Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 26


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Arya menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Begitupun dengan Delia, ia langsung mandi dan menyelesaikan tugas kuliahnya, karna ia tadi ketiduran hingga Arya membangunkannya untuk pulang.


"Oh ya ma pa, ada yg Arya omongin nih" ucap Arya saat menemui kedua orang tuanya


"Ngomongin soal apa nak" tanya mama Renata


"Gini mah, Arya sudah memutuskan tanggal pernikahan aku dengan Delia, itupun kalo papa sama Mama setuju." jawabnya mantap.


"Memangnya kapan acaranya" sahut papa Hendra.


"Em... Arya pengennya sih dua Minggu dari sekarang hehehe"


"Apa kalian serius, bukankah Delia pengennya kalian jalanin dulu ya" jawab mama Renata yg bingung.


"Iya sih ma, tapi Arya pengennya sekarang jangan di tunda tunda lagi"


"Syukurlah kalo itu mau mu nak, tadinya mama pikir kamu gak bakal tertarik sama wanita" jawab mama Renata.


"Mama sama anaknya sendiri kok gitu sih, gini gini juga lelaki normal mah"


"Kalo gitu mama terserah kalian aja, Delia nya mau nggak? dia kan mau fokus kuliah dulu" lanjutnya lagi


"Itu urusan belakangan mah, kuliah kan bisa lewat online. Lagian itu kampus aku yg mimpin" timpal Arya tak mau kalah.


"Yasudah biarin aja lah ma, bukankah itu kemauan kita. Kita juga bisa merasakan punya cucu dan bisa bermain dengan cucu kita" jawab papa Hendra pada mama Renata.


Keduanya memang sangat kesepian , di usianya yg sudah menua, mereka tidak bisa bermain dengan cucunya Angel yg berada di luar negri. Pulang ke rumah pun jika ada hal yg penting dan itu sangat jarang sekali. Wajar jika keduanya mengharapkan cucu dari Arya dan menyuruhnya tinggal di rumah ini setelah menikah.


"Baiklah ma pa, Arya ke kamar Delia dulu, kita mau diskusi " ucap Arya beranjak dari tempat duduknya.


"Iya nak, ingat jangan melakukan hal yg konyol terlebih dahulu, tahan sampai kalian halal " jawab mama Renata menggoda anaknya.


"Iya mah, kalo nggak khilaf ya hahaha" balas Arya yg sudah menghilang dengan tawa riang


"Syukurlah pa, Arya mau menikah dengan Delia, jadi mama tidak usah repot repot mencari calon menantu lagi. Papa ingat tak dua bulan yg lalu, mama tuh hampir setiap hari menyewa gadis untuk menjadi pasangan Arya. Tapi semua gagal, malah uang mama yg habis ludes membayar mereka semua" curhat mama Renata pada suaminya.

__ADS_1


"Ini dijadikan pengalaman mah, anggap saja mama aedang sedekah kepada mereka, toh mama ngasih mereka nggak sampai mama bangkrut kan? Jika kita diberi rezeki yg berlimpah, jangan lupa dengan orang yg berada di kiri dan kanan kita. Ingat yah ma, rezeki kita tuh tidak berkah jika kita hanya menyimpannya, tapi kita harus berbagi dengan sesama. Maka rezeki itu tidak akan memberatkan kita di akhirat kelak." nasehat papa Hendra kepada istrinya.


"Iya pah, mama minta maaf yah pah, pengeluaran mama tidak seberapa dengan rezeki yg mama punya. Insyaallah mama akan memperbaiki lagi dan menjadi diri yg lebih baik" jawabnya dengan tersenyum


Meskipun di usianya yg sudah tidak muda lagi, namun keduanya tetap harmonis. Saling menasehati satu sama lain.


Kini Arya sudah berada di depan pintu kamar Delia. Tanpa mengetuk pintu ia masuk dan melihat sosok Delia yg sedang tengkurap menghadap laptop nya. Dengan kaos pendek yg besar serta celana jeans pendek di atas lututnya. Itu membuat gejolak di dalam hati Arya meronta ronta.


Ia pun menetralisir keadaannya dulu, menarik nafas lalu membuangnya dengan pelan.


"Hufttt.. cobaan apalagi ini,, tahan tahan Delia masih kecil" gumamnya dengan pelan.


"Loh apa yg kau lakukan disini, kenapa seperti patung berdiri?" ucap Delia yg kaget dengan keberadaan Arya.


"Ah anu.... ada hal yg harus aku omongin sama kamu" jawab Arya sembari menggaruk tengkuknya karena ketahuan mencuri pandang.


"Yasudah kemari lah jangan berdiri disitu"


Arya berjalan menuju ranjang tidur dan duduk di samping Delia.


" Apa ini tidak terlalu cepat? Bahkan umurku masih 18 tahun. Aku takut aku nggak bisa jadi istri yg berbakti kepadamu. Karena berumah tangga itu tidak gampang, harus siap mental dan fisik." jawabnya dengan sendu


"Yakinlah kepadaku, jika kita terus menundanya bukankah itu akan menambah dosa? Kita akan menjalani rumah tangga ini bersama sama dalam suka maupun duka." balas Arya menggenggam tangan Delia.


"Baiklah jika itu yg terbaik, tapi aku ingin pendapat juga dari ibuku, karna bagaimana pun aku tak ingin mengecewakan ibu" jawab Delia


"Besok kita akan pulang ke desa, kalau perlu kita menginap di sana"


"Tidak usah karena di rumah hanya ada 3 kamar pas untuk aku Sinta dan ibu, jika kita menginap lalu kau tidur dimana?"


"Aku tidur denganmu lah bukannya itu sangat romantis?" godanya dengan mengedipkan matanya


"Dasar bos mesum..!! pergi sana ganggu orang aja" ucap Delia melempar bantal guling kearah wajah Arya


"Hahaha lihatlah wajahmu gadis kecil, kenapa berubah seperti kepiting rebus" tawa Arya menunjuk wajah Delia yg sudah memerah.

__ADS_1


"Ini tadi ah.. iya tadi salah make blush on jadinya kek gini nih. Sudah sana keluar dulu ah " ucap Delia yg sudah menahan malunya.


"Iya ya, semangat belajar ya kepiting rebus" hahahaha tawa Arya keluar dari ruangan Delia.


******


Keesokan harinya, Arya sudah bersiap siap untuk berkunjung ke rumah calon mertuanya.


Ia memakai kemeja kotak-kotak dengan lengan yg dilipat sampai siku dan celana panjang berwarna hitam.


"Ternyata aku pakai baju seperti ini ganteng juga ya hehehe.. " gumamnya yg sedang mengaca dan merapikan rambutnya.


"Sudah selesai , ini perfect sekarang lanjutkan perjalanan."


"Sayang, kamu sudah selesai belum ayo kita berangkat sekarang" ucap Arya diluar pintu kamar Delia.


"Sebentar lagi, ini sudah mau selesai" jawabnya dari dalam kamar.


"Ayo kita berangkat sekarang, aku sudah selesai" ucap Delia yg keluar dari kamarnya.


Ia kini memakai kaos salur hitam putih serta rok berwarna hitam senada dengan kaosnya. Simple namun elegan.



Karena ia ingin ke kampungnya, jadi ia berpenampilan seperti ini. Jika ia memakai dres pendek maka ia akan menjadi bahan omongan warga kampung.


"Sungguh luar biasa ciptaan mu ya Robb, apapun yg di pakainya tidak pernah mengecewakan yg di pandangnya" ucap Arya yg memandangi Delia.


"Kau terlalu berlebihan memujiku, karena sejatinya kesempurnaan itu milik sang pencipta. Maka pujilah sang pencipta karena sudah menciptakan dirimu" ucap Delia dengan lembut.


"Subhanallah sungguh luar biasa ciptaan mu ini, aku sudah memuji sang pencipta bukan?"


"Iya , yuk kita berangkat sekarang, jika menundanya maka jalanan akan macet di jam seperti ini" jawab Delia


"Baiklah tuan putri, mari kita berangkat sekarang" ucap Arya mempersilahkan Delia berjalan dahulu.

__ADS_1


__ADS_2