Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 33 Menyelamatkan Delia.


__ADS_3

"Tapi kau lihatlah, di sana ada penjaganya, kita harus bisa melumpuhkan mereka satu persatu" bisik Arya dengan pelan.


"Sebaiknya kita kembali ke mobil dulu tuan, dan siapkan bius untuk mereka agar kita tidak bersusah payah melawan mereka " saran Jo dan langsung di angguki oleh Arya.


Saat ini Arya dan asisten Jo telah kembali ke mobilnya dan mengambil seluruh peralatan yg akan di gunakan untuk melumpuhkan lawannya.


"Kau sudah siap Jo" tanyanya yg di angguki Jo.


Tanpa menunggu lama keduanya kembali ke tempat persembunyian dengan langkah hati hati.


"Tuan, kemarilah lihat lah itu," ucap Jo menunjuk di mana Delia berada.


"Kurang ajar...!!!! siapa yg berani bermain main denganku" jawab Arya dengan amarahnya


"Sekarang kita serang mereka satu satu " ucapnya dingin.


Kini Arya dan Jo membekap mereka satu persatu dari belakang tanpa ada suara sedikitpun. Tak terasa kini tinggallah orang yg berada di dalam rumah tersebut.


"Sekarang serang mereka Jo" ucap Arya memberi isyarat kepada asisten nya.


Perkelahian pun tak bisa di elak kan, Arya dan Jo terkepung oleh beberapa orang preman yg berjaga di sana.


Langsung saja Arya menendang dada orang tersebut lalu menginjak punggungnya ia lakukan gerakan tersebut hingga berkali kali sehingga menimbulkan orang tersebut pingsan mengeluarkan banyak darah melalui hidung dan mulutnya.


Begitupun dengan Jo, iya membabi buta dengan alat yg ia punya. Ia menusuk perut setiap preman yg melawannya,


Arya yg melihat cara asisten nya pun langsung menggunakan alat yg ia selipkan di dalam jaketnya.


Yah, pisau yg iya gunakan sudah ia beri obat mematikan sehingga siapa yg terkena pisau itu 10% bisa sembuh.


"Aaaacchhhh... ampun, maafkan kami, kami hanya di suruh. Tolong hentikan " ucap salah satu preman tersebut.


"Lakukan terus Jo, jangan beri ampun" ucap Arya yg sudah tidak peduli dengan ocehan mereka.

__ADS_1


"Mas Arya Jo, apa yg kalian lakukan? tolong jangan sampai mereka mati kalian bisa di penjara" ucap Delia yg baru bangun dari pingsannya.


Ia begitu terganggu dengan suara bising yg berada di ruangan itu sehingga ia membuka matanya dan terkejut dengan pemandangan di depannya.


"Tenanglah sayang, aku akan membuka ikatan mu dulu" ucap Arya dengan tegas.


Selang 5 menit pertempuran pun selesai. Kini para preman telah ia sekap di pojok ruangan.


"Katakan siapa yg menyuruh kalian" tanya Arya dengan mata yg memerah.


"Maafkan kami tuan, tolong jangan sakiti kami lagi. Kami hanya di suruh." jawab salah satu dari mereka yg masih sadar.


"Katakan saja siapa yg menyuruhmu, jika kau tidak berkata maka nasibmu akan sama seperti mereka" sambil menunjuk temannya yg sudah sekarat.


"I-iya a-ku a-kan ja-wab. A-ku di su-ruh oleh no-na mar-sha dan ibunya" jawab sang preman dengan terbata bata.


"Apa keuntungannya sehingga kalian mau melakukan ini terhadapku? apa kalian tidak tau siapa Arya Adi Nugroho? ucap Arya dengan lantang.


"Ka-kamu tergiur dengan imbalannya tuan. Kami di beri uang muka 10 milyar dan jika berhasil maka kami di kasih 20 milyar lagi" jawabnya dengan jujur.


Jruuuuuphhhh.. Aaaaachhhh.......


Teriak sang preman dengan kerasnya dan beeansur angsur melemas pernapasannya diikuti hilangnya nyawanya.


"Jo tolong bereskan tempat ini, dan jangan tinggalkan jejak sedikitpun" sambil berlalu kearah mobilnya.


"Baik tuan" ia pun merogok saku jaketnya lalu menghubungi seseorang untuk membersihkan tempat kejadian ini.


Mereka pun memasuki mobil dan melaju untuk menuju hotel terdekat.


"Kamu gak papa kan, mana yg sakit ayo katakan" ucap Arya dengan mata berkaca-kaca


"Kamu tenanglah , aku baik baik saja, bahkan mereka tidak melukaiku" sambil menenangkan Arya.

__ADS_1


"Yasudah sekarang kamu mau apa? apa kamu lapar?" tanya nya yg di jawab dengan anggukan.


"Kucing manis ku" sambil mengacak ngacak rambut Delia.


" Apakah kau senang jika melihatku dengan rambut acak acakan.?" tanyanya dengan cemberut.


"Kau sangat menggemaskan" mencubit pipi Delia.


"Ahhh,,, sakit tau" manjanya dengan Arya.


Setengah jam kemudian mereka sudah memasuki perkotaan. Kini jam menunjukkan pukul 23.40 wib sehingga tak banyak warung makan yg buka.


"Carikan yg buka 24 jam, sekalian tempat hotel dekat sini" ucapnya dengan Jo yg di angguki oleh asistennya.


Terlihat warung pinggir jalan yg ramai pengunjung, dan mau tak mau akhirnya mereka menepikan mobil dan memesan makanan untuk mengganjal perut mereka.


Skip


Mereka menuju hotel yg berada tak jauh dari warung tersebut, dan langsung beristirahat untuk memulihkan tenaga mereka.


*******


Keesokan harinya mereka bertiga siap untuk menuju kota mereka, jarak yg di tempuh kurang lebih 1 jam. sebelum berangkat, tak lupa mereka mengisi perut mereka di warung semalam.


"Alhamdulillah perut kenyang hati pun senang" ucap Delia yg menyelesaikan makanannya.


"Sudah kenyang?" tanya Arya yg mendengarkan ucapan Delia.


"Hu'um... tapi bolehkan aku bungkus itu untuk cemilan di jalan" ucapnya menunjuk gorengan bakwan dengan malu malu.


"ha ha ha... jika kau mau ambil semuanya oke" jawabnya mengacak rambut Delia.


Baiklah rezeki jangan di tolak, Bu tolong bungkus semua gorengan ini ya he hehe" sambil cengengesan.

__ADS_1


"Iya neng, sebentar ya ibu bungkusin"


Kini semuanya telah selesai, Arya membayar semuanya dengan tiga lembar uang ratusan ribu kepadanya ibunya. Lalu melanjutkan perjalanan nya menuju mansion utama.


__ADS_2