Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 66 Sekertaris baru


__ADS_3

Pagi ini, Delia mulai berangkat kuliah, setelah berdebat dengan Arya. Arya meminta agar dirinya kuliah online saja, bukan karena apa melainkan karena ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu. Tak mau ambil pusing akhirnya ia pun mengiyakan permintaan istrinya tersebut dengan syarat, Mbk sila harus menjadi bodyguard nya lagi. Permintaan itu pun di setujui ya, karena memang kehadiran Mbk sila tidak mengganggu dirinya.


"Baik lah mas, aku setuju. Terima kasih udah izinin aku kuliah" ucap Delia mengecup kening suaminya.


"Sudah berani ya? jangan memancing di pagi hari jika tidak mau terlambat" ancam Arya dengan senyum menyeringai.


"Ah baiklah aku akan bersiap dulu" Delia berlari menjauh dari Arya. Ia mempersiapkan pakaian untuk Arya ke kantor serta pakaiannya ke kampus.


"Sepertinya mas Arya cocok pakai kemeja dan jas ini." Delia meletakkan di atas kasur dan bergegas mandi untuk menyegarkan badannya.


Setelah selesai mandi, Delia mengganti baju dan membantu suaminya memakaikan pakaiannya.


"Sempurna...." ucap Delia setelah membantu Arya. Ia menengadahkan tangannya ke hadapan suaminya dengan senyuman seimut mungkin.


"Ada apa sayang? kok senyum senyum gitu sih?" tanya Arya bingung dengan apa yg di lakukan oleh istrinya itu.


"Ah mas Arya gak peka. Upah dong, aku kan udah nyiapin baju bantu makein masa gak di kasih upah. Masa iya kuliah gak bawa duit. Terus kalo junior lapar gimana? kamu tega mas?" jawab Delia dengan mata yg berkaca kaca.


"Eh eh bukan begitu sayang. Baik lah kamu mau berapa Hem? bukankah aku sudah berikan kartu ATM ke kamu?" tanya Arya mengangkat sebelah alisnya


"Gak mau, aku maunya duit cash. Masak kamu se miskin itu si mas?"


"Iya iya setiap pagi maka aku akan kasih kamu 1 juta jika kamu menyiapkan semuanya seperti tadi, gimana?" bujuk Arya dan langsung di angguki oleh Delia.


"Setuju banget...!!" Delia berjoget ceria. Ia tak perlu susah susah menggesek kartu pemberian suaminya.


"Sudah ya sayang jangan begitu, Kasian junior" ucap Arya menghentikan tingkah istrinya.

__ADS_1


Keduanya turun ke bawah untuk sarapan sebelum berangkat. Tak lupa Jo yg sudah duduk di ruang tamu sembari membolak balikkan dokumen di tangannya.


"Jo, kemarilah. Sarapan bersama" teriak Delia mengajak Jo makan bersama.


"Baiklah nona, kebetulan perut saya sudah keroncongan." jawab Arya melangkah menuju meja makan.


Mereka bertiga pun melakukan sarapan dengan nikmat. Tak ada drama mual yg di alami oleh Delia. Ia sangat bersyukur karena junior bisa di ajak kompromi.


"Mas, aku berangkat duluan ya, Mbk sila udah nungguin nih dari tadi" ucap Delia saat selesai dengan sarapannya.


"Iya sayang, kamu hati hati ya. Kalau ada apa apa jangan lupa kabari aku" jawab Arya sambil mengecup kening nya.


"Yasudah aku berangkat dulu ya, assalamualaikum mas Arya" Delia menyalami tangan suaminya tak lupa ia mengedipkan sebelah matanya dengan jahil. Arya yg melihat itu hanya bisa geleng geleng kepala sambil tersenyum.


POV ARYA


"Maaf tuan, mari kita berangkat sekarang, karena kita ada jadwal meeting pagi" ucap Jo mengagetkanku. Ku langkahkan kaki ini masuk kedalam mobil. Dan mobilpun melaju meninggalkan pekarangan rumah.


"Jadwal hari ini apakah padat Jo" tanyaku kepada nya. Karena aku ingin pulang lebih awal dan memanjakan Delia. Aku ingin menjadi suami yg siap siaga. Dan selalu di butuhkan istri di saat hamil seperti ini.


"Tidak tuan, kebetulan jadwal hari ini cukup renggang. " Jo mengatakan sambil melihat isi tablet di tangannya.


"Baiklah jika begitu Jo, lalu apakah sudah ada sekertaris yg menggantikan Delia. Karena aku ingin Delia fokus dengan kehamilannya dan kuliah." tanyaku lagi


"Sudah tuan, kebetulan kemarin ia sudah mulai bekerja. Saya memberikan waktu percobaan selama tiga hari. Jika tuan cocok dengannya maka saya tidak akan menggantinya. Jika tuan tidak cocok maka saya siap mencarikan yg baru." jelas Jo dengan panjang lebar.


Tak ada percakapan selanjutnya, karena aku masih kepikiran dengan kondisi mama dan papa yg berada di negara tetangga. Semoga saja sang kuasa memberikan umur panjang dan kesembuhan kepada papa.

__ADS_1


Setelah 30 menit perjalanan, kini mobil masuk ke pekarangan kantor dan menuju parkir khusus Presdir.


Semua karyawan berbaris rapi untuk menyambut tuannya. Dengan tatanan yg rapi semua menyambut dengan senyuman dan berdiri


"Selamat pagi pak" ucap semuanya.


Ku angguki semuanya, dan ku lanjutkan menuju dimana ruangan khusus untukku. Setelah sampai, ku sender kan punggung ini ke kursi.


"Permisi pak, setengah jam lagi meeting bersama para petinggi perusahan. Dan ini dokumennya silahkan anda periksa." ucap sekretaris Dinda yg sengaja menonjolkan tubuhnya.


"Baiklah, sekarang keluarlah." jawab Arya yg risih dengan pemandangan di depannya.


"Baik pak, saya permisi" Kepergiannya dari ruangan membuat Arya langsung menelpon Jo untuk keruangannya.


"Ada apa tuan?" ucap Jo saat memasuki ruangan tuannya.


"Dari mana kau dapatkan sekertaris seperti itu hah?" ucap Arya tanpa basa basi.


"Maaf tuan, hanya dia yg mendaftar waktu itu, jadi mau tidak mau dia yg di terima. Apakah ia melakukan kesalahan?" tanya Jo balik.


" Tidak, aku hanya risih dengan pakaian yg ia gunakan. Tolong kamu beri tahu dia untuk kedepannya berpakaian yg sopan. Ini kantor bukan tempat hiburan." jelas Arya dengan tegas.


"Baiklah tuan, perintah anda akan saya laksanakan. Jika tidak ada lagi maka saya undur diri" Jo izin keluar ruangan.


Arya pun bersiap menyiapkan dokumen yg akan di bawa setelah selesai ia pun menuju ruang meeting.


*******

__ADS_1


__ADS_2