
*Diana*
Pagi ini Aku sudah tiba di kantor Dava untuk melihat keadaan nya Dava di kantor nya.Kemaren saat Ia sakit Aku tidak bisa menjenguk nya karena banyak nya pasien di RS yang harus Aku tangani.
"Pagi sayangku,,"Ucap ku pada Dava.
"Heii..kenapa pagi-pagi sudah disini sayang??"Ucap Dava padaku.
"Aku mau melihat keadaan sayang,,Aku khawatir Kamu kenapa-kenapa.Kenapa semalam tidak menelpon ku.Atau meminta Andri mengantarkan mu ke Rumah sakit???"Ujar ku pada Dava.
"Aku tidak apa-apa sayang,lagian Aku sudah enakan juga berkat Mia,,"ujar Dava santai.
"Mia???kenapa dengan Mia??"tanyaku pada Dava.
"Memang apa yang di lakukan Mia padamu sayang??"tanyaku pada Dava.
"Dia yang menunggui ku dan merawatku semalaman sayang.Untung Ia datang untuk melihatku ke kamar.Karena Bi Ira sedang cuti,jadi tidak ada yang berani naik ke atas.Dan Ia memberanikan diri tuk naik kekamar ku."Ujar Dava bercerita.
"Jadi Mia yang merawat mu semalam??syukurlah."ujarku lagi.
"Mia,,lagi-lagi Mia,,"batin ku.
kenapa hanya Mia yang di ceritakan Dava.Tidak di telpon tidak ketemu langsung hanya Mia yang Ia ceritakan.
"Jujur awal nya Aku biasa saja,cuma karena terlalu sering Ia bercerita membuat Aku sedikit bertanya-tanya juga,ada apa dengan mereka berdua." batin ku.
"Sayang,,duduk sini ucap Dava padaku..Aku kangen,,"Ucap nya lagi.
"Ini dikantor sayang,,nanti ada yang masuk bagaimana??"Ucap ku lagi sambil tersenyum.
"Kenapa memang nya bukan nya biasa nya siapa saja yang masuk,mereka pasti ketuk pintu dulu sayang."Ucap nya sambil mencium ku.
Dan Kami pun berciuman.Dava sangat pintar dalam soal menciumi ku.Maka nya Aku sangat suka saat Dava melakukan nya.
Tiba-tiba Kami kaget saat pintu terbuka dan ada Mia di hadapan kami.Dava tiba-tiba langsung melepas ku.
"kenapa wanita ini tidak ketuk pintu dulu sih,,"batin ku sedikit kesal.
__ADS_1
"Maaf Tuan Nona,,"Ucap nya padaku kelihatan sekali muka canggung nya.
Benar-benar merusak moment batinku.
Karena tadi ada pasien yang harus di operasi mau tak mau Aku harus Balik cepat ke Rumah Sakit,tapi entah mengapa Aku tak rela membiarkan gadis ini berdua bersama Dava di sini.
Aku pun menawari nya pulang padahal Kami tidak searah tapi ya tidakapa lah dari pada Ia disini berdua dengan Dava.
Entah mengapa Aku memiliki perasaan kalo Dava juga menyukai Mia.Entah kenapa juga Aku merasa seperti Mia akan merebut Dava dariku.
"Diana,,ingat kamu dan Mia itu beda jauh,Ia tidak bisa menyaingi mu."Ujar ku dalam hati.
"Masa iya Kamu harus bersaing dengan pembantu,,"ucap ku dalam hati lagi.
Semenjak dengar Dava selalu memuji Mia,Jujur membuat Aku sedikit kesal.Dava berkata Mia adalah gadis yang istimewa.Ia rajin sholat,pintar buat kopi,pintar memasak dan sangat sayang kepada keluarga nya.Dava sudah bercerita awal mula nya Mia bisa bekerja di rumah nya.
Entah lah kenapa Aku sedikit takut,apa memang karena perasaan ku lagi tak enak karena banyak nya pekerjaan di kantor yang membuat emosi ku menjadi tidak stabil.Atau memang karena Aku cemburu.
Dan sekarang Mia sudah di mobil bersama ku dalam perjalanan pulang.
"Senang Nona.Orang-orang dirumah itu sangat baik semua.Saya jadi merasa seperti di rumah Saya sendiri Nona."Ujar nya lagi padaku sambil tersenyum.
"Syukurlah kalo Kamu betah.Orang tuamu bekerja dimana Mia??"Tanyaku pada nya.
Lalu Ia pun bercerita tentang keluarga nya.Jujur Aku prihatin mendenngar keadaan Keluarga nya.Benar kata Dava Ia gadis yang istimewa.Ia selalu berusaha untuk membuat senang orang tua dan adik nya.Mia memang cukup cantik mungkin kalo Ia di dandani Ia tidak akan kalah cantik dengan ku.
Dia memang sempurna cuma keadaan saja yang tidak memihak pada nya.Hidup di keluarga yang sederhana.Dan bekerja sebagai pembantu.
Ia pun sebenar nya Anak yang ceria kelihatan dari sorot mata nya yang seperti tidak ada beban dalam hidup nya dan saat Ia bercerita pun selalu tersenyum.
"Mia,,nanti Minggu depan Kamu datang ya ke acara ultah ku.nanti Aku titip undangan sama Dava ya,,"Ujarku pada nya.
"Maaf nona.Apakah pantas Aku berada disana Nona??"tanya nya polos padaku.
"Ya tentu saja Mia,memang nya kenapa??Semua yang disana itu temanku.Dan Kamu sekarang adalah teman ku."Ujar ku meyakini nya sambil tersenyum.
"Terima kasih Nona.Anda baik sekali.InsyaAllah kalo tidak halangan Saya pasti datang Nona,,"Ucap nya lagi.
__ADS_1
"Harus Datang,,jangan sampai enggak,nanti Aku kecewa."Ucapku pura-pura cemberut.
"Minggu depan itu sekalian Dava ingin melamarku pas hari ultah ku Mia,,"Ujar ku lagi pada Mia.
Aku lihat Ia tidak ada respon sama sekali.Ia tidak juga kaget.
"Selamat ya Nona.Nona memang pantas untuk Tuan Dava selain cantik Nona juga baik sekali."Ujar nya memuji ku sambil tersenyum.
"Kamu bisa saja memuji ku Mia,,"Ucapku sambil tertawa.
"Aku dan Dava sudah lumayan lama berpacaran sudah lima Tahun lebih.Dan Aku rasa sudah seharus nya Kami memikirkan untuk ke tahap yang lebih serius.
Dan kemaren Dava yang menginginkan lamaran ini di hari ultah ku."Ucapku bercerita pada nya.
"Semoga semua nya di permudah ya Nona.Semoga Nona dan Tuan di lancarkan urusan nya.Amiin,,"Ucap Mia padaku.
"Amin,,makasih ya Mia,maka nya kamu harus datang ya.Jangan sampai Kamu gak datang.Kecewa nanti Aku dan Dava."Ujarku sambil tersenyum.
"Nanti Mami,Papi Dava dan Adik nya juga bakalan ada,tiga hari lagi mereka sampai di Indonesia."Ujarku lagi.
"Ohh ya Non,,Jadi Orang tua Tuan Dava balik kesini ya." ucapnya bertanya padaku.
"Iya Mia,,maka nya moment nya pas banget kan."Ujar ku sambil tersenyum.
Jujur Aku sengaja bercerita dengan Mia tentang pertunangan ku dengan Dava.Aku ingin Ia menjaga jarak dengan Dava.Entah mengapa Aku benar-benar takut jika Dava benar-benar tertarik pada Mia.
Entah lah kenapa Aku begini.Di satu sisi Aku menyukai Mia yang apa ada nya.Di satu sisi lagi Aku takut jika Dava ku akan tergoda pada gadis ini.
Jujur Aku merasa Mia adalah saingan ku saat ini.Karena Aku sering mendengar Dava memuji masakan nya.Padahal jelas-jelas Ia pembantu Dava tapi mengapa Aku merasa Ia adalah ketakutan untuk ku.
"Tenang Diana tenang,,ingat Dia siapa,Kamu siapa.."Lagi- lagi batin ku menenangkan.
Akhir nya Kami pun sampai dirumah Dava.Setelah Mia mengucapkan terima kasih dan turun Aku pun kembali lagi ke Rumah sakit untuk menemui pasien ku yang sudah menunggu ku.
.
******
__ADS_1