
"Sayang bangun dong, ini tuh jam kerja. Ayo cepat bangun lihatlah aku datang dan berdandan secantik ini hanya untukmu." ucap Delia menghampiri Arya
"Emmmm... Apa benar ini kamu sayang? kenapa kau memakai baju yg kurang bahan seperti ini?" tanya Arya sambil meneliti
"Karena aku ingin menggodamu sayang, bukankah tadi pagi kau meminta ku untuk mencium mu bukan? maka sekarang akan aku lakukan" jawab Delia mendekati Arya.
Delia pun memulai ciumannya dengan lembut lalu memperdalam ciumannya. Arya pun mengikuti alurnya dengan mempererat pelukannya.
"Tuan... tuan... tuan... 10 menit lagi klien kita dari luar kota akan sampai. Bangunlah." ucap asisten Jo membangunkan tuannya.
"Hah... Delia dimana? apa dia sudah pulang?" tanya Arya dari bangun tidurnya
"Maaf tuan, dari tadi nona tidak ada di sini" jawab asisten Jo dengan bingung.
"Ahhhh sial.... ternyata aku sedang bermimpi. Dan bibirku, kenapa ciuman dalam mimpi rasanya begitu manis?" gumamnya dalam hati sembari memegang bibirnya.
"Tuan.. apakah kau baik baik saja" tanya nya kembali dengan kuatir
"Ahh iya Jo, aku baik baik saja, hanya saja aku tadi sedang bermimpi berciuman dengan Delia. Dan kau... datang mengganggu ku saja" lanjut Arya beranjak dari tempat tidurnya.
"Beginilah kalo sudah merasakan jatuh cinta sampai mimpi pun bertemu bahkan berciuman. Cinta merubah segalanya" gumam asisten Jo keluar dari ruangan bosnya.
10 Menit kemudian klien yg di tunggu pun telah datang. Asisten Jo mempersilahkan nya masuk ke dalam ruangannya tuannya. Ia mengekori dan berdiri di belakang tuannya.
"Jo kau duduklah di sana, atau jika kau ingin duduk di sebelahku juga gapapa" ucap Arya berbaik hati
"Terima kasih tuan, saya akan duduk di sana saja" jawab asisten Jo menunjuk sofa.
Hampir saja jam lamanya Arya dan kliennya membahas proyek pembangunan hotel beserta tempat hiburannya.
Beliau ingin membangun hotel di luar kota lengkap dengan tempat liburan serta taman anak anak. Karena suasana di sana begitu indah dan pemandangan bukit serta persawahan menambah keasriannya.
Kini keduanya sepakat dengan hasil akhirnya dan proyek akan dilakukan sebulan kemudian.
"Oke kita deal, proyek ini akan di bangun bulan depan dan saya berharap proyek ini berjalan dengan lancar dan bisa menguntungkan kita bersama" ucap klien mengakhiri pembicaraan nya.
"Iya pak , kita berdoa saja semoga semua lancar. Saya senang bekerja sama denganmu" jawab Arya menyalami pak Andi sang kliennya
"Terima kasih pak, saya pamit dulu permisi"
Kepergian oak Andi kini keduanya sibuk dengan berkas dan dokumen yg harus di teliti dua kali.
__ADS_1
"Jo tolong telfon rumah dan bilang aku ingin makan siang masakan Delia dan dia juga yg mengantarkannya"
"Baik tuan"
"Halo Bu, tolong buatkan makan siang tuan muda yg membuatnya nona Delia, setelah selesai suruh dia untuk mengantarkannya ke kantor" ucap asisten kepada Bi Jum
"Baik tuan, nanti saya sampaikan. Apa ada lagi?" tanya bi Jum
"Tidak itu saja. Jangan sampai terlambat" lanjutnya langsung menutup telpon.
Bi Jum pun menuju kamar nona muda nya untuk menyampaikan pesan tuannya.
tok tok tok..
"Non, bolehkah bibi masuk?" ucap BI Jum dari luar
"Iya Bi, masuklah pintunya tidak di kunci" sahut Delia dari dalam.
"Begini non, tadi bibi dapat telfon dari tuan Jo, dia meminta non Delia membuatkan makan siang dan di suruh mengantarnya ke kantor" ucap BI Jum kepada Delia.
"Loh bukannya di kantor juga ada kantinnya ya Bi? kenapa harus makanan dari rumah"
"Bibi nggak tau non, mungkin tuan muda yg ingin merasakan masakan nona Delia" jawab BI Jum dengan cekikikan.
"Kalo itu bibi nggak tau non, soalnya tuan hanya menyuruh nona memasak dan mengantarnya"
"Kalo gitu makanan kesukaan tuan muda apa bi?"
"Biasanya tuan muda suka semuanya non nggak ada yg di pantang, hanya saja ia tidak suka masakan yg terlalu pedas."
"Begitu ya Bi, ya sudah nanti aku buatkan, ini mau menyelesaikan sedikit lagi, nanggung nih" jawab Delia
"Em... katanya jangan sampai telat non.. hehehehe" jawab BI Jum sambil cengengesan.
"Hufftttt... dasar menyebalkan, katanya aku gak boleh keluar rumah, lah ini di suruh ke kantor. Hemm, nurut aja lah dari pada dapat hukuman" ucap Delia berbicara sendiri.
Delia pun merapikan buku dan laptopnya dan beranjak dari ranjang dan turun ke bawah untuk memasak untuk calon suaminya itu.
"Hemmm... enaknya masak apa ya siang siang kayak gini?" tanya nya pada diri sendiri
"Apa aku masakin masakan kampung aja yah, dia kan gak pernah tuh makan masakan kampung hihihi.. Tapi aku lihat dulu dah stok bahannya apa aja" lanjutnya membuka lemari kulkas.
__ADS_1
"Wah, kayaknya lengkap nih bahannya, ada ikan nila,udang rebon, sayur asem, sama cabe, lengkap nih. Mari kita eksekusi" semangat Delia memasak di dapur.
Kini ia mulai mencuci sayur dan memotongnya, setelah itu ia juga membersihkan ikan nila dan memotong cabe untuk sambalnya.
"Eh tunggu dulu, enaknya ikan nila di bakar atau di goreng ya? kalo siang siang gini mending di goreng aja deh kan ada sayur sama sambal , duh lengkap pokoknya" jawabnya lagi dengan semangat.
Ia mulai membumbui ikan nila dan menggorengnya, tak lupa ia juga membuat sayur asam serta sambal tomat yg tidak terlalu pedas di tambah udan rebon yg di jadikannya iwak peyek.
"Akhirnya selesai juga, masakan khusus untuk calon suamiku semoga saja ia menyukainya, walaupun sederhana namun aku membuatnya dengan penuh cinta. hahaha dasar bucin" ucap Delia berbicara sendiri.
Kemudian Delia bergegas membersihkan diri dan mengganti baju serta memoles sedikit wajahnya agar tidak terlihat kusam, tak lupa ia juga menambah lipstik dan lipglos untuk pelengkapnya.
"Aku pake dress apa baju celana ya?" tanya nya pada dirinya sendiri
"Selama ini aku belum pernah memakai dress, kecuali kalo di suruh sama dia. Apa aku coba aja ya? Ah coba deh lagian sayang kan dres sebanyak ini tapi tidak pernah ku pakai satu pun" ucap Delia sambil memperhatikan jejeran sewa yg sudah di persiapkan untuknya.
" Hemm cocok juga nih, aku pakai yg ini saja lah"
Ia pun bergegas turun ke bawah dan mengambil kotak bekalnya dan berpamitan kepada bi Jum yg berada di dapur.
"Bi, Delia berangkat dulu yah doain semoga tuan muda nya doyan hehehe" ucap Delia melangkah keluar dan menghampiri supir pribadi
"Pak, tolong antarkan saya ke kantornya tuan Arya ya, ?" ucap Delia ramah pada pak supir
"Baik non, silahkan masuk"
Mobil berjalan keluar dari perumahan elit ini, sekitar 5 menit mobil melaju ke arah jalan raya menuju kantor tuannya.
" Non Delia mau ngantar makan siangnya tuan ya non" tanya sang supir pada nona mudanya
"Iya nih pak, tadi dapat pesen katanya mau di masakin masakan aku terus di anterin juga"
" Wah jarang jarang loh non tuan muda kayak gitu, biasanya tuan muda selalu melewatkan jam makan siangnya. Kalau gak gitu asisten Jo yg beli di kantin kantornya" jawab sang supir
"Ternyata asisten Jo perhatian juga yah sama tuannya, pantesan dia masih jomblo terus, lah nempelnya sama tuannya" ucap Delia
"Tapi non Delia jangan cemburu, tuan muda masih normal kok gak bakal tertarik sama sesama jenis, apalagi sama asisten Jo" jawab supir menyakinkan
"Iya ya pak, mana mungkin tuan muda memilih asisten Jo di banding aku, masih kalah jauh hehehe" lanjutnya dengan tertawa kecil.
__ADS_1
"Non Delia memang gadis yg baik sopan lagi, tidak memandang rendah orang lain, biasanya orang kaya di ajak bicara supir selalu cuek, tapi berbeda dengannya. Nyonya dan tuan besar memang tidak salah mereatui mereka berdua" gumam sang supir dalam hati.