Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 35 Kafe Bintang


__ADS_3

"Siall......!!! kemana perginya preman preman itu, apa mereka tertangkap oleh Arya?" gumam seseorang dengan nada marahnya.


"Hemmm baiklah Arya. Kita akan bermain cantik, tunggu saja kejutan dariku ha ha ha ha ha" tawanya menyeringai penuh kebencian.


......******......


Keesokan harinya, setelah kejadian penculikan Delia, kini sang bodyguard yg akan mengantarkan Delia langsung ke kampus. Ia akan mengikuti kemana pun Delia pergi, ia tidak mau kecolongan lagi seperti kejadian kemaren.


"selamat pagi semuanya" ucap Delia dengan senyum sumringah mendudukkan bokongnya.


"Pagi nak, pagi sayang " ucap kedua orang tua Delia bersamaan.


"Kamu haru ini mau ke kampus nak?" tanya mama Renata ragu


"Iya mah, mama tenang saja, sekarang ada mbak Sila yg jagain aku" ucap Delia dengan tersenyum.


"Selamat pagi ma pa sayang" ucap Arya yg baru saja turun dari tangga.


"Pagi nak pagi mas"


Mereka semua sarapan pagi dengan tenang.


"Mari nona," ucap sila sang bodyguard membukakan pintu untuk Delia.


"Terima kasih Mbk, " sambil tersenyum.


Di perjalanan menuju kampus, tidak ada perbincangan sekalipun. Hanya ada kesunyian dan itu membuat Delia bosan dan akhirnya ia memilih membuka suaranya.


"Mbk Sila, kenapa mau jadi bodyguard aku ?" tanya Delia penasaran.


"Karena aku kerja non, aku tulang punggung keluarga jadi apapun pekerjaan jika aku bisa dan halal maka aku akan jalani" jawabnya dengan santai.


"Oh gitu ya, oh iya Mbk, manggilnya jangan non ya, kita ini seumuran bahkan bisa di bilang lebih dewasa Mbk sila. Jadi panggil Delia aja ya biar tambah akrab" lanjutnya lagi.


"Maaf non, peraturan kerjanya harus hormat dan sopan terhadap atasan. Jadi aku tidak bisa melakukan itu".


"Tidak apa Mbk, jika kita berdua seperti ini panggil lah dengan sebutan namaku" ucap Delia membujuk.


"Tidak non, aku takut nanti aku di pecat oleh tuan Arya. sebaiknya aku cari aman aja".


"Huh dasar, es batu....padahal kalo punya temen baru kan enak gak kaku kayak gini" gerutunya yg masih di dengar oleh Mbk sila.


Sesampainya ia langsung mencari keberadaan sahabatnya Tania.


"Dor dor dor" teriak Tania tepat di telinga Delia.

__ADS_1


"Astaghfirullah Tania" sambil memegang dadanya karena kaget.


"Hahahaha.... kenapa muka loe pucat kayak gitu" tawa Tania. Seketika terhenti melihat sosok yg ada di belakangnya.


"Eh, cewek yg ada di belakang loe siapa?" bisik nya lirih.


"Oh,, itu Mbk sila. Dia bodyguard aku dan kemanapun aku pergi dia juga ikut" jawabnya cuek.


"What...??? loe serius. Kenapa kau seperti seorang tahanan yg terus di awasi" tanya nya tak percaya.


"Yah ini semua demi kebaikan gue. Karena kemarin aku sempat di culik oleh preman preman. Makanya tuan Arya jadi sensitif.


"Apa??? Kapan kau di culik , apa kau baik baik saja" sambil menolak balikkan badan Delia.


"Ish... sudahlah jangan berlebihan. Sekarang kita masuk karena dosenku hari ini garang"


Keduanya bergegas menuju kelasnya masing masing. Di samping itu sang bodyguard menunggunya di luar kelas dan memberikan kabar tentang kegiatan nona nya hari ini.


Jam pulang pun tiba, kini Delia sudah siap untuk menuju mansion milik keluarga Nugroho.


"Eh Del.. tunggu dulu...." teriak Tania ngos ngosan mengejar Delia.


"Ada apa Tania" sambil mengangkat sebelah alisnya.


"hah hah hah... sebentar aku ambil nafas dulu"


"Habis ini jangan pulang dulu, kita ke kafe bintang mau nggak?" tanya Tania


"Memangnya ada acara apa?"


"Gak ada sih, cuma lihat lah ini" sambil memperlihatkan browser


"Oh jadi loe ngajak gue kesana karena hari ini makan gratis?" ucap Delia sambil tertawa kecil.


"Hehehe iya, lumayan kan kita dapat makan gratis, di kafe pula" jawabnya senang.


"Emm.. baiklah. Tapi aku harus izin dulu ya takutnya si bos marah hehehe" sambil memencet nomor Arya.


Tut.. tut.. Tut...


"Halo mas, Aku sama Tania mau mampir sebentar ke kafe bintang boleh kan?" tanya nya hati hati.


"Emmm... asalkan perginya jangan lama lama. Dan harus dengan bodyguard itu" jawabnya di sebrang sana.


"Baiklah bos" mematikan telponnya.

__ADS_1


"Dasar kucing manis, belum juga aku jawab udah di matikan. Kebiasaan" ucap Arya lirih.


"Mbak Sila ayo kita capcus ke kafe bintang ya? tau kan jalann nya" ucap Delia menghampiri


"Baiklah non, silahkan masuk" ucapnya mempersilahkan duduk.


Mobil keluar dari gerbang kampus dan langsung menuju ke kafe bintang. Tak berselang lama, mereka sudah berada di dalam kafe tersebut.


"Wah... ternyata besar banget yah, rame pula pengunjungnya" ucap Tania kagum.


"Iya, pantesan aku baru tau, ternyata ini kafe baru ya. Lagi pertama buka" ucap Delia yg baru sadar.


Kafe ini memang sangat besar dan juga elegan. Desainnya yg begitu menggoda para pengunjung. Dan juga pelayan yg baik serta harga yg murah di kantong menambah nilai plus tersendiri buat kafe ini.



Beginilah penampakan kafe bintang ini, sangat nyaman bukan.


"Yasudah sekarang kita duduk dan pesan makanan, takutnya gak kebagian" ucap Tania antusias.


Mereka duduk di pojok ruangan yg tidak terlalu ramai dan bisa melihat seluruh isi dari kafe tersebut. Berbeda dengan mbk sila, ia lebih suka menyendiri dan duduk di sebrang sana sambil mengawasi keduanya.


"Permisi ini pesanannya, selamat menikmati dan jangan lupa mampir di lain hari" ucap pelayan mengantarkan makanan mereka.


"Terima kasih Mbk , jawab keduanya dan langsung menyantap makanannya."


Di sela waktu makannya, tak sengaja mata Tania tertuju pada sosok yg pernah dia suka 3 tahun yg lalu. Namun sayang sosok lelaki tersebut lebih menyukai orang lain yg tak lain adalah sahabatnya sendiri Delia. Akhirnya ia berusaha melupakan dan membuang jauh perasaan yg ia miliki.


"Delia, bukankah itu kak Rendy?" yah, lelaki yg di sukai adalah kak Rendy.


.


"Yang mana, disini banyak sekali pengunjung laki laki" jawab Delia sambil mengunyah makanannya.


"Itu, yg pake setelan jas hitam" sambil menunjuk seorang yg membelakangi mereka.


"Emmm... kayaknya sih iya, sono huh samperin. Katanya mau cari dambaan hati. Tuh udah terkabulkan." ucap Delia menggoda sahabatnya.


" Ish kau nih, aku sudah membuang jauh jauh perasaan ini. Tak enak memendam perasaan sendiri. Rasanya tuh sakit tapi tak berdarah" ucapnya dengan gaya yg di buat sedih.


"Ah itu dulu, mungkin kak Rendy nganggep nkamu bercanda jadinya kamu di tolak. Sekarang kan kamu udah dewasa siapa tau kecantol" sambil cengengesan.


"Sudahlah jangan di pikirkan, sekarang kita habiskan makanannya ini, takutnya bos mu itu marah" ucapnya mengalihkan pembicaraan.


Keduanya menghabiskan makanan nya dan sesekali bercanda dan juga mengamati setiap pengunjung yg berlalu lalang.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya kawan semua. Terima kasih sudah mampir di karya pertamaku 😍😍😍😍


__ADS_2