
Pagi ini seperti biasa Aku sarapan pagi bersama Papi dan Mami.Sekarang hanya ada kami bertiga.Karena kak Dava sudah pindah ke rumah nya bersama Kak Davina.
"Jess,,bagaimana dengan pekerjaan nya,lancar sayang??"Tanya Papi pada ku.
"Iya Pi,Jessy hari ini akan bertemu dengan klien baru lagi Pi untuk kerjasama."Ucap ku pada Papi sambil tersenyum.
"Hebat anak Papi,berarti udh bisa pegang perusahaan Papi yang di USA ya."Ucap Papi sambil tersenyum.
"Jangan dulu Pi,Jessy lebih suka di sini Pi."Ucap ku pada Papi.
"Kenapa tidak mau sayang??bukan kah dari dulu Kamu suka tinggal di sana."Tanya Mami pada ku.
"Itu dulu Mi,sekarang Jessy lebih nyaman di sini."Ucap ku sambil tersenyum.
"Pasti karena ada James kan???"Tanya Mami menggodaku.
Aku pun tersenyum malu,ternyata Papi dan Mami tahu cerita ku dan James.Pasti Kak Dava yang bercerita.
"Coba nanti bawa James kemari,Papa mau bertemu."Ucap Papi lagi.
"Iya Pi,nanti kalo Ia tidak sibuk Jessy bawa ya kemari."Ucap ku pada Papi.
Ternyata Papi dan Mami tidak melarangku untuk dekat dengan James.Memang dari kemarin James ingin ke rumah bertemu dengan Papi dan Mami.Tapi Aku belum berani membawa nya ke sini.
Dan sekarang mereka sudah memberikan lampu hijau,Aku akan memberitahu James.James pasti senang.
"Tapi ingat Jess,,kalo pacaran harus tau aturan,Mami tidak ingin mendengar cerita yang aneh-aneh tentang Kamu."Ucap Mami lagi.
"Iya Mi Jessy paham,Jessy tidak akan mengecewakan Papi dan Mami."Ucap ku pada Mami sambil tersenyum.
Aku tahu yang di maksud oleh Mami.Mungkin Mami tidak mau jika Aku terlalu bebas dengan James.Aku juga tidak ingin begitu.Aku hanya ingin menjalankan hubungan yang normal layak nya orang pacaran pada umum nya.
"Bagus lah,jangan seperti Mia.Ia hamil dengan siapa minta tanggung jawab nya ke kakak mu.Emang gak ada malu nya."Ucap Mami lagi dengan kesal.
"Apa Mi???Mia hamil???Mia hamil anak siapa Mi???"Tanya ku pada Mami.
__ADS_1
Aku benar-benar kaget mendengar perkataan Mami barusan.Apa iya Ia benar-benar sedang mengandung.Tapi mengapa Ia minta kak Dava bertanggung jawab.
"Iya kemarin Ayah nya datang kemari,dan bilang Kalo anak nya hamil karena Kakak mu.Dan Kakak mu mengakui bahwa bukan Kakak mu pelaku nya."Ucap Mami lagi.
Aku hanya terdiam,kasihan dengan Mia.Tapi mengapa Ia meminta pertanggung jawaban pada Kak Dava.Sampai Ayah nya yang datang ke rumah ini.Apa memang kak Dava yang melakukan nya???
"Sudah lah Mi,untuk apa bercerita hal konyol itu lagi.Semua sudah selesai kan."Ucap Papi lagi.
"Tapi Mi,harus nya Papi dan Mami itu mencari tahu dulu kebenaran nya seperti apa.Mereka tidak bakalan berani langsung ke sini jika itu tidak benar."Ucap ku lagi.
"Jadi Kamu mau bilang jika Kakak mu bohong??Kenapa Kamu lebih membela keluarga mereka."Ucap Mami marah.
"Jessy bukan membela mereka Mi.Tapi alangkah baik nya Mami mencari dulu kebenaran nya.Jessy tau bagaimana Mia,Ia tidak mungkin berbohong."Ucap ku lagi.
"Cukup Jess.Kenapa omongan Kamu semakin tidak jelas,Semua bisa saja dilakukan nya jika demi uang.Bisa saja Ia begitu karena uang!!!"Ucap Mami lagi.
"Ya Mi bisa jadi,Jessy mau berangkat kerja dulu."Ucap ku sambil menyalami Papi dan Mami.
Tak ada omongan lagi dari Mami,mungkin Ia marah pada ku.Aku pun berlalu dari Papi dan Mami.
Aku tidak mau memperpanjang perdebatan ku dengan Mami.Aku lebih suka menanyakan hal itu langsung pada Kak Dava nanti di kantor.
"Non Jessy,,tunggu,,"Bi Ira berteriak pada ku.
Terlihat bibi mengejar ku untuk memberiku bekal makan siang.
"Ini non bekal nya."Ucap Bi Ira.
"Makasih ya Bi.Bibi menangis??ada apa bi??"Ucap ku bertanya pada Bibi.
Terlihat mata bi Ira merah karena habis menangis.
"Tidak apa Non,bibi hanya sedih mendengar cerita Mia tadi."Ucap bibi pada ku.
Ternyata bibi mendengar percakapan Kami tadi.Bi Ira memang sangat dekat dengan Mia.Kadang mereka sudah seperti Ibu dan Anak.Wajar jika Bi Ira sedih mendengar berita ini.
__ADS_1
"Nanti Jessy bantu cari tahu ya Bi.Bibi ada sumpah nomor telepon Mia gak??"Tanya ku lagi.
"Seperti nya Ia sudah ganti nomor non,seminggu yang lalu bibi hubungi sudah tidak aktif."Ucap bibi.
"Baik lah bi,Jessy pamit dulu ya."Ucap ku sambil berlalu dan masuk ke dalam mobil.
Aku harus menanyakan nya langsung pada Kak Dava,jika kak Dava bukan pelaku nya berarti kak Raynald pelaku nya.
Karena setahu ku Mia memang lagi dekat dengan Kak Raynald.Tapi mengapa Ia mengatakan bahwa Kak Dava pelaku nya.
Sesampai di kantor Aku langsung ke ruangan Kak Dava.Tadi di bawah sudah terlihat mobil Kak Dava sudah terpakir di sana.
Aku pun masuk ke ruangan Kak Dava.
"Pagi Kak,,"Ucap ku pada Kak Dava.
"Hai Jess,,sudah sampai Kamu??tumben langsung keruangan Kakak.Ada masalah???"Tanya kak Dava pada ku.
"Kak tentang Mia,,Apakah benar yang di katakan Mia itu kak???"tanya ku langsung pada Kak Dava.
Terlihat raut wajah kaget Kak Dava saat mendengar pertanyaan ku.
"Maksud kamu apa Jess??Mia berkata apa??"Tanya kak Dava lagi.
"Soal Mia kak yang bilang kalo dia hamil anak Kakak!!!"Ucap ku lagi pada kak Dava.
"Apa Jess???Mia hamil anak Dava?????"
Tiba-tiba Kak Diana muncul dari belakang ku.Ternyata ada kak Diana di ruangan ini.Ia muncul dari toilet.Aku benar-benar tidak mengetahui jika ada Dia di sini.
"Jelaskan pada Kakak Jess,,Kenapa Kamu bisa bilang Mia hamil anak Dava??"Ia bertanya lagi.
Aku hanya terdiam.Aku bingung harus berkata apa saat ini.Terlihat raut wajah cemas dari Kak Dava karena Kak Diana terlihat begitu marah.
Saat ini Kak Diana menunggu jawaban dari ku.Aku pun bingung harus berkata apa.Tadi nya Aku hanya ingin membicarakan ini dengan kak Dava,tanpa Ada nya kak Diana.
__ADS_1
Saat ini rasa nya Aku ingin menghilang dari ruangan ini.Aku tidak ingin menjelaskan apa-apa ke kak Diana.
*****