Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
untuk pertama kalinya


__ADS_3

Riko dan riska akhirnya meninggalkan sekolah. Riko mengendarai motornya dengan pelan. Dia ingin memulai pembicaraan tetapi dia ragu. Saat riko mulai membuka bicara tiba-tiba...


"Kak bawa motornya kok pelan banget si, ngebut dong, kalau gini kapan nyampek rumahnya, aku udah laper banget nih". Ucap riska yang berada dibelakang riko.


"Iya kalau kamu mau ngebut, cepet pegangan." Suruh riko.


"Enggk, gak pakek pegangan kan juga bisa ngebut". Bantah riska.


"Nanti kalau kamu jatuh gimana". Ucap riko melihat ke arah spion.


"Gak akan, udah cepetan deh". Ucap riska.


Akhirnya riko mengendarai motornya dengan sangat cepat sehingga refleks riska memeluk pinggang riko dari belakang.


"Kak berhenti berhenti, jangan cepet-cepet dong bawa motornya". Teriak riska.


Setelah mendengarkan teriakan riska riko menepikan motornya.


"Kenapa kamu suruh berhenti, kan kamu tadi yang suruh ngebut". Ucap riko membuka helmnya dan menoleh kebelakang.


"Iya tapi jangan ngebut banget kayak tadi, maksudnya itu bawa motornya sedang aja". Ucap riska.


"Oh gitu, ya udah aku bawa motornya sedang tapi jangan dilepas ya pegangannya". Ucap riko tersenyum sambil melihat tangan riska yang masih memeluk pinggangnya.

__ADS_1


Riska pun melihat tangannya yang masih berada dipinggang riko refleks melepasnya.


"Kenapa dilepas". Tanya riko.


"Gpp, udah cepet kalau begini kapan nyampek rumahnya". Ucap riska gugup.


"Ya udah kamu jangan lupa pegangan ya". Ucap riko memakai helm.


Riska pun pegangan dipundak riko. Riko pun tersenyum sambil kembali mengendarai motornya.


"Eh kenapa kita belok kesini? Kan rumah gue masih lurus". Ucap riska sambil menepuk-menepuk punggung riko.


"Aku mau ajak kamu main kerumah sebentar sekalian aku juga mau ganti baju". Ucap riko.


"Itu tadi bapak kamu yang suruh, waktu aku mau pulang sekolah dia sms aku katanya suruh jemput kamu soalnya gak ada yang bisa jemput kamu". Jelas riko.


"Terus kak ella kemana? Kenapa gak jadi jemput gue". Tanya riska.


"Mana aku tau, kamu tanya sendiri ke om". Ucap riko.


Setelah beberapa menit riska dan riko sampai dihalaman rumah riko. Disana terlihat bu mia yang sedang duduk santai.


"Eh riska, ayo masuk nak". Ucap bu mia, ibu riko.

__ADS_1


"Anak sendiri baru sampai rumah, tapi yang disapa sama yang disuruh masuk anak orang lain". Ucap riko memasang wajah cemberut. Riska menahan tawa saat melihat wajah riko.


"Kamu ya, udah cepet masuk abis itu mandi bau kamu asem banget". Ucap bu mia meledek anaknya.


Riska dan bu mia pun tertawa. Melihat dirinya yang terus kena ledekan riko pun berjalan masuk menuju kamarnya.


"Kamu kok tumben main kesini? Kalau tadi kamu bilang mau main kesini udah pasti ibu masakin buat kamu". Ucap bu mia sambil menggandeng tangan riska dan berjalan masuk.


"Itu bu tadi kebetulan kak riko yang ajak kesini. kan waktu pulang sekolah riska gak ada yang jemput terus bapak suruh kak riko buat jemput riska, eh tiba-tiba saat dijalan kak riko ajak riska main kerumah". Ucap riska.


"Oh jadi riko yang ajak kamu kesini". Ucap bu santi kaget.


"Iya emangnya kenapa bu?". Tanya riska yang melihat ekspresi bu mia kaget.


"Enggk papa tumben anak itu mau bawa cewek kerumah". Ucap bu mia.


"Emangnya kak riko selama ini gak mau bawa cewek kerumah ". Tanya riska.


"Iya. yang ibu lihat hampir gak pernah sama sekali bawa cewek kerumah. Waktu ada tugas sekolah aja, yang kerumah cuma cowok-cowok semua. Untuk pertama kalinya dia bawak cewek main kerumah dan itu kamu". Ucap bu mia.


"Apa benar itu bu?". Tanya riska.


"Kalau kamu gak percaya sama ibu kamu bisa tanyain ke riko langsung, ya sudah ayo ke dapur ibu mau masakin buat kamu". Ucap bu mia mengajak riska ke dapur.

__ADS_1


"Apa bener yang dikatain bu mia barusan". Batin riska sambil tersenyum.


__ADS_2