Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 80 Mencari Keberadaan Delia


__ADS_3

"Ayo cepetan Jo, kau itu jalan atau ngesot lambat sekali." teriak Arya sekaligus mengejek asisten nya. Jo langsung berjalan dengan langkah kaki yg lebar sehingga jalannya mendahuluinya. Arya yg melihat itupun langsung menegurnya.


"Jo kau sudah kurang ajar ya... kau itu jalannya harus di belakangku kenapa kau mendahului ku hah...!" bentaknya lagi dengan tangan berkacak pinggang.


Jo pun menghela nafas panjang dan berbalik arah ke belakang. Keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut melaju ke arah dimana Delia berada.


Arya sangat cemas akan keadaan Delia, apalagi ia kini tengah mengandung anaknya.


"Jo tambah kecepatan. Kenapa jalannya lambat sekali." gerutunya kesal dengan Jo. Siapapun yg berada di sampingnya pasti kena imbasnya. Padahal Jo sudah menambah kecepatan tinggi namun ia selalu menyalahkannya.


Jo pun menuruti tuannya dengan menambah kecepatan nya. Beruntungnya ia sudah melewati jalanan kota jadi ia sedikit tenang. Jalanan yg sepi di tambah pohon yang mengikuti setiap jalan menambah suasana mencekam di sekitarnya.


"Jo kenapa ngebut sekali, kau mau membunuhku hah. Aku hanya minta menambah kecepatan bukan untuk mengebut." teriak Arya yg ketakutan dengan mobil yg dibawa dengan Jo. Lagi lagi jo menuruti kemauan tuannya dengan berat hati.


Hari sudah mulai sore kini Tania mulai membersihkan ruang kerjanya dan bergegas pulang. Karena ia kepikiran terus dengan keadaan Delia sehingga ia tidak fokus dengan jalannya.


Brughhhh..... Tania menabrak seseorang yg berada di depannya. Sehingga orang tersebut berbalik dan menatap nya.


"Ma maaf aku tidak sengaja" ucap Tania yg merasa malu akibat di tatap secara dekat oleh laki laki yg tidak ia kenal.


"Ah tidak apa apa. Kalau jalan hati hati ya. Beruntung yg kamu tabrak punggung aku . Gimana kalau hati aku yg kamu tabrak bisa bisa aku jatuh cinta" laki-laki tersebut menjawabnya dengan senyuman mengembang. Ia juga melihat ekspresi Tania yg menunduk akibat jawabannya.


"Jangan di masukkan hati, aku hanya bercanda kok. Oh iya nama kamu siapa? Kenalin aku Sandi" laki laki tersebut mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.


Tania mengangkat kepalanya berusaha menatap wajah sang pemilik tangan tersebut. Ia tersenyum dan menyambut uluran tangan lelaki tersebut.


"Panggil saja Tania" jawabnya dengan lembut. Sandi pun mengangguk

__ADS_1


"Nama yg cantik seperti orangnya." Sandi kembali memuji Tania sehingga Tania merasa kikuk di buatnya.


"Hehehe bisa aja. Hemm.. tolong lepaskan tanganku." Tania berkata dengan sedikit tidak enak. Sebab tangannya masih di genggaman Sandi. Sandi pun langsung melepas tangan Tania dan menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.


"Ah kalau begitu aku pergi duluan ya. Masih ada urusan nih" Tania melangkah duluan dengan hati yg tak karuan. Bisa di bilang Sandi adalah tipe cowok idaman. Tingginya pas kulitnya kuning Langsat dan bentuk wajahnya asli lokal. Namun pikiran tersebut segera ia tepis, ia tidak mau melukai hati kak Rendy. Walaupun di luar sana banyak lelaki yg tampan namun baginya hanya satu kak Rendy yg tidak dapat di gantikan.


Tania menuju mobil yg sedari tadi menunggunya. Yah, sebelum pulang ia minta kak Rendy untuk menjemputnya, sekalian ia bisa menceritakan tentang Delia yg kabur, siapa tau ia bisa membantunya.


"Silahkan tuan putriku..." Rendy membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Tania duduk dengan sangat lembut. Tania hanya tersenyum cengengesan melihat kelakuan kekasihnya itu.


"Terima kasih pangeran, sungguh beruntung wanita yg akan mendapatkan dirimu" jawabnya dengan nada ala ala Putri kerajaan.


"Tentu saja tuan putri, sebab itu aku perlakukan dia dengan istimewa." Rendy tak mau kalah, ia juga bernada ala ala putra mahkota.


"Dihhh... Dasar lebay banget sih ah. Sudah sekarang kita jalan" jawab Tania yg tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Baru kali ini ia di cintai lelaki. Cinta yg tidak bertepuk sebelah tangan. Sebab mencintai tanpa di cintai sungguh sangat menyakitkan.


"Tumben pengen ke taman, memangnya ada apa?" tanya Rendy saat mengemudikan mobilnya.


"Cuma mastiin aja sih. Sialnya tadi Delia datang ke kantor terus lihat suaminya lagi berduaan sama sekertaris barunya. Terus ia kabur dan sampai sekarang ia belum pulang. Bahkan aku telpon sekalipun tidak di angkat. Yang aku tau tempat favorit nya itu ya di taman kota." Tania menjelaskan kejadian tadi pagi.


"Begitukah? ya sudah coba kita cari di sana saja " Rendy melajukan mobilnya agar cepat sampai.


Sesampainya Rendy langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir lalu keduanya berjalan menuju taman tersebut.


Taman ini sangatlah luas, sehingga membutuhkan waktu yg lama untuk menyusuri setiap taman. Ide cemerlang pun Tania dapatkan. Ia menunjukkan foto Delia ke setiap pengunjung apa melihat sosok di foto atau tidak. Namun, semuanya menjawab tidak bahkan seorang pengunjung yg sedari siang pun tak melihat Delia.


"Saya tidak melihatnya. Padahal saya dari siang di sini menemani anak anak bermain." jawab salah satu dari mereka.

__ADS_1


"Benar kah? ya sudah terima kasih ya Tante. Maaf mengganggu waktu kalian " Tania sangat kecewa dengan jawaban mereka. Ia tak tau lagi harus kemana mencari Delia. Hingga keduanya lelah dan memutuskan untuk duduk di taman tersebut sambil menikmati ice cream.


"Oh iya sayang, memangnya sekertaris barunya namanya siapa?" tanya Rendy di sela sela istirahatnya.


"Kalau tidak salah namanya Dinda kak. Apa kak Rendy mengenalnya.?" Tania mendongakkan kepalanya menatap wajah lelaki di sampingnya.


"Dinda ya.. sepertinya aku tidak punya kenalan yg bernama Dinda. Tapi tak tau juga kalau aku kenal hehehe..."


"Ishhh... jawaban macam apa ini. Terus habis ini kita pulang saja ya kak. Badanku udah lengket semua nih." Rendy mengangguk mengiyakan permintaan Tania.


"Baik tuan putri" Rendy berdiri dan membungkuk seperti seorang pengawal yg patuh pada perintah putri raja.


"Mulai lebay nya hahaha...." Tania berlari ke mobil duluan. Ia tak bisa menyembunyikan rasa senangnya mendapatkan perhatian khusus dari kekasihnya itu.


"Lepaskan dari pada memaksakan, Ikhlaskan dari pada menyakitkan, Relakan dari pada berjuang sendirian.


Yang membuat kita kelihatan lemah pada cinta adalah di saat kita tak mampu melupakan seseorang yang kita cintai.


Aku mencoba ikhlas dari suatu kehilangan dan mencoba tersenyum dari suatu kesakitan.


Namun Tuhan berkehendak lain. Di saat aku sudah melupakannya, ia menghadirkan kembali cinta tersebut.


Aku tak memintanya, namun ia memberikannya dan percayalah, Cinta tersebut hadir dengan sendirinya.


Kini cintaku tak lagi bertepuk sebelah tangan. Tetapi cinta yg membawa kebahagiaan" ungkapnya dalam hati yg paling dalam.


*********

__ADS_1


__ADS_2