
"Tuan, ada kabar bagus,,, ternyata perusahaan kita menang tender mengalahkan perusahaan dari Singapura" ucap asisten Jo dengan berjingkrak jingkrak.
"Apa kah yg kau katakan itu benar Jo?" tanya Arya dengan serius
"Itu benar tuan, lihatlah ini..." ucap asisten Jo menunjukkan berkas yg di dapatnya
"Akhirnya kita menang Jo..... Terima kasih, kau ikut andil dalam tender ini. Kau berhasil...." ucap Arya dengan girang memeluk asisten Jo
"Hey... Apa yg kalian lakukan? Apa kalian ini pasangan gay?" tanya Delia saat membuka pintu ruangan Arya.
"Apa yg kau lakukan Jo, kenapa kau memelukku, dan lihatlah sekarang gadis kecilku menuduh kita gay" jawab Arya melepas rangkulan tangannya.
"Tapi yg memeluk itu anda bukan saya tuan..."
"Jangan banyak alasan, bos tidak pernah salah" jawab Arya berjalan mendekati Delia.
"Sayang, apa yg kau lihat bukan seperti yg kau pikirkan. Tadi kita senang karena...."
"Sudahlah jangan di perpanjang mana mungkin kau memilih asisten Jo di banding aku" jawab Delia dengan bangganya.
"Percaya diri sekali gadis kecilku ini"
"Tentu saja, bukankah body ku seperti gitar spanyol bukan"
"Bukan, kalau kau mau seperti gitar spanyol, makanlah yg banyak agar tubuhmu ini berisi, terutama ini dan ini" jawab Arya menunjuk buah dada Delia.
"Dasar bos mesum.. " jawab Delia meletakkan bekal makanan nya.
"Tunggu apa lagi, cepat makanlah. Aku bawakan dua makanan agar asisten Jo juga dapat merasakannya." ucap Delia yg duduk di sofa.
"Wah benarkah nona? sepertinya nona paham sekali jika perutku ini sudah lapar" jawab asisten dengan semangat.
"Enak sekali dirimu Jo, Kau pun dapat merasakan masakan calon istriku. Dan kau harus berterima kasih padaku"
"Iya tuan, terima kasih "
Asisten langsung menyantap masakan Delia, saat pertama membukanya, ia tampak bingung dengan masakan nona nya. Karena selama ini ia tidak pernah memakan masakan seperti ini di rumah Arya.
"Kau kenapa Jo, apa kau berubah pikiran? coba saja rasanya jangan di lihatin terus" jawab Delia cekikikan karena ia paham betul, pasti Jo tidak pernah makan masakan kampung.
"Ah iya nona, akan saya coba"
__ADS_1
Berbeda dengan Arya, ia tampak mencium semua masakan calon istrinya, bukannya apa, iya hanya memastikan jika yg di masak istrinya memang layak untuk dimakan.
"Sayang, apa kau ragu dengan masakan ku?" tanya Delia dengan sendu
"Tidak sayang, aku hanya... Oh oke lah akan aku coba masakan calonku ini" jawab Arya semangat karena ia tak mau membuat Delia yg sudah susah payah masak tapi tidak ia makan.
"Yasudah sini aku suapin, kau tidak pernah kan makan makanan seperti ini?" tanya Delia
"Iya, baru pertama kali ini aku makan makanan seperti ini"
"Ini tuh masakan kampung, jadi kamu harus terbiasa dengan masakan seperti ini. Tenang saja rasanya tak kalah jauh kok sama masakan kota" jawab Delia sambil menyuapi tuannya.
"Ini mantap banget, Coba aja sambalnya tambah pedas pasti rasanya seperti surga dunia" ucap asisten Jo yg makan dengan berkeringat.
"Emmm... bener juga sayang, ternyata enak ya, sini biar aku makan sendiri " sahut Arya yg langsung mengambil sendok dari tangan Delia .
Kini kedua orang tersebut menikmati makan siangnya dengan nikmat. Terlihat asisten Jo yg sudah berkeringat dan begitu pula dengan Arya. Keduanya menikmatinya hingga tak tersisa sedikitpun.
"Setiap hari akupun mau di masakin seperti ini. Selain enak tapi juga menyegarkan" ucap Arya pada Jo.
"Benar tuan, saya pun mau setiap hari diberi makan seperti ini." jawab asisten Jo
"Sayang, aku bawain kalian es teh sebagai pelengkap nya. Tadi kan habis makan pedas sekarang minumlah yg dingin dingin. Ini akan menyegarkan tenggorokan kalian" ucap Delia yg datang dari kantin perusahaan.
Setelah semuanya selesai Delia pamit untuk pulang ke rumah untuk menyambung kuliahnya.
"Sayang aku pamit pulang dulu yah, tadi tugas kuliahku belum selesai" ucap Delia yg sudah berdiri hendak pergi
"Siapa yg mengizinkanmu pulang hem?"
"Ta-tapi kan tugasku belum selesai?" jawab Delia
"Kerjakan saja disini, toh sama saja kan" jawab Arya dengan enteng
"Mana bisa, laptopnya kan ada di rumah," elak Delia lagi
"Apa kau lupa, calon mu ini orang kaya, coba aja masuk ke ruangan itu , didalamnya banyak laptop kau boleh menggunakannya." balas Arya dengan sombong.
"Iya ya, ruangan yg mana, perasaan disini gak ada ruangan" tanya Delia celingak-celinguk mencari ruangan yg dimaksud Arya.
"Pencet saja tombol hitam itu dan kau akan menemukan ruangannya" balas Arya yg menatap layar laptop nya
__ADS_1
"Waow... ini sangat menakjubkan. Bagaimana bisa ruangan sebagus ini di sembunyikan?" tanya nya pada diri sendiri
"Ah bodo amat. Lebih baik aku selesai pekerjaan yg tadi terus istirahat, Ahhhh empuknya" ucap Delia yg sedang berbaring di ranjang Arya.
30 Menit kemudian, Arya mengintip ke arah Delia, dengan berjalan pelan ia mengintip takutnya mengganggu. Namun yg dilihatnya adalah Delia yg sedang berbaring tengkurap dengan bantal guling dibawah tubuhnya.
"Lah... bukannya tadi mau ngerjain tugas, ini kok malah molor?" gumam Arya menggelengkan kepalanya.
"Ternyata kalau tidur cantik juga, adem banget dilihatnya" ucap Arya sembari merapikan anak rambut Delia.
"Apalagi dengan bibir ranumnya ini, sangat mungil sekali. Sebentar lagi akan ku habiskan bibir ini" lanjutnya dengan tersenyum simpul.
"Mungkin dia kelelahan akibat masak untukku, yasudah gadis kecilku tidurlah yg nyenyak calon suamimu ini akan kembali bekerja untuk masa depan kita" lanjutnya mengecup kening Delia dan berlalu dari ruangan itu.
"Em... acara pernikahan ku enaknya kapan ya? Aku sudah tidak sabar ingin sekali mempunyai istri dan..... Ahhh dasar pikiran jorok. Pantes saja gadis kecilku selalu menyebutku bos mesum." gumamnya berkata sendiri.
"Bulan depan? tidak, itu terlalu lama. Minggu depan? Tidak mungkin juga ini terlalu cepat belum lagi persiapannya.
Lebih baik dua Minggu yg akan datang tidak cepat tidak lambat. yeahhh perfect!" ucapnya dengan senyum mengembang.
*Halo Jo, keruanganku sekarang" ucap Arya memanggil asisten Jo lewat telepon.
"Baik tuan, saya akan kesana"
"Permisi tuan, ada hal apa tuan memanggil saya.?" tanya Jo dengan sopan.
"Jo, tolong atur ulang jadwalku Minggu depan selama dua Minggu, karena aku ingin mempercepat acara pernikahanku" jawab Arya dengan serius.
"Apa tuan serius?"
"Tentu saja Jo, karena aku sudah tidak sabar ingin cepat cepat melepas masa lajang ku. Bukankah itu lebih baik?"
"Baiklah tuan saya akan mengatur ulang semuanya. Apakah nyonya besar sudah mengetahuinya?" tanya asisten Jo
"Belum, setelah pulang aku akan berbicara dengan mereka dan meminta pendapatnya"
"Yasudah tuan, semoga acaranya lancar dan acara belah duren pun lancar" jawab asisten Jo cekikikan.
"Hahahaha itu tentu saja Jo, kau jangan khawatirkan itu, sebaiknya kau pun harus melepas status jomblomu itu "
"Aku akan menikah setelah kau menikah tuan, percayalah tak usah pikirkan diriku" jawab Jo dengan enteng.
__ADS_1
"Bagus Jo, Kau memang yg terbaik" jawab Arya menepuk pundak asistennya.
**** Halo semuanya salam kenal dari author ya... ❤️ Jika ada kesalahan mohon saran yg membangun. Karna bagaimanapun ini karya pertama dan masih banyak belajar lagi. Terima sudah mampir jangan lupa like komen dan vote ya. 🥰🥰🥰