Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 71 Sarapan pagi


__ADS_3

Rintik hujan di pagi hari seperti lagu. Membuat nya tetap terlelap dan enggan untuk bangun. Sejuknya membuat seseorang menarik selimut dan betah berada di dalamnya. Hujan pagi berkah dari sang kuasa untuk bumi ini. Menambah kehijauan dan pertumbuhan pepohonan dengan subur. Terima kasih atas rezekimu pagi ini.


"Mas bangun ah, aku laper" rengek Dalia dengan suara parau nya


"Emmm, jam berapa sayang." Arya mengucek matanya berusaha melihat jam di dinding. Dan ternyata jam menunjukkan pukul 06.25 wib.


"Baiklah sayang, kamu mau makan apa?" tanya Arya mengelus pucuk rambut istrinya.


"Pengen nasgor aja mas, kasih sayur yg banyak terus minyaknya sedikit yah biar gak eneg" jawab Delia menjelaskan.


"Baiklah, sang pangeran akan memasak untuk tuan putri. Silahkan tuan putri jika ingin menunggu dibawah" jawab Arya menggoda istrinya.


"Ah mas lebay, jadi malu" Delia menutup kedua pipinya yg terasa panas akibat ucapan Arya.


"Gitu aja udah malu. Biasanya kan kamu malu malu in" Arya mulai mengejek dan tertawa.


"Wah gitu yah, habis di puji eh malah di ledek" Delia cemberut memonyongkan bibirnya.


"Hanya bercanda sayang, gemes aku tuh lihat kamu. Yasudah sebaiknya kamu siap siap, bukankah hari ini jadwal kuliah?" tanya Arya kepada Delia.


"Yaps betul, sebaiknya mas yg masak dan aku yg siap siap oke" balas Delia mencium kedua pipi suaminya dan berlalu sambil tertawa cekikikan.


"Awas kamu ya, aku balas loh" teriak Arya sambil menggelengkan kepalanya.


Kemudian ia turun kebawah dan siap bertempur di dapur. Ia meminta resep nya dari BI Jum. Semuanya ia kerjakan sendiri tanpa bantuan dari pekerja dapur. Karena akhir akhir ini Delia lebih suka apapun masakan Arya. Makanya dengan semangat ia memasak untuk istri dan calon buah hatinya.

__ADS_1


"Oke, sekarang tinggal cuci sayurannya dan siapkan penggorengan." ucap Arya sendiri. Ia mengelap keringat yg bercucuran. Hanya memasak nasi goreng namun waktu yg ia gunakan hampir satu jam lamanya.


Sedangkan Delia kini telah memakai dres panjangnya di bawah lutut dengan rambut yg di biarkan ya tergerai.


"Perfect. Sekarang tinggal siapin baju mas Arya. Oh iya, kenapa mas Arya belum selesai ya?" pikirnya, lalu ia mengambil baju kantor milik suaminya dan keluar kamar untuk menemui Arya.


"Mas, cepat mandi air hangat sudah siap" bisik Delia dari arah belakang.


"Aishhh... nakal ya. Sebentar lagi sayang, ini tinggal kasih kecap dan garam" jawab Arya mengelap kembali keringat di dahinya.


"Sudahlah, biar aku yg teruskan. Sekarang mas Arya mandi dulu. Setelah itu kita sarapan sama sama" jawab Delia langsung mengambil alih.


"Baiklah sayang, kamu hati hati masaknya ya. Halo junior, papa mau mandi dulu ya, biar seger dan tampan lagi. Kalau papa gak tampan bisa bisa mama cari yg lebih tampan" ucap Arya memegang perut Delia. Ia mengajak bayinya berbicara sekaligus menjahili istrinya.


Delia sudah menyelesaikan masakan nya, kini ia menuju keatas untuk membantu suaminya. Kini sudah menjadi aktivitasnya, ia akan melayani suaminya sebagaimana semestinya. Setelah ia menikah ia harus taat kepada suaminya, menghormatinya dan menjaga kehormatannya.


Tepat 08.00 keduanya turun dan sarapan bersama. Tak lupa Jo pun ikut serta dalam sarapan ini.


"Eh Jo, tumben dateng pagi, udah gak sibuk lagi ya." ucap Delia saat melihat kehadiran Jo.


"Iya nona, sekarang pekerjaan saya lagi senggang jadi datangnya pagi." jawab Jo dengan jujur.


"Ku rasa pekerjaanmu tidak padat Jo, sama seperti biasanya. Apa kau sedang mencari pekerjaan tambahan" tanya Arya yg penasaran. Yah akhir akhir ini Jo sering sekali menghilang entah kemana. Disaat ia membutuhkan Jo, Jo selalu tidak ada. Bahkan selepas dari bandara kemarin, ia menghilang hingga pagi harinya.


"Tentu saja saya mencari pekerjaan tambahan." jawab Jo dengan enteng. Ia akan menjahili tuannya. Toh, sudah lama mereka tidak bercanda kan? pikir Jo.

__ADS_1


"Apa? apa gaji yg aku berikan kepadamu itu kurang Jo. Sehingga kau mencari pekerjaan di luar sana. Atau jangan jangan, kau bekerja dengan perusahaan lain dan kau...."


"Sudah lah mas, ini waktunya sarapan bukan berdebat." Delia menghentikan ucapan suaminya.


"Hem, baiklah. Sekarang sarapan dulu Jo. Dan ingat, kau berhutang penjelasan kepadaku" Arya mengalah dan kembali duduk di kursinya.


Semuanya menyelesaikan sarapannya dengan baik, hasil masakan dari Arya tidak terlalu buruk, hanya saja kebanyakan kecap saja. Yah tidak apa, yg penting junior mau menerimanya dan tidak memuntahkannya lagi gumam Delia.


"Sayang, kamu mau berangkat sekarang atau bareng aku sama Jo?" tawar suaminya


"Emm.. boleh aku bareng mas, takutnya ngerepotin" jawab Delia ragu ragu.


"Tentu tidak, kau bersiaplah kita berangkat sama sama." Arya berdiri dari tempat duduknya dan mengambil berkas berkas yg berada di ruang kerjanya. Setelah semuanya dapat ia kembali turun dan menemui istrinya.


"Sudah semua" tanya nya dan di angguki oleh Delia.


Delia dan Arya duduk di kursi penumpang, sedangkan Jo menjadi supir sekaligus nyamuk bagi keduanya.


******


Sekian lama... aku menunggu... untuk kedatangan mu


Datanglah... kedatangan mu ku rindu 🤭


Jangan lupa mampir ❤️

__ADS_1


__ADS_2