
Waktu terus berputar hingga matahari tepat di atas membuat sinarnya memancarkan panas menyeluruh.
"Sayang bangunlah, sudah 2 jam dari kita sampai kau tidur terus. Ayolah kita makan siang dulu kasian jika ada calon anak kita di sini" ucap Arya membangunkan Delia dengan kata kata yg di buatnya geli.
"Emmm.. apa sih mas kalau ngomong jangan ngaco deh. Aku akan bangun kalau mas mau mijetin kaki aku ya.." jawabnya sambil mengedipkan matanya.
Bukan Arya namanya jika tidak bisa, ia bahkan menggunakan kesempatan ini untuk aksinya.
"Baiklah istriku yg manis, sekarang luruskan kakimu. Aku akan mengambil minyak urutnya" ucapnya dengan senyum liciknya. Ia beranjak dari kasur menuju koper dan mengambil minyak urut yg ia bawa dari rumah. Bukannya apa, ia menyiapkan semua kebutuhan dari minyak kayu putih minyak urut bahkan minyak wangi khusus untuk menggoda istrinya.
" Lepaskan celana jeans nya sayang, katanya mau aku pijitin" ucap Arya dengan membawa minyak urut di tangannya.
"Emm baiklah. Tapi ingat ini hanya pijitin tak ada yg lain." ucap Delia mengancam seakan tau apa yg ada di pikiran Arya. Arya yg mendengar ucapan itu pun seketika lemas dan mau tak mau ia harus menurutinya. Toh waktunya juga masih lama di sini pikirnya.
30 Menit berlalu, kini acara pijit memijit pun telah selesai tanpa ada adegan yg menguras tenaga. Ini semua Arya lakukan untuk tenaga Delia agar puluh kembali.
"Sudah sayang, sekarang mandilah dan kita akan makan siang. Aku sudah memesan sejak 1 jam yg lalu" Delia beranjak dari kasur menyambar handuknya lalu mencium pipi Arya sekilas dan berlari ke arah kamar mandi.
"Sayang.. apa kau sedang menggodaku hemm? jika ia maka aku akan memuaskan mu sekarang juga. Cepat buka pintunya sayang" ucap Arya dari arah luar menggedor pintu kamar mandi.
Tak ada sahutan dari dalam, ia hanya mendengar suara air mengalir. Ia paham jika Delia tak berani menjawabnya atau bahkan membuka pintunya. Ide licik pun terlintas di otak Arya untuk mengganggu istrinya.
__ADS_1
"Sayang cepat mandinya, bahkan kau belum mengabari ibu dan mama bukan? sekarang mereka ingin berbicara denganmu. Ayo cepat buka pintunya." teriak Arya meyakinkan Delia. Ia terus berteriak sekencang mungkin agar Delia mendengarnya.
"Aku lagi mandi mas, bilang sama mereka. Nanti aku telpon balik" jawab Delia yg tak mau di ganggu waktu mandinya.
Tak kehabisan akal, Arya kembali mengganggu istrinya dengan cara yg lain.
"Sayang, cepatlah kenapa mandinya lama sekali. Aku menahan perut mulas ku dari tadi. Sekarang sudah tidak tahan lagi, cepat buka pintunya. Apa kau mau melihatku berak di kamar." teriak Arya dari luar dengan cekikikan. Tentu saja tawanya tidak di dengar oleh Delia. Delia yg tidak sadar jika di kerjai oleh suaminya, ia mengambil handuk untuk menutupi tubuh polosnya lalu membuka pintu untuk Arya.
"Cepat masuk mas, aku belum selesai mandi. Aku tidak akan melihatmu jadi tenang saja" ucap Delia yg tidak enak jika suaminya menahan mules terus menerus.
"Baiklah, terima kasih istriku yg cantik" ucap Arya dengan santainya masuk ke kamar mandi yg melepaskan semua yg melekat di tubuhnya. Delia menutup pintunya dan berbalik menatap suaminya.
"Loh mas, apa apaan sih. Kalau mau buka semuanya ya di sana dong. inikan buat mandi" ucapnya dengan menutup matanya. Ia bahkan sudah melihat pisang tanduk milik suaminya yg sudah berdiri.
"Berapa emangnya? 50 rb kan? tenang mas, entar Delia kasih tapi jangan ganggu Delia mandi gini dong." ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aku tak butuh uang darimu. Bahkan aku tidak kekurangan uang. Yg aku inginkan adalah belaian manis darimu" Arya mendekati Delia dan mulai mencium nya. Delia yg di cium secara mendadak tak memberikan respon apa apa. Tubuhnya seakan ingin lebih jauh dari ini.
Arya kembali mencium bibir mungil ini dan mel*matanya dengan pelan. Setelah puas dengan bibinya, ia menurunkan handuk dan menaruhnya ke sembarang arah. Dan terjadilah kegiatan yg menguras tenaga. Suara erangan panjang dari keduanya menandakan keduanya telah selesai dengan kegiatannya.
"Mas, terima kasih sudah membuatku bahagia. Terima kasih untuk semuanya" ucap Delia memeluk Arya. Kini tubuh keduanya berada di bawah guyuran shower.
__ADS_1
"Sama sama sayang. Tetaplah di sisiku sampai kita menua" Arya mengecup kening Delia lalu memandikan istri kecilnya dengan telaten.
15 menit kemudian keduanya keluar dari kamar mandi dan bergegas mengganti pakaian santainya.
"Mas, apa kau tau kemana baju bajuku yg ada di koper ini?" tanya Delia yg bingung melihat isi kopernya penuh dengan baju haram.
"Tidak, bukankah kau sendiri yg menatanya semalam" jawab Arya yg memang tak tau.
"Terus aku pakai apa dong mas. Gak mungkin kan aku harus pakai pakaian ini" sambil menunjukkan lingerie berwarna merah menyala kesannya sangat menggoda.
Arya yg melihat baju itupun langsung menelan ludahnya. Ia tak berkedip melihat apa yg ada di tangan istrinya.
"Oh jadi ini kenapa kau bersemangat sekali untuk honeymoon. Dan kau juga sudah mempersiapkan baju ini untuk malam kita nanti" ucap Arya dengan mata yg menggoda.
"Bukan begitu mas, aku tak tau kenapa baju yg aku tata rapi di koper ini bisa ganti dengan baju baju ini. Lihatlah semuanya." ucap Delia tak kalah kaget dengan semua isinya. Pasalnya ia tak ada pikiran seperti ini. Tak ada satu pun baju yg layak pakai untuknya yg pantas di pakai saat keluar.
"Emmm.. ya sudahlah. Pakai saja itu untuk sementara waktu. Aku akan pesankan baju untukmu" ucap Arya yg seakan tau siapa pelaku di balik semua ini. Siapa lagi kalau bukan nyonya Renata alias mamanya sendiri.
*****
Maaf banget ya akhir akhir ini author malas banget untuk up. Apalagi kerjaan author ibu rumah tangga dan mengurus baby, jadi waktunya harus di bagi sama rata. Dan untuk merangkai kata dan memikirnya alurnya itu tidak mudah. Jadi tolong berikan saran yg membangun yah. Jangan lupa beri dukungan dan semangat agar author lebih giat lagi up setiap hari.
__ADS_1
Terima kasih love u ❤️❤️❤️