Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 14 Kencan berdua


__ADS_3

kring ...kring... kring (bunyi telepon berdering yg mengganggu waktu istirahatnya)


"Halo tuan ada apa?" jawab Delia di seberang sana


"Apa kau lupa dengan ajakanku tadi pagi? aku tunggu jam 7 malam dan berdandan lah karena aku ingin mengajakmu ke acara makan malam dengan rekan kerjaku" ucap Arya berbohong.


"baiklah tuan, saya akan bersiap siap dulu"


"Hem... aku tutup dulu"


"Kenapa aku bisa lupa, enak enak lagi istirahat juga, oh tidak ini sudah jam 6.30 gila gue belum mandi lagi.. "


ia berlari kesana-kemari mencari handuk dan ternyata handuk nya berada di tangannya.


"astaga .... ini handuk udan ditangan masih juga dicari cari" gerutu nya


15 menit ia menyelesaikan mandinya lalu mencari gaun yg cocok untuknya. tidak membutuhkan waktu yg lama ia sekarang sudang menggunakan gaun berwarna mocca dengan hiasan mutiara dibagian leher dan pinggangnya, di bagian depannya berbahan brokat premium berwarna keemasan dan model rok rumbai menambah kesan elegannya. Tak lupa ia memoles sedikit riasan wajahnya yg tak terlalu menor namun tetap enak dipandang. Setelah semuanya selesai tak lupa ia menyemprot minyak wangi aroma khas wanita.


Suara deru mobil sudah terdengar, menandakan Arya sudah sampai dihalaman kos kosannya. Ia bergegas keluar dan menuju mobil tuannya.


Saat menuju mobil Arya ia melihat tuannya yg melihatnya tak berkedip. sudah 3 kali ia menyadarkan tuannya tapi nihil yg ia dapatkan.


"Tuan... apa tuan baik baik saja"

__ADS_1


"Tuan.. apakah ada yg salah dengan diri saya"


"Tuan.... hellow" ucap Delia bertubi tubi namun tidak mendapatkan balasan apa apa


"CANTIK" ucap Arya yg menatap Delia dengan tersenyum


"Tadi tuan bilang apa? cantik?" tanya Delia dengan penasaran. Ia takut tuannya kesambet setan tapi emang ada setan ya? ia tampak berfikir dengan siapa tuannya berbicara padahal disini hanya ada aku dan tuan. Apa jangan jangan tuan sedang memujiku ya? Ah tidak... perasaan apa ini, kau jangan senang dulu Delia" gumam Delia yg mematung


"Iya kau sangat cantik malam ini" lanjut tuan Arya sembari mempersilahkan Delia masuk mobilnya


"Apa aku tidak salah lihat, Ahhhh sakit juga ternyata tidak mimpi" gumam Delia yg mencubit lengannya


"Jangan lupa sabuk pengamannya,, atau mau aku pasangkan?" ucap Arya dengan senyum devilnya


"Tidak usah tuan terima kasih"


"Terus aku harus manggilnya pake apa? mas ah tidak , emmm Om, mau kah ku panggil om? ucapnya dengan cekikikan


"hey kau kira aku ini om.mu, sejak kapan aku menikah dengan bibimu" balas Arya dengan cemberut


"terus apa dong? kakak? ah tidak sesuai..


Es batu atau ...... muka tembok?aku panggil es batu aja lah hahhaaha" gelak tawa memenuhi mobil

__ADS_1


"Hemm... terserah lah" jawab Arya lesu


Perjalanan menuju restoran menempuh waktu 30 menit. Ia memesan restoran yg berada di dalam hotel dengan konsep romantis. Entah ide asisten itu cocok atau tidak ia tidak tau, restoran tersebut berada di lantai atas hotel dengan pemandangan yg indah. Saat pintu memasuki ruangannya terdapat lorong yg sudah di dekor dengan hiasan bunga dan lilin lilin di sepanjang perjalanan. Saat pintu di buka menampakkan restoran yg di hiasi lampu kelap kelip di atasnya karena restoran ini tidak beratap. Tidak lupa juga di atas sana terdapat band yg siap menyanyikan lagu lagu romantisnya. Jika kita melihat kebawah terlihat hamparan laut yg indah.


"Maaf tuan apakah kita tidak salah tempat? kenapa suasana di sini jadi romantis seperti orang berpacaran? dan di mana rekan kerja kita?" tanya Delia berbuntut yg masih bingung


"Sudahlah, sebaik nya kita duduk dulu dan menikmati pemandangan laut yg indah ini" jawab Arya dengan santai


"Baiklah tuan"


Keduanya menikmati hidangan yg sudah di sediakan terlebih dahulu. Ia memesan menu kesukaan Delia yaitu bebek betutu ayam crispy dan rendang. Jangan tanyakan dari mana ia tau, semuanya Arya tau tentang diri Delia. Tidaklah sulit mencari latar belakang gadis tersebut apalagi ia bekerja di perusahaan nya.


"Sudah selesai tuan, lalu dimana rekan kerja kita?" tanya kembali Delia sambil celingak-celinguk


"Tidak ada, ini makan malam untuk kita berdua"


"Kita berdua? tapi ini terlalu berlebihan tuan"


"Delia... ada yg ingin aku sampaikan kepadamu" ucap Arya dengan serius


"Ada apa tuan" tanya Delia (kenapa suasananya jadi tegang begini ya) gumamnya dalam hati


" Delia..... Aku tidak bisa berkata kata manis dan aku juga tidak bisa bersikap romantis selayaknya seorang lelaki terhadap perempuan. Beginilah diriku dengan apa adanya.

__ADS_1


Entah sejak kapan rasa ini tumbuh di hatiku, aku ingin kau tau jika aku mencintaimu dengan tulus.


Aku ingin kau mengerti,, aku ingin menjalani bahtera rumah tangga denganmu. apakah kau mau menjadi pasangan hidupku?" ucap Arya dengan berjongkok memperlihatkan cincin yg dibawanya.


__ADS_2