Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 72 Kerja keras Jo


__ADS_3

Mobil yg di tumpangi oleh Arya dan Jo kini telah terparkir di garasi perusahaan nya. Kedua lelaki tersebut keluar dengan aura kewibawaannya.


"Selamat pagi tuan" semuanya tertunduk memberi hormat kepada atasan mereka. Jo menjawabnya sedangkan Arya hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu begitu saja.


"Selamat pagi pak" ucap sekertaris Dinda dengan senyuman yg dibuatnya semanis mungkin. Arya yg mendengar sapaan sekretarisnya pun hanya berdehem lalu membuka pintu ruangannya.


"Jo, kau ikut langsung ke ruangan ku" ucap Arya yg langsung di turuti oleh Jo.


"Ada apa tuan" Jo menghadap tuannya.


"Apa kau menjadi seorang pelupa Jo" Arya duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Jo duduk tepat di depannya.


"Ah baiklah tuan, saya akan ceritakan semuanya. Dan saya berharap tuan mendengarkan dengan baik. Jadi begini, selama ini saya menyelediki kasus kecelakaan nyonya dan tuan.


Dari awal memang saya agak curiga dengan kejadian ini, sebelum nyonya dan tuan pergi liburan, mobil tersebut saya bawa ke bengkel untuk di servis setelah itu besoknya di pakai oleh tuan.


Tapi hasil penyelidikan polisi waktu itu adalah karena remnya blong sehingga mobil tersebut tidak menghindar dari truk berlawanan. Dan mobil tersebut masuk jurang." jelas Jo dari awal dan Arya mendengarkan dengan seksama. Ia tak menyangka bahkan ia tak pernah kepikiran sedikitpun untuk menyelidiki masalah ini. Menurutnya ini adalah kecelakaan murni.

__ADS_1


"Lalu apa yg kau dapat selama ini. Apakah memang ini kecelakaan yg di rencanakan?" tanya Arya dengan penasaran.


"Betul tuan, semua ini adalah kecelakaan yg di rencanakan. Waktu itu, saya berusaha mengecek cctv dari depan garasi mobil untuk memastikan apakah ada orang yg sengaja sabotase atau tidak dan ternyata saat saya ngecek cctv nya rusak dan tidak bisa di cek.


Semakin kesini semakin aneh, akhirnya saya mencari cctv si sekitar mansion dan akhirnya ketemu 2-3 rumah berikutnya. Karena didepan mansion juga cctv nya gak berfungsi. Dari situ saya dapat melihat 2 orang berbaju hitam masuk ke dalam mansion melewati gerbang samping dan pada waktu malam hari." Jo menghentikan sejenak ceritanya dan kembali menarik nafas.


"Siapa orang di balik semua ini Jo, lalu apa dia sudah di tangkap" Arya sangat penasaran dengan kelanjutannya.


"Setelah itu, saya tak sengaja ketemu dengan Marsha di warung pinggir jalan, awalnya saya kira dia adalah dalang dari semua ini. Karena waktu itu saya pernah melihatnya di rumah sakit tepat saat kecelakaan itu terjadi, namun dugaan saya salah bukan dia orangnya. Tetapi pelakunya adalah mamanya sendiri." Jo menjelaskan sedetail mungkin .


"Apa kau yakin jika dia tidak ikut serta, bukankah dia sangat membenci keluargaku bahkan ia juga ingin menguasai hartaku. Kau sudah paham kan Jo?" Arya tak percaya dengan apa yg di katakan okeh Jo. Bahkan sangat sulit untuk di percaya.


"Kau bisa jamin Jo? karena aku takut itu hanya sandiwaranya dan di balik itu ada rencana yg di lakukan ya kembali. Kau tau kan sekarang ini Delia sedang mengandung. Aku tak ingin Marsha mencelakai Delia." arya menatap kedepan. Ia harus berhati hati sekarang. Karena yg ia jaga tidak hanya mama dan papa namun juga Delia dan calon buah hatinya.


"Saya mengerti tuan, makanya saya telah mengirim orang orang untuk selalu mengikuti nona Delia dari jauh tanpa sepengetahuan nya. Dan orang tersebut dapat di percaya untuk keselamatan nya." Jo menenangkan tuannya. Dengan begini ia juga bisa bekerja dengan tenang.


"Baiklah Jo, terima kasih sudah menjadi asisten serta teman yg baik untukku. Eh salah bukan teman, melainkan kau seperti saudaraku sendiri." Arya menepuk pundak Jo dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Eh Tunggu dulu, lalu dimana sekarang wanita tua itu, apa dia berhasil kabur atau sudah di tangan polisi?" tanya Arya dengan penasaran.


"Tidak, tentunya sudah berada di tangan saya tuan. Saya mengurungnya di tempat biasa kita mengurung orang yg telah berkhianat kepada kita" jawab Jo dengan tegas. Arya pun mengerti dan paham dengan ucapan Jo.


"Terima kasih Jo, bahkan aku tak kepikiran sampai kesitu. Aku kira kecelakaan tersebut memang murni. Lalu apa yg di inginkan wanita tua itu?" Arya bergumam sendiri.


"Saya tidak tau tuan, kalau anda ingin tau nanti sore kita kesana" Jo menyarankan


"Baik Jo, setelah pekerjaan kita selesai, aku akan menemui wanita itu" Jo mengangguk lalu meminta izin untuk keluar. Arya mengangguk dan keduanya kini sibuk dengan pekerjaan masing masing.


"Jadi, nyonya sudah di tangkap? dasar wanita bodoh, kerja nya cuma menyuruh. Lihatlah, sekarang ia yg di tangkap dengan kebodohannya." ucap seseorang yg menguping pembicaraan Arya dan Jo.


********


**Maaf ya teman jika ada salah kata atau penulisan, harap di maklumi yah karena author juga manusia biasa. Semoga kalian terhibur dengan karya author yg apa adanya.


Oh iya, jangan lupa kalian jaga kesehatan yah di manapun kalian berada. Karena pandemi belum usai.

__ADS_1


Padahal author udah kangen masa masa di masa bebas masker dan bisa berkumpul dengan keluarga. Semoga Indonesia cepat pulih Aamiin 🤲🏻


Salam untuk kalian semua ❤️**


__ADS_2