Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 34 Mansion utama


__ADS_3

Baiklah rezeki jangan di tolak, Bu tolong bungkus semua gorengan ini ya he hehe" sambil cengengesan.


"Iya neng, sebentar ya ibu bungkusin"


Kini semuanya telah selesai, Arya membayar semuanya dengan tiga lembar uang ratusan ribu kepadanya ibunya. Lalu melanjutkan perjalanan nya menuju mansion utama.


**********


Terik matahari kian panas, kemacetan pun bukan hal biasa dan sudah menjadi makanan harian para pengendara.


Begitu pun dengan Arya, mereka terjebak kemacetan di tambah cuaca hari ini yg memanas.


kring kring kring... suara telepon Arya berbunyi.


"Halo ma, ada apa?" ucap Arya yg menjawab telpon itu dari mama nya


"Ada apa ada apa.. Sekarang dimana calon menantu mama. Kenapa dari semalam di hubungi gak aktif hah...!!! Pokoknya mama gak mau calon menantu mama kenapa kenapa. Kalo sampai ini terjadi maka kamu mama hukum!" jawab mama dengan nada marahnya laku mematikan teleponnya


"Belum juga di jawab udah di matiin.. Sebenarnya naknya itu siapa? aku apa Delia " gumamnya lirih.


"Ehem... Apakah tuanku ini sedang cemburu kepadaku? tanya Delia dengan satu alis terangkat.


"Tidak, aku sudah terbiasa hidup mandiri" jawabnya sambil menjulurkan lidahnya.


"Wah, singing banget nih pake ngeledek" tak terima


"Memang nya kenapa, bukankah begitu jika sedang meledek anak kecil" jawabnya tersenyum menang.


"Aku bukan anak kecil. Dasar om om " gerutu Delia dengan cemberut.


"Ha ha ha ngambek, wweekkk weekkkk weekkk.." kembali meledek Delia dengan lidah menjulur tangan di kedua telinganya serta mata yg dibuat juling. Persis meledek anak kecil.

__ADS_1


"Bhuahahahaha..... Om juling.... ha ha ha " tawa Delia memenuhi mobilnya


Berbeda dengan Jo, ia memperhatikan kedekatan tuannya dan sikapnya yg tak habis pikir. Ia juga tak menyangka jika tuannya akan menikah dengan gadis yg usia nya terpaut jauh darinya.


Sesampainya kini Arya langsung di jewer oleh mamanya. Sedangkan Delia di sambut meriah bak putri kerajaan.


"Ampun mama lepaskan.... Arya salah apa ma* ucap Arya mengaduh pada mamanya.


Yah begitulah sifat Arya pada ibunya, iya tetaplah Arya kecil yg manja dan selalu buat ulah. Tetapi jika sudah bersama orang lain maka sifatnya pun ikut berubah pula.


"Kamu itu ya mau bikin Mama jantungan, kemarin marah marah cari Delia, habis itu kabur gak ngabarin mama sama sekali. Mama sampai gak bisa tidur mikirin nasib kalian berdua" ucap mama melepas jeweran nya dan mengatur napasnya.


"Iya iya maafin Arya ma, semalam Arya ngasih pelajaran buat yg nyulik Delia. Jadi gak kepikiran ngabarin mama" ucapnya pasrah...


"Terus dimana orang itu"


"Sudah Arya buang ke neraka" jawabnya sambil berlalu dari mamanya.


"Arya.....!!!" teriak sang ibu, ia mengira bahwa Arya sedang bercanda. Bahkan ia tidak tau jika Arya jago berkelahi dan sewaktu di luar negri Arya pernah mengikuti geng mafia namun saat ini ia telah keluar dan menikmati kehidupan yg bebas.


tok tok tok....


"Nak bolehkah mama masuk sebentar" ucap mama dari luar.


"Iya ma masuk aja gak di kunci kok" jawabnya dari dalam.


"Gimana sayang, apa ada yg sakit? kamu di apain nak" tanya mama Renata mengelus rambut hitamnya.


"mama gak usah khawatir, lihatlah Delia baik baik saja. Bahkan preman itu tidak menyakiti Delia." jawabnya jujur.


"Syukurlah nak, memangnya kamu punya masalah apa dengan preman itu, sampai sampai mereka menculikmu" tanya mama penasaran.

__ADS_1


"Sebenarnya Delia gak paham ma, tapi Delia denger preman itu di bayar oleh Marsha untuk menggagalkan acar pernikahan aku dan mas Arya"


"Kurang ajar....!!!!! Jika kita tinggal diam maka ia akan seenaknya saja" jawab mama yg ikut tersulut emosi.


"Ini gara gara Arya, coba saja iya tidak mengenal wanita Maya duitan itu, pasti tidak akan seperti ini" lanjutnya lagi dengan wajah kesalnya.


"Sudah lah ma, lagian Delia juga gak papa kok, lain kali Delia akan berhati hati lagi" jawab Delia menenangkan.


"Yasudah, kamu lapar nggak, mama tadi masak masakan kesukaan kamu loh. Ini khusus buat kamu. Ayo ikut mama" ucap mama dengan antusias.


Delia pun mengekor di belakang mama Renata menuju meja makan dan .....


"Wahhh..... Ini semua mama yg masak?" tanya Delia dengan tak percaya.


"Tentu saja, tapi di bantu oleh BI Jum hehehe" jawab nya


"Bagaimana bisa mama tau makanan kesukaanku" tanya Delia mendudukkan bokongnya.


"Mama kemarin tanya sama ibumu, terus ibumu kasih tau semua ini adalah makanan kesukaanmu"


"Terima kasih ma, lain kali gantian Delia akan masakin masakan kesukaan mama " jawab Delia melahap makanan di depannya.


"Boleh juga, kapan kapan kita masak berdua" jawabnya tersenyum.


"Ini mama makan juga yah, masakan mama enak loh." mengambil nasi untuk mama Renata


"Terima kasih sayang, mama juga lapar seharian perang di dapur hehehe"


Keduanya menyantap makanan yg di masak khusus Delia. Arya dan Jo memilih ke ruang kerja untuk membalas perbuatan Marsha yg sudah di luar batasnya


...********...

__ADS_1


"Siall......!!! kemana perginya preman preman itu, apa mereka tertangkap oleh Arya?" gumam seseorang dengan nada marahnya.


"Hemmm baiklah Arya. Kita akan bermain cantik, tunggu saja kejutan dariku ha ha ha ha ha" tawanya menyeringai penuh kebencian.


__ADS_2