dengan sikap Tuan Dava padaku.Tidak seperti Tuan Dava yang biasa sering ku temui.Ia sangat murah senyum hari ini.
"Ada dengan Tuan Dava??kenapa Ia senyum-senyum saat melihat ku.Apa ada yang lucu pada diri ku??"Ujar ku sambil melihat-lihat diri ku.
"Seperti nya tidak ada,Aku masih seperti biasa nya." ujar ku dalam hati.
"Mungkin Ia masih senang karena tadi ketemu dengan Nona Diana mungkin,,"Ucapku dalam hati.
Aku pun melanjut kan menyelesai kan pekerjaan ku.Lalu masuk ke dalam menemui Nona Jessy.
"Mia,,sini..tadi Aku beliin Kamu sesuatu.Pasti Kamu suka."Ucap Jessy pada ku.
"Nona tidak usah repot-repot."Ucap ku tidak enak hati.
"Jangan panggil Aku Nona..Jessy aja Mia panggil nya."Ujar Nona Jessy sambil melotot.
"Iya Jess,,iya,,"Ucap ku sambil tertawa.
"Nih coba Kamu pake dulu ya,,"Ujar Nona Jessy sambil memberi kan Aku kantong berisi pakaian.
"Ini buat saya semua Nona??ehh,,Jess??"ucap ku tak percaya.Karena di dalam ini ada sekitar tiga helai baju yang Ia berikan.
"Iya,,semoga Kamu suka ya Mia.."Ucap Jessy sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak ya Jess,,Saya coba dulu ya."Ucap ku sambil tersenyum.
Aku pun berlalu menuju kamar ku dan melewati Tuan Dava.Ternyata Ia dari tadi ada di dekat Kami.
"Senang nya yang dapat baju baru,,"Ucap nya sambil tersenyum.
"Ehh,,iya Tuan,,ini Nona Jessy yang beli kan saya."Ucap ku lagi.
"Pasti Kamu cocok memakai nya Mia,,sanai coba dulu."Ucap Tuan Dava lagi sambil tersenyum
Ada apa dengan Dia??kenapa Ia tersenyum terus padaku batin ku.
"Jangan terlalu ramah padaku Tuan Dava,,nanti Aku jadi salah tingkah."Ujarku dalam hati sambil tersenyum.
Sesampai di kamar Aku mencoba pakaian yang di berikan oleh Nona Jessy.Semua nya sangat bagus-bagus sekali.Seperti nya baju ini mahal batin ku.
"Nona Jessy baik sekali pada ku,,"Ujar ku dalam hati.
Selepas mencoba Aku pun kembali ke Nona Jessy.
__ADS_1
"Nona,,ehh Jess,,makasih banyak ya.baju nya bagus."Ucap ku sambil tersenyum.
"Iya sama-sama Mia,Aku senang kalo Kamu menyukai nya."Ujar nya pada ku.
Tak berapa lama Kami pun mendengar Ada suara mobil masuk ke pekarangan rumah.Apakah itu nona Diana yang berkunjung ke sini batin ku.Bukan kah tadi Ia sudah bertemu Tuan Dava,Kenapa lagi Ia kesini batin ku.
"Mia sadar,,Kamu kenapa jadi gini.Mau Nona Diana ke sini setiap hari pun terserah Dia.Kan Ia calon istri Tuan Dava."batinku mengingat kan ku.
"Hello Jess,,Mia,,"Sapa Nona Diana pada ku dan Nona Jessy.
Ternyata benar dugaan ku,Nona Diana yang datang ke sini.
"Kakak,,kenapa ke sini kak??Ada barang Kakak yang terbawa sama Jessy ya???"Tanya Jessy pada Nona Diana.
"Tidak Jess,,Kakak kesini mau minta maaf sama Mia,,"Ujar nya sambil tersenyum pada ku.
"Apa,,apa Aku tidak salah dengar,Nona Diana ingin meminta maaf pada ku."Ujar ku dalam hati.
"Minta maaf soal apa Nona??Nona tidak punya salah dengan saya,,"Ucap ku lagi.
"Soal di acara kemaren Mia,maaf kan Aku ya.Aku menyesal telah berkata begitu dengan Mu."Ucap nya lagi.
"Nona tidak perlu minta maaf,Saya sudah memaafkan Nona dari kemaren Nona,,Saya tidak apa-apa Nona."Ucapku sambil tersenyum.
"Tidak apa Mia yang penting Saya menyesal berkata seperti itu kemarin."ucap ny lagi.
"Sayang,,kenapa ke sini??Apa ada belanjaan mu yang ketinggalan di mobil??"tanya Tuan Dava pada Nona Diana.
"Tidak sayang,,Aku ke sini meminta maaf pada Mia."Ucap Nona Diana sambil tersenyum.Dan Mia sudah memaafkan ku."Ucap nya lagi.
Aku pun hanya tersenyum mengangguk.
"Makasih ya sayang,,ini yang selalu Aku suka dari Kamu."ucap Tuan Dava sambil mengusap kepala Nona Diana.
"Mulai deh,,dunia milik berdua,,"Ucap Jessy sambil tertawa.
Dan mereka bertiga pun tertawa mendengar ocehan Nona Jessy.Hanya Aku yang terdiam.Aku seperti tidak rela melihat Tuan Dava bermesraan di depan ku.
"Maaf Tuan,Nona saya permisi dulu ke belakang ya."Ucap ku pada mereka.
"Iya Mia,,"ucap Tuan Dava pada ku.
Aku pun berlalu dari Mereka.Aku melihat mereka berkumpul bersama di teras belakang rumah bersama Mami dan Papi Tuan Dava.Kelihatan Nona Diana sangat dekat dengan Mami Papi Tuan Dava.
__ADS_1
Ada perasaan seperti sedih melihat kebersamaan mereka.Kenapa Aku jadi seperti tidak rela Nona Diana yang bersama Tuan Dava.
"Seperti nya Kamu tambah lama sudah semakin tidak tahu diri Mia!!!"Kamu harus sadar diri siapa Kamu!!"batin ku mengingat kan Aku.
"Astaqfirullah,,buang jauh-jauh pikiran Mu Mia,,"Hati ku berkata lagi.
Aku pun langsung menepis apa yang ada di pikiran Ku.Sebaik nya Aku ke depan saja melanjut kan membersih kan halaman depan.Siapa tau Aku tidak lagi memikir kan Tuan Dava.
*Diana*
"Untung saja Dava percaya kalo Aku benar-benar tulus meminta maaf kepada Mia.Jujur Aku benci harus meminta maaf dengan pembantu seperti dia.Tapi Karena Aku tidak ingin Dava Marah pada ku.Akhir nya Aku turun kan ego ku demi Dava."Ucap Diana dalam hati.
"Apa-apan Dia pake senyum-senyum segala liatin Dava."Ujar ku dalam hati lagi sambil melihat Mia.
Jujur entah sejak kapan Aku mulai tidak menyukai Mia.Mengapa Ia selalu saja membuat Aku gelisah.Mulai dari Dava yang selalu bercerita tentang nya.Di mulai lagi dengan Dava yang mengantar Ia pulang ke rumah menjenguk ibu nya.Di lanjut kan dengan makan bersama di pecel lele.
Aku kesal mendengar cerita Dava tadi.Aku tidak suka melihat mereka dekat.Kenapa Dava jadi luluh ingin makan di emperan kaki lima.Padahal Dava yang ku kenal selalu menghindari untuk makan di tempat sembarangan.Bahkan untuk bekal saja Ia meminta di buat kan dari rumah.
Apa istimewa nya Mia??Ia hanya gadis biasa.Jauh dari kata sempurna.Aku akui jika wajah nya cantik.Tapi bukan kah Aku lebih dari segala nya??batinku lagi.
"Aku tidak boleh diam saja,seperti nya wanita ini semakin lama semakin meresah kan ku,,"Ucapku dalam hati.
"Diana,,Kamu sudah makan sayang??"tanya Mami Dava pada ku.
"Sudah Mi,tadi Diana,Dava sama Jessy udah makan sebelum balik ke sini Mi."Ucap ku lagi.
Kebetulan hanya ada Aku dan Mami Dava yang mengobrol di sini.Dava dan Papi nya sedang menonton.Sedangkan Jessy Ia sudah kembali ke kamar nya.
"Mi,,Kalo di lihat kerjaan nya Mia itu gak terlalu berat ya Mi.Aku lihat lebih banyak kerjaan nya Bi Ira di banding kan dengan Dia.Kenapa harus nambah Dia sih Mi,,"Kata ku kepada Mami Dava.
"Sebenar nya Iya,Tapi Mami ada senang sayang,,sejak ada Mia di sini,Ia yang merawat bunga-bunga Mami.Bunga-bunga Mami jadi nya cantik."Ujar Mami sambil tersenyum.
"Iya sih Mi,cuma kalo Aku liat Dia banyak santai nya dari pada kerja kan."Ucap ku lagi.
"Kemaren Mami sempat nanya Dava,untuk apa nambah pembantu.Cuma kata Dava Ia kasihan melihat Bi Ira.Maka nya Dava cari kan pembantu baru yang bisa menolong Bi Ira.Mami gak bisa bilang apa-apa lagi kalo Dava yang bicara."Ucap Mami pada ku.
Ternyata Mami susah juga untuk Aku pengaruhi.Aku ingin membuat Mia berhenti bekerja dari sini.Aku tidak ingin Ia lama-lama di sini.Semakin lama bisa saja Ia bisa menarik hati Dava.
"Diana sadar,,Kamu dan Mia itu beda jauh.Masa iya sih Dava mau sama pembantu kayak dia,,"Batin ku menenangkan ku.
Tapi tetap saja jika Ia setiap hari selalu melakukan hal-hal yang membuat Dava tertarik,bukan kah itu bakal membuat Dava penasaran dengan nya.
Pokok nya Aku harus bisa membuat Mia berhenti kerja dari sini.Ia harus menjauhi Dava ku!!!!.
__ADS_1
Harus!!!!.
******