Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 57 Kedatangan Tama


__ADS_3

Satu jam telah berlalu, kini Arya Delia dan Jo sudah berada di dalam ruangan rawat inap. Yah, semenjak pemeriksaan tadi, mama Renata langsung di pindah ke ruang inap. Namun dengan papa Hendra masih berada di ruang IGD.


"Mama, apa mama mau makan? ini tadi Jo yg bawa." Delia menyodorkan makanan nya.


"Tidak nak, mama masih kenyang. Kalian makanlah. Mama tau kalian pasti belum makan kan?" balas mama Renata menatap keduanya.


"Tapi ma...."


"Huss... sudahlah kalian makanlah. Mama mau istirahat dulu. Sepertinya efek obat jadinya mama ngantuk seperti ini" mama Renata pun memejamkan matanya.


Selang beberapa menit pun ia sudah terlelap dengan tidurnya.


"Mas, kamu mau makan sekarang?" Delia menyodorkan sendok ke arah mulut suaminya. Dan tanpa menjawab makanan itu sudah di lahap oleh Arya. Jo yg melihatnya pun hanya bisa berdehem.


"Apa Jo? apa kau mau di suapi juga" tawar Delia sambil tawa cekikikan.


"Boleh nona muda. Sepertinya aku juga merasa lapar" jawab Jo tanpa rasa malu.


"Hey Jo...!! apa kau sudah berani mengambil apa yg menjadi milikku?" bentak Arya saat mendengar perkataan Jo.


"Tidak tuan, bukankah nona yg menawarkan diri. Jadi bukan salahku" balas Jo tak mau kalah.


"Oh... jadi maksud kamu istri aku yg salah. Berani berani nya kamu ya...!" Arya berjalan ke arah Jo dan siap menjewer telinganya. Karena Arya tau, jika ia memukul Jo yg ada dirinya akan kalah melawannya.


"Kalian ini apa apa an sih. Seperti kucing sama tikus rebutan ikan asin" sahut Delia se kenanya.


"Eh bukan, seperti merebut ayam golek saja hehehe" Delia sadar dengan perkataan nya yg rebutan ikan asin. Secara nggak langsung ia menyamai dirinya dengan ikan asin. Jadi ia ubah perkataan nya dengan ayam golek yg lebih terlihat menggoda.

__ADS_1


Arya dan Jo pun terdiam seketika mendengar ocehan Delia.


"Nah gitu dong. Adik kakak tuh tak boleh berantem." lanjut Delia memakan makanannya.


"Hemm.. terserah lah. Bukankah seorang kakak tidak boleh merebut milik adiknya?" sindir Arya melirik Jo.


"Tidak merebut. Hanya saja nona menawarkan jadi saya iya kan saja. Toh rezeki jangan di tolak" balas Jo dengan penuh kemenangan.


"Awas kamu ya Jo..." geram Arya meninggalkan Jo dan kembali ke arah Delia


"Kalian itu ya.. dalam situasi seperti ini masih saja berantem." Delia menggelengkan kepalanya.


Suasana pun hening, Delia dan Arya melanjutkan makannya dan Jo pun duduk di sofa mengerjakan pekerjaan yg ia tinggal tadi.


*****


"Jo, kau antar kan Delia pulang. Karena semenjak pulang dari Bali, ia belum mandi dan beristirahat. " ucap Arya memecah keheningan.


"Tapi gimana denganmu mas. Bukankah kau juga belum mandi dan beristirahat?" timpal Delia yg mendengar ucapan suaminya.


"Jangan pikirkan aku. Yang penting kamu harus istirahat dulu. Aku bisa istirahat di sini" sambil tersenyum meyakinkan istri nya.


"Baiklah suamiku. Setelah selesai aku akan kesini lagi." Delia memberanikan diri mengecup bibir suaminya.


Sedangkan Arya yg mendapatkan serangan mendadak pun langsung menyaut bibir mungil itu tanpa ampun. Ciuman panas pun terjadi di antara keduanya. Setelah puas, keduanya merasa ngos ngosan akibat kehabisan napas.


"Mas... gak punya malu. Lihatlah, disini masih ada Jo" ucap Delia yg sadar dengan keberadaan Jo.

__ADS_1


"Tenang sayang, dia memang ada. Namun ia tidak melihat kita. Betul kan Jo" teriak Arya menatap Jo.


"Iya tuan. Saya tidak melihatnya" jawab Jo dengan perasaan dongkol. Yah, sebagai laki laki normal iapun ingin seperti tuannya. Namun bagaimana lagi, ia berhasil jomblo. wkwkwkwk


"Sudahlah, aku pulang dulu yah. Nanti aku masakin makanan kesukaanmu" Delia memeluk suaminya dan berjalan ke luar kamar.


Saat keluar kamar, pintunya sudah terbuka dengan dorongan dari luar, dan itu membuat Delia berhenti melangkah.


"Hay semua.....!!!!" sapa Leony dengan senyum manisnya.


"Wah.... kak Ony..." peluk Delia saat mengetahui siapa orang di balik pintu tersebut.


"Sudah sudah.. ayo masuk dulu. Kalian ini kalau ketemu seperti anak kecil saja" gerutu Tama dari belakang. Ia langsung menuju sofa dan mengistirahatkan tubuhnya sebentar.


"Baru sampai ya kak" sapa Arya pada kakaknya.


"Iya, beruntung cuaca hari ini sangat baik, jadi tidak terlalu memakan waktu." jawab Tama sekenanya.


"Baiklah, kakak dan kakak ipar istirahat lah dulu. Aku akan pesankan makanan untuk kalian." Arya langsung memesankan makanan lewat g*food.


"Yasudah kalau begitu, aku pulang dulu ya kak. Setelah selesai aku akan kesini lagi. " ucap Delia memeluk Leony dan keponakannya.


"Baiklah hati hati di jalan." balas Leony.


Delia pun akhirnya pulang bersama Jo, dalam perjalanannya tak ada percakapan sedikitpun. Mungkin rasa lelah yg membuat Delia malas untuk berbicara. Ia lebih memilih menghadap ke jendela menikmati pemandangan gedung gedung yg menjulang tinggi.


*******

__ADS_1


Terima kasih yg sudah mampir ❤️


__ADS_2