Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 31 Penjelasan Delia.


__ADS_3

"Katakan saja, jika kau berani berbohong maka aku akan mengurungku dikamar hingga hari pernikahan kita" lanjut Arya dengan tatapan tajamnya.


"Ihhhh serem... iya deh aku jujur. Tadi tuh aku ketemu dengan kak Rendy, terus dia ngajakin aku ke taman sebelah mini market buat ngobrol sebentar". ucap Delia dengan patuh


"Siapa Rendy sebenarnya, dan ada hubungan apa antara kau dan dia?" cecar Arya kepada Delia


"Wahai tuan muda yg terhormat. Percayalah jika kak Rendy adalah tetangga sebelah rumahku. Kami kenal sejak kecil karna hidup di lingkungan yg sama. Karena tadi gak sengaja ketemu jadi dia ngajak ngobrol sebentar" ucap Delia menerangkan kepada Arya.


"Terus kenapa pake acara pegangan tangan segala?" lanjutnya lagi menatap Delia.


"Ma-ma na ada... Itu....." Delia ragu untuk menjelaskan nya.


Namun ia langsung melihat tatapan Arya yg tajam ia langsung menjelaskan semuanya.


"Tadi kak Rendy sempet menyatakan perasaannya pada Delia, terus Delia tolak, gak mungkin kan Delia Nerima padahal dua Minggu lagi Delia bakal nikah" jawabnya polos.


"Benarkah begitu kejadiannya, kamu tidak berbohong. Pintar gadis kecil, lain kali kalo mau keluar harus izin aku dulu kamu mengerti" ucap Arya yg hanya di angguki Delia. Ia sangat menurut sekali seperti seorang anak yg menurut pada ibunya.


"Bagus, yasudah pergi tidur sekarang dan besok kamu boleh berangkat kuliah seperti biasanya." lanjutnya langsung mendapat tatapan berbinar dari Delia.


"Wah, apakah benar, Horeeeeee akhirnya bisa kuliah juga " ucap Delia yg langsung memeluk tubuh Arya.


"Gadis kecil tolong lepaskan, apakah kau tidak merasakan di bawah sana ada yg berdiri namun bukan keadilan" ucap Arya sambil melirik ke bawah.


"Huwaaaaa... dasar bos mesum" jawab Delia menutup wajahnya yg ikut merona


"Ha ha ha ha... baru tau berdiri aja udah malu malu, apalagi kalo udah merasakannya" lanjut Arya terbahak-bahak.


"Hentikan ocehann mu bos mesum, aku tak ingin mendengarnya lagi" sambung Delia berlari menghindar.


Asisten Jo yg sedari tadi memperhatikan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tak menyangka jika tuannya bisa semesum itu. Padahal waktu pacaran dengan Marsha ia hanya menjawab perkataan seperlunya.


"Kenapa dengan kepala mu Jo, apa kau sedang sakit" tanya Arya yg melihat asistennya menggelengkan kepala.


"Ah tidak, tadi ada nyamuk yg berkeliling di kepalaku" jawab Jo dengan asal asalan.


"Hem..... besok suruh bodyguard itu ngikuti kemanapun Delia pergi. Dan laporkan apapun kegiatannya " ucap Arya pada asisten jo.


"Baiklah, sepertinya pekerjaan udah selesai, lebih baik aku pulang dulu" jawab asisten Jo dengan lesu.

__ADS_1


"Nginap lah disini Jo, kumpulkan tenagamu untuk besok"


"Baiklah, aku permisi dulu.


**********


Pagi hari seperti biasa, mentari menyilaukan cahayanya melalui celah jendela. Membangunkan setiap insan yg terlelap dalam tidurnya. Kini Delia menyipitkan matanya karena ia menghadap ke arah jendela.


"Hem, ternyata sudah pagi , sebaiknya aku siap siap dulu. Bukankah hari ini aku di perbolehkan masuk kuliah" gumamnya sembari mengumpulkan nyawanya.


"Ahhh.... enaknya tidur semalam" lanjutnya meregangkan otot-otot nya.


Kemudian ia bergegas menyambar handuknya dan mengguyur badannya di bawah shower.


"Duhhhh segernya... aku harus semangat hari ini. Semangat semangat horeeeeeee" teriak Delia di dalam bathtub


20 Menit kemudian ia keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya. Tak lupa ia memakai baju dan mulai merias sedikit wajahnya.


"Perfect sekarang waktunya berangkat, let's go...." teriak Delia gembira.


"Pagi ma pagi pa..." ucap Delia kepada calon mertuanya.


"Hari ini Delia masuk kuliah ma, tadi malam mas Arya sudah kasih izin Delia" ucap Delia yg duduk di meja makan.


"Kalo gitu kamu sarapan dulu aja, kalo kamu nungguin Arya pasti terlambat"


"Ah tidak usah ma, nanti Delia makan di kantin aja. Sekarang Delia berangkat dulu ya mah pah. Assalamualaikum " ucap Delia dengan berlari


"Waalaikum salam, hati hati nak jangan berlari" teriak mama Renata dari dalam.


********


Sepanjang perjalanan senyum sumringah dan wajah berseri nampak terulas di bibirnya. Tak henti hentinya ia tersenyum memandang jalan yg ia lewati.


Beberapa kali pak supir melirik nona mudanya melalui spion yg sedang bahagia hari ini. Sang supir pun ikut tersenyum simpul.


"Pantesan tuan muda tergila gila dengan non Delia, ia gadis yg murah senyum dan, lihatlah senyumannya bikin candu orang yg melihatnya" gumam pak supir dalam hati.


Jauh di belakang mereka terlihat mobil melaju mengikuti mereka. Delia dan pak supir pun tak menyadari hal itu, mungkin mereka pikir tujuan mereka sama dengannya.

__ADS_1


Mobil pun masuk kedalam pekarangan kampus dan berhenti di area parkir mobil. Pak supir pun membuka pintu untuk nona mudanya.


*Silahkan non Delia. " ucap pak supir membuka pintu mobilnya.


" Terima kasih pak, lain kali tak usah repot repot bapak sudah mengantarkan ku selamat sampai kampus pun aku sudah berterima kasih" jawab Delia sambil tersenyum.


"Tidak apa non, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai supir" jawabnya sambil membungkuk.


"Baiklah pak, terima kasih sekarang pulanglah hati hati di jalan ya " ucap Delia melambaikan tangannya sambil tersenyum.


"Non Delia memang beda, iya mau bergaul dengan siapa saja bahkan ia malu melambaikan tangannya kepadaku" gumamnya lirih.


Delia berjalan menuju kelasnya, berbagai tatapan kagum tertuju olehnya. Banyak para lelaki yg tidak berkedip menatapnya. Bahkan sampai ada yg mengeluarkan air liurnya. Berbeda dengan tatapan para gadis yg menatapkan dengan tatapan iri serta ingin menelannya bulat-bulat.


"Dasar gadis caper, apa cantiknya dia cantikan juga aku" ucap salah satu ketua geng anak yg di angguki oleh lainnya.


"Iya, penampilannya aja kampungan cuma modal wajah doang" lanjut yg lain tak kalah iri nya


Delia yg mendengar ocehan mereka hanya membalasnya dengan senyuman, buat apa meladeni mereka , toh Delia sama sekali tak punya masalah dengannya.


Ia mencari keberadaan Tania dan berhenti sejenak di bawah pohon lalu berpose sambil tersenyum



"Tania di mana sih, hari udah mau siang nih apa dia gak masuk hari ini" gumamnya sambil celingak celinguk.


"Dorrrrrrrrrr ha ha ha ha ha" ucap Tania yg mengejutkan nya dari belakang.


"Astaghfirullah Tania.... untung gue gak jantungan. Kemana aja sih di cariin juga" ucap Delia dengan cemberut.


"Tadi habis dari kantin beli sarapan, nih kamu mau nggak aku tadi beli dua" ucap Tania menyodorkan makanannya.


"Beneran nih, kau makan satu bungkus kenyang gak?" goda Delia sambil cengengesan.


"Cukuplah, kau tak lihat sekarang aku sudah langsing dan seksi. Ini semua karna aku mengurangi porsi makanku" balas Tania bangga dengan bentuk tubuhnya.


"Iya percaya kok, sekarang kita sarapan dulu deh, kebetulan dari aku gak sarapan di rumah hehehe" ucap Delia yg sudah tak tahan.


"Kita duduk di sana aja lah, lumayan adem disini panas nanti kulitku hitam" sahut Tania menggeret tangan Delia.

__ADS_1


Kedua kini menikmati sarapan paginya dengan bercanda dan saling mengejek. Karena sudah lama tidak bertemu membuat keduanya saling rindu.


__ADS_2