Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 28


__ADS_3

"Masalah apa? jangan terbelit belit, katakan dengan benar" lanjut Arya dengan penasaran.


"Maaf tuan, sebaiknya kita bicarakan besok saja, karena ini hal yg penting. Dan kita harus menyelesaikannya dengan baik" jawab asisten Jo dengan tenang.


"Baiklah Jo, besok pagi aku akan segera kembali ke kota dan tolong handle pekerjaan hari ini" ucap Arya dan langsung mematikan telponnya.


********


Malam harinya kini semua sudah berkumpul di meja makan. Delia ibu dan Sinta sedang memasak bersama dan menyiapkan makan malam. Iyah, karena Sinta sekarang sudah berubah, ia sudah tidak manja seperti anak kecil lagi. Bahkan setiap pagi ia sudah membantu pekerjaan rumah seperti halnya yg dilakukan Delia waktu di rumahnya.


"Akhirnya selesai juga y Bu masaknya" ucap Sinta yg sedang mengelap keringatnya.


"Iya nak, sekarang kita siapkan dimeja dan makan bersama" ucap ibu Sari yg di angguki kedua anaknya.


"Wah ternyata adikku yg manja ini sudah berubah ya, kakak jadi terharu lihatnya" ucap Delia yg pura pura mengusap air matanya.


"Kakak ini sedang memujiku atau mengejekku?" tanya Sinta pada kakaknya.


"Hahahaha tau aja sih, sebenarnya kakak tuh salut sama kamu. Kakak pikir kamu tetep seperti dulu. Tapi ternyata kamu bisa berubah dan sedikit dewasa." ucap Delia sambil mengelus rambut adiknya penuh kasih sayang.


"Iya dong kak, Sinta harus belajar seperti kakak, yg setiap hari membantu ibu bahkan bekerja keras demi aku dan ibu, terima kasih ya kak" ucap Sinta sambil memeluk kakaknya.


"Iya sudahlah jangan bicara yg sedih sedih, sekarang kita makan, bukankah kau tadi memasak masakan kesukaanmu juga?" ucap Delia mengalihkan pembicaraan.


Malam ini Delia sengaja memasak khusus untuk calon suaminya. Ia sengaja memasak masakan kampung yg di sukai oleh suaminya.


Mereka menikmati makan malam keheningan tidak ada yg bersuara hanya dentingan sendok yg menemani mereka .


Setelah selesai Delia merapikan meja dan mencuci piring yg di bantu oleh Sinta adiknya.


Sementara Arya lebih memilih duduk di ruang tamu dan menonton tv untuk menghilangkan suntuknya. Selang lima menit kemudian datanglah ibu Sari dengan membawa jus alpukat serta cemilan apa adanya.


"Minumlah nak, ibu tadi habis memanen buah begitu banyak, jadi ibu buatkan jus untukmu" ucap ibu Sari yg duduk di sofa bersama Arya.


"Ah ibu gak usah repot repot, terima kasih ya Bu" jawab Arya sambil meminum jusnya.

__ADS_1


"Bu, ada hal penting yg ingin Arya sampaikan kepada ibu" ucap Arya yg memulai percakapannya


"Ada apa nak, katakan saja"


"Begini Bu, aku sudah memutuskan untuk menikahi Delia dua Minggu kedepannya, apa ibu menyetujuinya?" tanya Arya dengan hati hati.


"Apa kamu yakin nak? kalo ibu sih terserah Delia nya aja. Karena Delia yg akan menjalankan pernikahan itu jadi ibu menyetujui apapun keputusan Delia." ucap ibu Sari kepada Arya.


"Menikah itu bukan hal yg mudah nak, di dalam pernikahan harus ada rasa saling percaya rasa tanggung jawab. Kalian harus saling mengerti satu sama lain. Ibu nasehatin kamu karena ibu ingin kamu mengerti keadaan Delia yg usianya jauh di bawah mu." ucap ibu Sari menasehati Arya.


"Iya Bu, Arya akan berusaha menjadi imam dan kepala keluarga yg baik untuk Delia. Dan belajar mengerti keadaannya." jawabnya dengan mantap.


"Waduh serius banget nih, gak ngajak ngajak lagi" sahut Delia yg baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


"Maklum lah sayang, kan lagi pendekatan dengan calon mertua " canda Arya kepada Delia.


"Oh gitu ya , terus gimana dengan pendapat ibu, apa ibu setuju" tanya Delia


"Ibu setuju jika kamu sudah siap nak, ibu akan mendukung apapun keputusanmu " jawab ibu Sari menatap anak sulungnya.


*********


Pagi yg sejuk udara dan embun menyatu membuat insan yg tidur bertambah nyenyak nya. Begitupun dengan Arya, ia terbiasa dengan kehidupan di kota yg panas sehingga ia pselalu menggunakan pendingin ruangan.


Berbeda jika di desa ini, ia merasakan udara alami yg menyehatkan ini. Dengan mata terpejam ia kembali menarik selimutnya dan merangkul bantal guling nya.


Saat ini Delia sedang menyirami tanaman yg berada di depannya. Selama ini ia tinggal di kota sangat merindukan tanaman yg selalu ia rawat.


"Hai bunga yg cantik, tumbuhlah dengan sehat. Aku akan selalu merawat kalian" ucap Delia begitu senang dengan bunganya.


"Sayang, hari ini kita harus kembali ke kota ,karena ada masalah yg harus aku selesaikan" ucap Arya yg mengagetkan Delia.


"Masalah apa? kenapa serius sekali?" tanya Delia.


"Aku pun belum tau, yasudah lebih baik kau mandi dan siap siap lah" ucap Arya pada Delia.

__ADS_1


Sebelum Arya dan Delia kembali ke kota, mereka semuanya melakukan aktivitas sarapan paginya sederhana namun terasa nikmat. Yah pagi ini Delia memasak nasi goreng dengan telor ceplok serta minum jus buah tentunya.


Selang 20 menit mereka semua menyelesaikan sarapannya, kini tinggal Arya dan Delia bersiap dan pamitan kepada ibunya.


"Bu Kita pamit dulu nya, besok besok kita akan menginap lebih lama lagi" ucap Delia pamitan sama ibunya.


"Iya nak, ibu mengerti. "


Keduanya sudah memasuki mobil dan melajukan dengan kecepatan sedang. Karena jalan desa kini ramai dengan para petani yg berangkat pagi.


Sekitar 10 menit kemudian, ia sudah berada di jalan raya dan menambah kecepatan tinggi. Pagi ini jalanan raya begitu mulus karena ia berangkat masih pagi jadi wajar jika lalu lintas kini tidak macet seperti kemarin.


Sesampainya ia langsung menuju mansion utamanya, lalu berpamitan dan langsung menuju kantor untuk membahas masalah baru yg bisa mengancam pernikahannya.


"Sayang, aku langsung ke kantor yah, kamu istirahat aja dulu. Kalo ada apa apa kamu bisa panggil mama dan papa" ucap Arya yg berpamitan pada Delia.


"Iya mas" jawabnya dengan tersenyum


"Apa kamu bilang, kamu memanggil ku dengan sebutan mas?" jawab Arya dengan senyuman mengembang.


"Iya mas, karena aku nyaman dengan sebutan itu. Yasudah kamu cepat berangkat dan selesaikan masalah itu" jawab Delia tersenyum.


Arya memasuki mobil dengan melambaikan tangannya untuk Delia, setelah itu ia melajukan mobilnya menuju gedung kantornya.


Suara deru mobil Arya memasuki gerbang perkantoran ya. Kini mobilnya di ambil alih oleh satpam dan di parkiran di garasi khusus CEO perusahaan.


Dengan langkah gagahnya iya berjalan menuju lift lantai atas ruangannya.


"Tuan ada kabar mengejutkan dari pengawal kita yg menjaga tikus tikus itu?" ucap asisten jo memulai pembicaraannya.


"Masalahnya apa langsung to the point' " balas Arya yg sudah tidak sabar.


"Begini tuan, ketiga tikus itu melarikan diri ke negara S dan itu semua dibantu oleh Marsha" ucap asisten Jo


"Marsha? kenapa dia selalu mengacaukan ku apa dia tidak puas dengan apa yg aku berikan" amarah Arya kini membuncah.

__ADS_1


"Dan satu lagi tuan, mereka sekarang sedang merencanakan sesuatu agar tuan dan nona Delia tidak bisa menikah. Menurut info yg saya dapat dari pengawal kita, mereka tidak ingin melihat tuan senang dan bergembira di atas penderitaan mereka" ucap Jo dengan hati hati.


__ADS_2