Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 53 Tania Rendy 2


__ADS_3

"Begini Tania.... Sebenarnya aku ingin kita jalanin aja hubungan ini. Sepertinya aku nyaman denganmu. Bukan karena pelarian, sungguh semua ini karena rasa nyaman jika berada dekat denganmu. Aku ingin kita pendekatan dulu, pendekatan karakter masing masing. Agar nantinya aku paham semua tentangmu dan kamu juga paham tentangku. Apa kau mau Tania.?" ucap Rendy dengan nada lembutnya. Rendy mengatakan semua isi hatinya. Ia juga tak ingin mengejar cinta yg sudah menjadi milik orang lain. Lebih baik ia menatap ke depan, demi masa yg akan datang.


"Emmm... gimana ya kak. Emmm baiklah, berarti kita bisa menjadi sahabat bukan. Aku akan mencobanya kak. Dan aku yakin keputusanku tidak akan mengecewakan ku lagi" balas Tania dengan tatapan senangnya. Karena, ia pernah di tolak oleh orang yg berada di depannya. Mungkin dulu, dirinya terlihat seperti anak kecil yg sedang mengagumi seseorang. Makanya cinta nya yg tulus di tolak olehnya.


"Maafkan aku yg dulu Tania. Sungguh aku tak bermaksud menyakiti hatimu. Aku ingin kau melupakan masa lalu, dan sekarang kita mulai lagi dari awal." Rendy seakan tau isi hatinya. Ia juga merasa bersalah karena telah menyakiti hatinya 3 tahun yg lalu. Rendy juga pada saat itu masih mengejar cintanya untuk Delia. Namun Delia selalu saja menolaknya dengan alasan ingin fokus sekolah.


"Tak apa kak, biarlah menjadi cerita. Oh iya kak, Hari ini Delia lagi liburan loh. Enaknya minta oleh oleh apa ya?" Tania mengalihkan pembicaraan nya. Karena tak mau melihat rasa sesal di raut wajah Rendy.


"Benarkah? kemana dia liburan. Kenapa nggak ngajak kita berdua juga. Kan bisa jadi double date kan" jawab Rendy ikut antusias.


"Emm.. mereka ingin bulan madu kak, masa iya kalau bulan madu ajak ajak kita. Yang ada kita jadi nyamuknya. Apalagi ke pulau Bali, itu salah satu wisata yg ingin Delia kunjungi kak." jawab Tania lagi.


"Betul juga yah, kalau begitu kenapa kamu tidak pulang kampung aja. Bukankah ini liburan. Kalau mau sekalian barengan. Sudah lama aku tidak bertemu dengan ibu dan kampung halaman" Tania yg mendengar itu pun tersenyum senang.


"Ide bagus kak, lumayan satu Minggu di kampung obat rindu dengan keluarga" balas Tania yg di angguki oleh Rendy.


Keduanya pun beranjak dari tempat duduknya dan bersiap pulang untuk mengemas barang yg di bawa pulang ke kampung.


Rendy sudah lama gak pulang kampung sekitar 3 tahun yg lalu. Ia sengaja tidak mau pulang kampung sebelum sukses di kota itulah prinsip yg ia tanam di dirinya.

__ADS_1


Setelah berhasil dengan pencapaian nya, ia ingin mengajak kedua orang tuanya tinggal di kota bersamanya. Karena kedua orang tuanya sudah tua dan tidak ada yg mengurus lagi. Rendy adalah anak satu satunya, makanya ia bertekad keras ingin membahagiakan kedua orang tuanya.


Tepat pukul 15.00 wib, Rendy menjemput Tania di kos kosannya. Keduanya memasuki mobil milik Rendy dan segera melakukannya membelah kota di sore hari ini.


"Kak Rendy mau di kampung berapa hari. Terus nanti kalo Tania mau balik lagi sama siapa dong?" tanya Tania saat berada di dalam mobil.


"Kamu tenang saja, aku kembali saat kamu juga ingin kembali. Jadi kita akan kembali kesini bersama. Aku juga ingin tunjukkan kepada kedua orang tuaku jika aku juga bisa mendapatkan seorang wanita impianku" Rendy tersenyum dan menatap dengan tatapan teduhnya.


"Kau terlalu berlebihan kak, ku harap kak Rendy bisa mengerti akan sifat kekanak-kanakan ku ya" balasnya dengan jujur. Rendy hanya membalas dengan mengelus pucuk rambutnya.


Mobil telah melewati perkotaan, kini keduanya tengah berada di antara tebing tebing pohong di sepanjang jalan. Mereka harus melewati jalanan yg sedikit berbelok menanjak dan menurun. Untungnya tadi Tania sudah minum obat mabuk perjalanan, jadi ia tak perlu kuatir.


"Tentu saja, rasanya ngantuk banget. Apa ini pengaruh obat mabuk perjalanan ya? Tapi gapapa lah, lebih baik aku tidur dulu" balas Tania mulai menutup matanya.


Kini tinggal Rendy yg fokus dengan setirnya. Untuk mengusir rasa sunyi nya, ia menghidupkan musik dengan pelan dan tak lupa ia mengambil permen untuk merilekskan matanya.


Tepat azan magrib berkumandang, mobil yg di tumpangi keduanya telah memasuki gerbang desanya. Cukup jauh, antara rumah Tania dan Rendy. Rendy mengantarkan Tania sampai depan rumahnya. Tak lupa membantunya mengangkat barang dan bersalaman dengan ibunya Tania. Setelah selesai, ia kembali ke mobil dan melaju ke arah rumahnya.


Rumah yg sudah lama ia tinggalkan, banyak kenangan di masa kecilnya penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"Waktu berlalu dengan cepat, sepertinya baru kemarin aku main kejar kejaran. Baru kemarin aku lulus sekolah dasar. Dan baru kemarin juga aku masuk sekolah SMA dan lulus. Sekarang aku sudah dewasa. Oh tuhan, jangan kau ambil kedua orang tuaku, sebelum aku melihat senyum terukir di wajah keduanya. Sebelum aku berbakti kepadanya." gumam Rendy di dalam hatinya.


"Assalamualaikum Bu pak," ucap Rendy mengetuk pintu rumahnya. Karena waktu magrib, jadi wajar saja jika pintu rumahnya di tutup.


"Wa'alaikum salam. Ya Allah Gusti nak. Kamu pulang, kenapa gak kabarain bapak sama ibu dulu. Ayo masuk dulu nak" ucap ibunya dengan suara tercekad. Bukan karena apa, beliau begitu kaget dengan kehadiran putranya yg telah lama tidak pulang ke kampung. Anak satu satunya yg mereka rindukan.


"Hehe maafin Rendy ya Bu pak. Baru sekarang Rendy pulang. Gimana kabar ibu sama bapak" tanya nya setelah duduk bersama kedua orang tuanya.


"Alhamdulillah nak, ibu sama bapak sehat bugar. Bahkan setiap hari bapak rajin berjemur dan olahraga. Agar nantinya saat kamu pulang, kita terlihat seperti adik dan kakak" gurau bapaknya yg sudah lama tidak ada teman bersenda gurau.


"Ah bapak terlalu percaya diri. Bahkan sebentar lagi bapak akan menjadi seorang bapak mertua. Jadi mau tidak mau secepatnya juga akan menjadi kakek" balas Rendy terhadap bapaknya


"Wah benarkah nak? kamu sudah punya calon istri. Kenalin dong ke ibu dan bapak" sahut ibunya dari dalam sembari membawa minuman dalam nampan.


"Insyaallah lusa ya ibu, Rendy bawa kemari. Dan Rendy harap ibu dan bapak bisa memberi restu." Rendy melanjutkan meneguk air hingga tandas.


*****


Maaf banget ya akhir akhir ini author malas banget untuk up. Apalagi kerjaan author ibu rumah tangga dan mengurus baby, jadi waktunya harus di bagi sama rata. Dan untuk merangkai kata dan memikirnya alurnya itu tidak mudah. Jadi tolong berikan saran yg membangun yah. Jangan lupa beri dukungan dan semangat agar author lebih giat lagi up setiap hari.

__ADS_1


Terima kasih love u ❤️❤️❤️


__ADS_2