
"Marsha? kenapa dia selalu mengacaukan ku apa dia tidak puas dengan apa yg aku berikan" amarah Arya kini membuncah.
"Dan satu lagi tuan, mereka sekarang sedang merencanakan sesuatu agar tuan dan nona Delia tidak bisa menikah. Menurut info yg saya dapat dari pengawal kita, mereka tidak ingin melihat tuan senang dan bergembira di atas penderitaan mereka" ucap Jo dengan hati hati.
"Jo......
"Baik tuan, akan saya laksanakan" ucap Jo yg sudah hafal dengan tatapan tuannya.
Keluarnya asisten Jo dari ruangannya Arya ,kini ia sedang meredamkan amarahnya dengan memijat keningnya.
" Aku harus berhati hati dengannya, apa aku punya masalah dengannya?" gumamnya memikirkan Marsha yg sudah mengacaukan nya selama ini.
Selang beberapa menit kemudian, Jo kembali masuk kedalam ruangan Arya dan memberikan sebuah informasi mengenai wanita ular tersebut.
Marsha Sandy Nicolas adalah putri tunggal dari pasangan suami istri nyonya Halena dan tuan Nicolas. Keluarga tersebut mempunyai perusahaan yg besar di negara Australia.
Namun ketika awal tahun 2018 perusahaan tersebut mengalami penurunan drastis yg mengakibatkan perusahaan tersebut gulung tikar. Awalnya perusahaan tersebut kalah tender besar dengan perusahaan Nugroho ITS, karena iya berbuat curang maka tender tersebut jatuh ke tangan perusahaan Nugroho ITS.
Setelah kabar kebangkrutannya, kini keduanya bercerai dan menjalani hidupnya masing masing.
"Lalu apa masalahnya denganku? aku tidak pernah menyenggol nya sekalipun. Bahkan aku memegang perusahaan ini baru enam bulan." ucap Arya yg tak habis pikir.
"Mungkin mereka mengira kebangkrutan mereka karena perusahaan ini tuan." lanjut Jo kembali.
"Baiklah, sebaiknya kita bicarakan saja dengan papa di rumah. Pasti masalahnya dulu dengan papa, dan mereka membalasnya lewat diriku" jawab Arya menganalisa.
"Betul tuan, saya juga berpikiran seperti itu, dan kalo boleh saya sarankan, lebih baik nona Delia di beri pengawal agar tidak terjadi apa apa" ucap Jo memberikan saran.
" Ide bagus Jo, aku akan mengirimkan pengawal yg menjaganya dengan jarak jauh ke manapun Delia pergi. Karena aku tau, Delia sangat risih jika di kawal oleh bodyguard" balas Arya menatap Jo.
"Sekarang kau carikan bodyguard yg sudah terlatih dan bayar berapapun yg ia minta dan itu harus berjenis perempuan. Aku tak ingin seorang pria terus menerus menatap bahkan memandang Delia walau jarak jauh" lanjutnya lagi.
"Baiklah tuan, saya permisi dulu"
**********
Di tempat lain kini Delia sedang sibuk ponselnya . Karena seminggu ini ia tidak kuliah dan harus di rumah ia begitu rindu dengan sahabat karibnya Tania.
Ia sedang menunggu chat yg ia kirim melalui aplikasi berwarna hijau ini. Namun yg di tunggu tunggu pun belum juga membalasnya.
__ADS_1
Lelah? tentu saja karena menunggu yg tidak pasti itu menyakitkan.
Akhirnya ia turun dari ranjangnya dan bergegas keluar dari kamar menuju ruang keluarga.
"Loh non, apa non Delia mau sesuatu? biar bibi yg buatin jus atau cemilan?" tanya bi Jum yg sedang melewati Delia.
"Ah tidak usah bi, hanya saja aku suntuk bi di rumah tidak ada kerjaan mana di rumah sepi lagi. Oh iya mama sama papa kemana bi?" tanya Delia pada BI Jum.
"Nyonya sama tuan tadi keluar sebentar, katanya ada urusan dengan pihak WO untuk acaranya non Delia dengan tuan muda" jelas BI Jum.
"Oh begitu ya Bi, kalau gitu aku izin sebentar ya Bi mau ke mini market yg ada di ujung sana. Kayaknya siang siang kayak gini enaknya beli ice krim dan Snack lainnya" ucap Delia berpamitan pada BI Jum.
"Tapi non, jangan lama lama ya bibi takut nanti tuan muda pulang dan mencari non Delia namun tidak ada di rumah." balas Bi Jum dengan kuatir.
"bibi tenang saja, jika bibi di marahin maka aku akan membela bibi dengan sekuat dan semampuku." balas Delia berjalan kearah pintu.
Saat ini ia sudah memakai helm dan juga mengendarai motor maticnya. Lalu mengendarainya dan meminta izin kepada satpam sang penjaga yg di angguki itu tandanya ia boleh untuk pergi sebentar.
Tidak menempuh waktu yg lama hanya lima menit ia mengendarainya kini telah sampai di depan mini market tersebut.
"Akhirnya bisa keluar rumah juga, bisa menghirup udara segar walaupun di siang hari hehehe" ucapnya dengan lirih.
" Emm beli apa lagi ya? kayak nya udah semua nih. Lebih baik aku cepat cepat pulang agar tidak di marahi oleh mas Arya." gumamnya menuju kasir.
Saat menuju kasir, seseorang menepuk pundaknya seketika ia pun berbalik dan mencekam lalu memutar tangan orang tersebut.
"Ah... Delia tolong lepasin" ucap orang tersebut mengaduh
"Ka-k Kak Rendy ?" jawab Delia melepaskan tangannya.
"Iya ini aku, kamu ini apa apaan sih, "
"hehehe maaf kak, aku kira tadi orang jahat jadi aku harus waspada" balas Delia dengan senyum kikuk
"Masa ada orang jahat seganteng kakak ini" ucap Rendy dengan bangganya.
"Hemmm terserah kakak lah mau bilang apa"
"Eh Del.. habis ini mampir ke taman sebelah ya, kita sudah lama loh gak pernah ngobrol berdua" ucap Rendy pada Delia.
__ADS_1
"Tapi kak.. aku belum izin ke orang rumah. Lain kali aja ya" tolak Delia karena ia takut berlama lama diluar.
"Ayolah Del, mumpung kita ketemu nih" lanjut Rendy memelas.
"Oke deh, tapi sebentar ya kak, tadinya Lia pamit untuk beli ice cream ini" lanjutnya sambil menodongkan belanjaannya.
Rendy pun mengajak Delia duduk di taman sebelah mini market tersebut.
"Gimana ceritanya kok kamu bisa di kota sih. Bukannya kamu kerja di Alfa***t di ujung desa ya?" tanya Rendy memulai pembicaraan.
"Iya kak, tapi aku dan Tania bertekad ingin kuliah dan cari kerja di kota. Makanya aku ada di kota ini" jawab Delia yg menjilati ice cream nya.
"Terus ini sudah dapet kerjaan?"
"Sudah kak, bahkan aku dan Tania udah kuliah bareng"
"Oh iya Del ada yg mau kakak omongin serius ke kamu.."
"Ngomong apa kak, serius amat"
"Del, udah lama kakak kerja di kota ini untuk merubah kehidupan kakak menjadi lebih baik lagi. Dan yg menjadi dorongan kuat adalah untuk membahagiakan kedua orang tuaku dan untuk seseorang yg sangat aku cintai.
Dan saat ini aku telah mempunyai pekerjaan tetap walaupun tidak seberapa tapi kakak udah bersyukur banget.
Sekarang waktunya kakak untuk menyatakan cinta kepada gadis tersebut" ucap Rendy panjang lebar sambil menatap Delia dengan intens.
"Delia kakak sangat mencintai mu dari dulu hingga sekarang, maukah kamu menerima cinta kakak?" lanjutnya sambil memegang tangan Delia.
"Ah... anu.., Delia minta maaf kak, Delia hanya menganggap kakak sebagai kakak lelakiku, tidak lebih dari itu. Maaf kan Delia kak" balas Delia melepaskan genggaman tangannya.
Di sudut taman tersebut terlihat dua orang berbaju hitam tersenyum sinis dan mengambil gambar adegan Delia dan Rendy.
...***********...
***** **Halo semuanya ❤️❤️
Salam kenal dari author 🥰 Jangan lupa like komen dan vote ya. 🙏🙏 Terima kasih yg sudah menyempatkan mampir di karya pertama author ini
Love u all 😍😍😍**
__ADS_1