Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 60 Penyelidikan 1


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu. Kini kondisi nyonya Renata semakin membaik bahkan sudah di anjurkan untuk pulang. Tetapi ini berbanding terbalik dengan suaminya. Kondisinya semakin menurun, dan itu membuat nyonya Renata sedikit khawatir.


"Selamat pagi mamaku yg cantik. Lihat nih Arya sama Delia bawain makanan kesukaan mama. Dan mama tau, Delia loh yg masakin spesial buat mama" Arya menghampiri mamanya yg berada di taman belakang rumah.


"Mama tidak lapar nak, lebih baik kamu saja yg makan. Bukankah makanan kesukaan mama sama seperti makanan kesukaanmu?" jawab mamanya tanpa menoleh ke arahnya


"Ma, jika mama tidak makan, terus mama ikutan sakit. Siapa yg bisa bantu Arya ma? siapa lagi yg menasehati Arya? dan siapa yg menyemangati papa untuk sembuh?" ucap Arya dengan lirih. Ia tahu, ia juga merasakan kehilangan sosok papanya. Sosok yg selalu memberinya banyak arahan. Tak hanya sekedar urusan pekerjaan, namun juga tanggung jawab yg sudah ia emban selama ini.


"Arya tau ma, pasti ini sulit buat mama. Tapi kita semua harus saling menguatkan ma. Kita harus percaya jika suatu saat pasti papa sembuh dan sadar dari komanya. Dan berkumpul bersama kita semua" lanjutnya dengan mata yg berkaca kaca. Arya melangkahkan kakinya mendekati mamanya lalu memeluk mama yg selama ini ada untuknya


"Terima kasih nak, kamu sudah mengingatkan mama. Mama minta maaf karena ini semua salah mama. Mama yg sudah memaksa papa untuk liburan kala itu. Jika saja waktu itu mama tidak mementingkan rasa ego mama pasti tidak akan seperti ini" bendungan air matanya pun tak bisa di tahan dan lolos begitu saja. Tak pernah di duga, jika permintaannya kala itu membuat celaka seperti ini.


"Hussshh.. mama tidak boleh berkata seperti itu. Ini semua sudah takdir ma, jadi kita harus menjalani nya dengan ikhlas. Dan kita juga lagi berusaha untuk kesembuhan papa. Jadi mama stop salahin diri mama sendiri ya." perlahan mama Renata pun merasa tenang.


"Yasudah, sebaiknya kita makan bersama dan setelah itu kita jenguk papa dan berikan semangat untuknya."


Sarapan pagi hari ini sedikit berbeda dengan adanya mama Renata. Biasanya, mama Renata tidak mengikuti sarapan makan siang bahkan makan malam bersama. Ia selalu mengurungkan diri di taman ataupun di dalam kamarnya. Tapi kini, pagi yg sangat berbeda. Semua anggota keluarga pun tampak semangat menyambutnya dan suasana pun menjadi hangat.

__ADS_1


"Mama... syukurlah mama mau sarapan bareng. Delia kangen tau momen kayak gini." Delia yg melihat mertuanya dari arah jauh pun bergegas menuntunnya untuk duduk di kursi.


"Terima kasih sayang, mama juga kangen sarapan seperti ini" jawab mama renata dengan senyuman mengembang.


"Mama mau makan apa , biar Leony yg ambilin yah. Dan ini semua adalah masakan aku dan Delia. Iyakan Del.?" timpal Leony tak mau kalah. Ia mengambilkan beberapa lauk khusus untuk mertuanya.


"Wah benarkah? syukurlah jika menantu mama pintar memasak. Kalian memang menantu idaman." puji mama Renata untuk kedua menantunya.


Meskipun perbedaan antara Delia dan Leony sangat jauh, mama Renata tak pernah membedakan menantunya. Ia sangat menyayangi keduanya layaknya putri kandungnya sendiri. Leony yg berasal dari keluarga yg berkecukupan, tak pernah mengalami kesusahan, berbeda dengan Delia yg harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya.


"Nenek, nenek cepat sembuh ya. Kalau nenek udah sembuh kan angel bisa ajak main nenek." ucap Angel di sela sela makannya. Bocah cilik itu tak mau ketinggalan jika sudah berurusan dengan neneknya.


Suasana pun berubah menjadi hening kembali. Kini hanya tersisa dentingan sendok menjadi musik di setiap suapan mereka. Setelah semuanya selesai, mereka pun langsung menuju rumah sakit untuk menemani papanya.


*******


"Selamat pagi pak, kami sudah menyelidiki tempat ini dan hasilnya adalah semua karena rem blong. Jadi, jika bapak menemukan bukti ataupun kecurigaan nanti bisa hubungi atau datang langsung ke kantor." ucap polisi saat di lokasi kejadian.

__ADS_1


"Baiklah pak terima kasih atas kerja sama nya." balas Jo menggangguku ucapan polisi tersebut.


Setelah kepergian polisi tersebut, Jo menelusuri tempat kejadian tersebut. Selama satu jam lamanya, ia berada di tempat itu, kemudian ia harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Krekkkk......


"Apa ini? Jam tangan. Sepertinya aku pernah melihat jam seperti ini. Tapi dimana ya?" gumam Jo mengambil jam yg tak sengaja ia pijak.


"Sebaiknya ku ambil dulu siapa tau bisa menjadi barang bukti." ia mengambil jam tangan tersebut lalu memasukkan ke dalam saku jasnya. Tak lupa ia memakai sarung tangan saat mengambilnya.


Mobil yg di kendarai Jo pun sampai di parkiran perusahaan. Dengan langkah cepat ia menuju meja kerjanya. Karena akhir akhir ini kerjaan numpuk, jadi ia harus menyelesaikannya tepat waktu.


***********


**Beli pepaya beli semangka


Habis baca kasih like nya

__ADS_1


TERIMA KASIH ❤️**


__ADS_2