
Delia menginjakkan kakinya di kampus setelah Arya dan Jo mengantarkannya dengan selamat. Ia berjalan melewati segerombolan anak yg berbisik bisik menatap sinis ke arahnya. Tak ambil pusing Delia berjalan melewatinya dengan cuek.
"Jangan jangan dia jadi simpanan, tadi kan dia di antar sama mas mas ganteng. Pasti itu pacar gelapnya." ucap salah seorang dari mereka
"Wah parah banget ya, pantesan barang yg di pakai bermerk semua" timpal yg satunya lagi.
Delia yg mendengar itu pun merasa jengah. Kalaupun di ladenin gak bakal ada habisnya. Ia tak menganggap ucapan tersebut baginya itu hanya sebuah gonggongan semata.
"Hai Delia, kenapa pagi pagi udah cemberut gitu sih" sapa Andra yg kebetulan baru saja sampai.
"Eh kamu ndra, tidak hanya saja mood ku telah di rusak sama segerombol cewek tadi" jawab Delia menekuk wajahnya.
"Oh itu memang tukang gosip, jangan di pikirkan ucapan mereka" Andra menenangkan Delia agar tidak cemberut lagi.
"Iya makasih ya ndra"
"Delia sini....." teriak Tania saat melihat Delia dari kejauhan.
"Eh ndra aku kesana dulu ya, bye....." Delia menghampiri Tania yg sedang melambaikan tangannya.
Semoga pendekatan ini membuahkan hasil. Sungguh aku baru merasakan cinta dengan gadis sepertinya gumam Andra tersenyum menatap kepergian Delia.
"Eh cowok ganteng tadi siapa Del?" tanya Tania yg sangat kepo dengan Andra.
"Oh itu tadi Andra, emangnya kenapa." Delia duduk di samping Tania.
"Tidak hanya saja dia menatapmu itu seperti ada rasa gitu loh Del. Kamu gak bisa merasakannya ya"
"Ngawur ih kamu, oh iya aku ada berita nih mau dengar tidak?" Delia mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
"Memangnya apa Del, kelihatannya bahagia banget" tanya Tania dengan penasaran.
"Eh tunggu, jam pulang langsung ke mansion ya. Kita makan makan sudah lama loh kita gak makan sama sama." jawab Delia mengingat perjalanan mereka.
"Begitu kah, baiklah. Sebaiknya kita kembali ke kelas masing masing" keduanya pun berlalu menuju kelas masing masing.
__ADS_1
******
Siang ini Mbk sila menjemput Delia di kampusnya. Karena tadi pagi ia berangkat bersama Delia jadi ia yg bertugas untuk menjemputnya.
"Mbk sila...." teriak Delia saat melihat sosok yg ia tunggu.
"Iya non," jawabnya dengan sopan.
"Ishhh.. sudah ku bilang jangan panggil non, panggil Delia saja. Kita langsung pulang ya mbak" ujarnya sambil menggandeng tangan Tania.
"Gapapa nih Del aku ikut kamu, takutnya ganggu" ucap Tania yg ragu ragu.
"Ah tidak kau tenang saja" ucap Delia dan ia kini memencet telponnya ke nomor suaminya.
*tutt.... tutt....tutt...
"Nomor yg anda tuju sedang sibuk" jawaban dari handphone miliknya*.
"Yah kok gak diangkat sih, sebaiknya aku kirim pesan saja. Yah benar itu" gumamnya dalam hati lalu mengetik pesan untuk di kirimkan ke Arya.
"Ah tidak Tan, hanya saja tumben mas Arya tidak mengangkat telpon dariku. Biasanya dia duluan yg nelpon aku" jawabnya dengan jujur.
"Mungkin lagi sibuk, apalagi akhir akhir ini banyak proyek yg harus di kerjakan" jawab Tania yg memang tau jika sekarang sedang banyak proyek yg di bangun.
"Begitu kah, aku terlalu cemas jika ia tak menghubungiku." Delia berusaha setenang mungkin.
"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, sebaiknya kita bikin kue mau nggak?" tawar Tania dengan semangat
"Boleh juga, aku juga lagi pengin yg manis manis gitu" jawab Delia dengan antusias.
"Baiklah kita beli bahan bahannya ya, Mbk sila nanti mampir ke mini market dengan belikan itu ya" ucap Delia yg di angguki oleh Mbk sila.
Dengan langkah semangat Delia mengambil keranjang dan mengambil bahan untuk membuat kue.
"Eh Tan, kita mau bikin kue apa? dan bahannya apa aja. Soalnya aku gak tau soal bahan kue hehehe" ucap Delia dengan polosnya.
__ADS_1
"Haha tenang saja, untuk masalah itu serahkan saja kepada ku" Tania mengambil alih keranjang tersebut lalu mengambil bahan bahan untuk membuat kue.
Hampir 20 menit keduanya memutar mutar dan membeli cemilan untuk keduanya.
"Eh ini apa, kok ada susu hamil sih. Atau jangan jangan kau....." ucapan Tania terhenti menatap Delia untuk mendapatkan penjelasan darinya.
Delia yg mendengar ucapan Tania hanya bisa tersenyum. Bukannya menjawab tetapi ia melenggang pergi mencari Snack kesukaannya.
"Wah parah lu ya del, masak ia aku gak di kasih tau. Sebenarnya aku ini kau anggap sahabat bukan sih." ucap Tania dengan ngengas.
"Hehehe sabar dong, kenapa harus marah apa kau lagi pms ya?" goda Delia menatap raut wajah kesal Tania.
"Hufftt.. untung lagi hamil kalau tidak udah ku acak acak rambutmu" jawab Tania dengan geram.
"Aunty jahat banget sih, masak mau acak acak rambut mommy aku" Delia menirukan suara anak kecil dan di buatnya seimut mungkin.
"Kau kira lucu...." Tania menatapnya dengan tajam dan secepat nya ia menggelitik badan Delia hingga keduanya tertawa terpingkal pingkal.
"Sudah sudah cukup, nanti kita di marahin sama mas mas itu" tunjuk Delia ke arah mas mas yg sedang bekerja di mini market tersebut.
"Hah... kau duku yg mulai. Sekarang kita ke kasir dan ingat ini termasuk traktir loh" ucap Tania menekankan kata traktir.
"Iya iya, tenang saja. Kau masih ingat bukan apa kataku dulu. Jika aku dapat suami yg kaya maka akan aku traktir kamu sepuasnya hehehe" jawab Delia
"Iya aku masih ingat, bahkan saat aku lapar aku akan memanggilmu agar kau mentraktirku makan" lanjutnya lagi .
"Tenang saja, kau mau makan sekalian atau makan setelah sampai" tawar Delia dengan suka rela.
"Ah tidak, aku mau makan di mansion mu saja. Pasti masakannya tak kalah jauh dengan masakan restoran bukan"? jawab Tania merasa tak enak. Ia tak mau memanfaatkan Delia untuk berfoya-foya . Kecuali Delia sendiri yg mengajaknya, ia tak akan menolak.
Keduanya keluar dari minimarket tersebut dengan membawa 4 kantong besar. Mbk sila yg melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepala. Delia yg melihat reaksi Mbk sila hanya bisa nyengir kuda dan memperlihatkan deretan giginya
******
**Halo semuanya... terima kasih yg sudah mengikut cerita ini dari awal. Jangan bosan bosan yah, jangan lupa berikan saran baik itu dalam kata penulisan atau alur cerita. Maaf jika ada salah kata atau makna. Harap maklum ya hehehe
__ADS_1
Salam untuk kalian semua 😘**