
Setelah menuruni tangga riska menghampiri bu mia yang sedang menunggu mereka di meja makan.
"Dimana riko ris?." Tanya bu mia.
Sebelum riska menjawab pertanyaan bu mia tiba-tiba riko sudah berada dibelakangnya.
"Aku disini ma". Ucap riko berjalan dan berdiri disebelah riska.
"Ya sudah ayo duduk dan langsung makan, kenapa kalian lama sekali?". Tanya bu mia sambil menuangkan makanan ke piring riska.
"Itu bu tadi...". Ucap riska. Belum selesai menjawab riko dengan cepat memotong ucapan riska.
"Itu tadi ma dia mau lihat-lihat kamar aku jadi aku mengajaknya untuk melihat-lihat sebentar". Potong riko.
"Bo'ong. Jelas-jelas tadi dia yang nahan gue. Letak kamarnya aja gue gak tau tapi dia bilang gue mau lihat-lihat kamarnya padahal gue gak tertarik sama sekali". Batin riska dalam hati sambil menarik kursinya yang berada di depan bu mia dan mendudukinya.
"Eh rik kenapa kamu duduk disitu kan kursi kamu disini". Ucap bu mia menunjuk kursi paling ujung.
"Aku duduk disini aja ma, kan lebih enak kalau duduk disini. bisa bertatap muka sama mama". Ucap riko menarik kursi yang berada disamping riska.
Mereka pun menikmati makanannya dengan tenang. Sesekali riko menjaili riska dengan menyenggol kaki riska yang berada dibawah meja makan. Tetapi riska tidak memperdulikannya sama sekali dan tetap melanjutkan makannya. Karna tidak tahan dengan sikap riko akhirnya riska menyelesaikan makannya.
__ADS_1
"Eh ris kamu taruh piringnya disitu aja nanti biar ibu yang beresin". Ucap bu mia yang melihat riska hendak berdiri sambil membawa piringnya.
"Enggk bu biar aku aja". Ucap riska.
"Udah kamu taruh disitu aja". Ucap bu mia menghampiri riska dan meletakan piring riska dimeja.
"Riko kamu temani riska sebentar ya ibu mau beresin ini sebentar". Suruh bu mia.
"Aku bantuin ya bu". Ucap riska karena dia berniat menghindar dari riko.
"Udah gak usah ris". Larang bu mia.
Riska pun mencoba melepaskan tangannya dari genggaman riko tetapi riko terlalu kuat menggegamnya.
"Lepasin tangan gue". Ucap riska berusaha melepaskan tangannya.
"Galak amat si jadi cewek, kalau gini caranya kucing aja takut sama kamu". Ucap riko melepaskan tangan riska.
"Bodo amat gue gak peduli". Ucap riska sambil memegang tangannya.
"Mana hp kamu". Tanya riko
__ADS_1
"Mau apa lo sama hp gue". Ucap riska menyembunyikan tasnya di punggungnya.
"Pinjem bentar, gak bakal aku ambil kok hp kamu, aku kan sudah punya". Ucap riko mengangkat ponselnya. "Udah siniin". Ucapnya lagi.
"Gk gue gk percaya sama lo" ucap riska sinis.
Dengan terpaksa riko mendekati riska dan langsung memeluknya. Jatung riska berdetak cukup kencang. Badannya sangat lemas karena tiba-tiba riko memeluknya sampai-sampai dia melepaskan tas yang ia sembunyikan. Riko pun segera mengambil tas riska dan mencari hp yang berada ditas riska. kemudian mengetikan nomor.
"Ini aku sudah simpan nomor kamu, kamu simpan nomor aku sendiri, disitu paling atas nomor aku". Ucap riko sambil menyerahkan tas dan hpnya kepada riska.
"Ah iya". Ucap riska sambil menerima hp dan tasnya badannya masih sangat lemas.
"Awal yang baik". Batin riko tersenyum simpul. "Aku akan berusaha lagi agar bisa mendapatkanmu". Ucapnya lagi.
Jangan lupa tekan jempol kalian ya😊
Kasih vote juga dong biar semangat nulisnya🤗
Kasih komentar juga gak papa. Asal komentarnya yang positif-positif aja karena authornya beperasaan banget hehehe😂.
Tarima kasih😍
__ADS_1