
Pagi hari yg indah, mentari menyapa dengan sinar hangat nya. Membangunkan setiap insan yg masih terlelap dalam mimpinya. Namun berbeda dengan Delia, ia sudah terbangun sejak pukul 04.00 pagi tadi. Bukan tanpa alasan, ia bangun cepat karena tidak sabar berangkat ke Bali untuk honeymoon yg menurutnya adalah liburan.
"Mas Arya bangun...!" ucap Delia sedari tadi membangunkan suaminya itu.
"Hemm, mau apa sayang, ini masih pagi. aku masih ngantuk, lebih baik kita tidur lagi" menarik tangan Delia dan memeluknya dengan erat.
"Tidak bisa mas, kita harus bersiap siap jika tidak kita akan ketinggalan pesawat. Akhirnya kita gagal ke Bali. Padahal aku pengen banget kesana. Ayolah mas..." rengek Delia terus menerus mengoceh di pelukan Arya
"Sebentar sayang, lima menit lagi ya. Biarkan begini karna aku merindukan aroma tubuhmu" Arya memeluk kembali tubuh Delia dan meletakkan kepalanya di dua bukit milik istrinya. Delia tak bisa menolak lagi, ia menuruti keinginan Arya dan itu membuat nya geli akibat hembusan nafas Arya yg langsung mengenai bukit kembarnya.
Meskipun Delia masih berumur 20 tahun, namun bentuk badannya sangat menggoda. Dua bukit kembarnya yg padat nan kenyal itu membuat Arya gemas dan selalu memainkannya. Bahkan waktu tidurpun ia sering memegangnya sampai ia tertidur pulas. Seperti saat ini, bahkan hampir 10 menit berlalu namun Arya tidak bangun dari tidurnya, melainkan tertidur kembali dengan pulasnya.
Seutas senyuman manis mengembang di bibir Delia tatkala melihat wajah polos suaminya di waktu tidur. Begitu teduh dan menenangkan. Ia membelai pipi hidung serta mata milik suaminya. Ia bersyukur karena memiliki suami yg sempurna di matanya. Tak ada kekurangan di dirinya.
Perlahan Delia menyingkirkan tangan yg berada di atas perutnya. Takut si empu nya bangun, dengan hati hati akhirnya ia berhasil dan berlalu ke kamar mandi.
Kini semuanya berkumpul dan siap mengantarkan Arya dan Delia menuju bandara.
"Sayang, setelah pulang dari sana jangan lupa berikan mama dan papa oleh oleh yg istimewa" ucap mama Renata memeluk keduanya saat hendak memasuki pesawatnya.
"Iya mah, setelah sampai, Delia akan membelikan apapun yg mama minta" Delia memeluk mertuanya secara bergantian.
__ADS_1
"ingat Arya, hajar terus pokoknya ya,. Jangan beri ampun. Papa yakin kamu pasti top cer" bisik papa ke arah telinga Arya. Di balik sifat tegas dan wibawanya, papa Hendra juga sosok pria yg cuka bercanda dan romantis. Namun ia memberikan semua itu terhadap orang terdekatnya.
"Wahhh papa tenang saja. Jangan panggil aku Arya Adi Nugroho jika tidak bisa membuat Delia mengandung anakku" Arya tersenyum mengembang sembari memperhatikan Delia yg terlihat bahagia.
"Bagus Arya, kamu memang hebat seperti papa" menepuk pundak Arya dengan bangganya.
"Hey kalian berdua, kemarilah, atau tidak jadi honeymoon" teriak mama Renata yg memperhatikan keduanya tengah berbisik bisik.
"Pah lihatlah, sepertinya mama kurang belaian. Jadi Arya harap papa harus memanjakan mama agar tidak terus marah marah" bisik Arya ke telinga papanya.
"Benar juga kamu Arya. Setelah kamu honeymoon, papa akan berlibur ke Paris bersama mama" senyum papa Hendra penuh arti. Keduanya mengakhiri obrolan ringan dan menuju ke arah dimana dua wanita yg mereka cintai itu.
Kini Arya dan Delia sudah berada di kursi penumpang pesawat. Waktu yg di tempuh tidaklah lama, sekitar 2 jam itulah yg di tempuhnya.
"Mas, tolong fotoin aku dong" Delia menatap Arya yg hendak memejamkan matanya.
"Hemm, apa sayang?" terpaksa Arya membuka matanya karena mendengar Delia menyebutkan namanya.
"Aku ingin foto di pesawat ini tolong fotokan ya, oh iya pake hp mu ya mas. Karena handphone ku kameranya burem hehehe." ucap Delia cengir kuda menampakkan deretan gigi rapinya.
"Hem, yasudah cepat pose yg cantik" Arya siap mengarahkan kameranya dan ..
__ADS_1
cekrek cekrek cekrek
Arya begitu senang mengambil gambar Delia beberapa kali dengan gaya yg berbeda.
"Lihat mas, wah banyak banget mas fotonya. Jangan lupa kirim ke aku ya hihihi. Aku mau nunjukin ke Tania " ucapnya dengan senyuman sumringah.
"Baiklah nona kecil, sekarang istirahatlah. Karena perjalanan dia jam itu sangat membosankan" menarik tangan Delia dan menyuruhnya untuk duduk kembali.
Beruntungnya, Delia tak mengalami pusing kepala atau mual. Biasanya orang yg pertama kali menaiki pesawat pasti ada rasa takut berlebihan sehingga membuat perasaan campur aduk.
Pesawat kini sudah berada di bandar udara internasional Ngurah Rai Bali. Penumpang di harapkan turun dengan tertib dan jangan lupa dengan barang bawaannya. Begitupun dengan sejoli ini, keduanya sudah turun dan menaiki mobil jemputan ya menuju hotel milik keluarganya.
"Ahhh akhirnya, aku bisa liburan ke Bali." teriak Delia setelah keluar dari pesawat.
" Tentu saja, dan kita akan membuat kenangan indah di Bali ini. Jadi kamu harus siap dan jangan terlalu lelah" mengecup kening Delia dan menyenderkan kepala pada bahunya.
Sesampainya keduanya di sambut ramah oleh penjaga hotel dan mengantarkannya sampai kamar yg di pesannya.
"Mas.. aku capek, langsung istirahat aja yah. Kasurnya sudah melambai lambai untuk di tempati hehehe" ucap Delia cengengesan lalu menuju kasur empuknya.
"Ah enaknya.. sebaiknya aku istirahat duku sebelum jalan jalan di pulau ini" gumamnya sembari memejamkan matanya. Rasa kantuknya begitu menyerang dan membuatnya cepat terlelap ke dalam mimpinya.
__ADS_1
"Dalam waktu tidurpun kau begitu menggoda" Arya menyaut bibir mungilnya lalu mengusap lembut. Tak mau mengganggu waktu istirahatnya ia pun mencuci muka dan memesan makanan untuk makan siang nya.