
"Huhhhh... bukannya hari ini ibu dan Sinta datang kemari ya? terus kenapa belum sampai juga sih?" gumam Delia yg berada di dalam kamarnya
" Ah dari pada melamun lebih baik aku bantu bibi di dapur masakin masakan kesukaan ibu dan Sinta. iya benar sekali" lanjutnya sembari berjalan keluar kamar
Saat menuruni tangga, ia melihat kesibukan semua orang yg berada di rumah itu. Pelayan yg bisanya suka bersendau gurau kini wajah mereka berubah menjadi serius dan tegang. Akhirnya iapun mendekati salah satu kepala pelayan yg sering di panggil Bi Jum.
"BI Jum, ini ada apa ya? kenapa mereka serius sekali tidak seperti hari hari biasanya." tanya Delia dengan polos
"Ah nona muda ngagetin bibi aja. Iniloh, nanti malam keluarga mas Tama mau Dateng sekalian ibu nona juga , jadi para nelayan disini lagi menyiapkan makanan dan yg lainnya." ucap BI Jum
"Oh gitu ya Bi kirain ada apa hehehe., kalo gitu Delia bantuin ya Bi , soalnya Delia jenuh nih seharian dikamar terus" ucap Delia sambil cemberut.
"Nona tidak usah repot repot kalau sampai nyonya tau pasti kita yg dimarahin karna membiarkan nona muda kami bekerja. Dan kami juga pasti di potong gaji karna memakan gaji buta" balas Bu Jum bergedik ngeri
" Aduh, segitunya ya Bi, terus kalo gak boleh Delia ngapain dong? tanya Delia
"Nona bisa pergi ke taman atau menonton tv atau shoping juga bisa, biasanya kan anak muda sukanya shoping sama ke salon hihi" balas Bi Jum cekikikan
" Gak ah bi, Delia yg biasa pergi ke tempat kayak gitu, kayak buang buang duit aja. Yasudah Lia mau ke taman aja deh mau lihat bunga kembaran aku heheh" balas Delia dengan tersenyum
"Emangnya ada ya non, bunga kembarannya non Delia" tanya BI Jum dengan penasaran, karena selama ini bunga yg ada di taman hanya itu itu saja
" Ada dong bi, tuh lihat..." ucap Delia sambil menunjuk bunga Dahlia
"Itu bunga Dahlia non, bukan Delia " Ucap BI Jum geleng geleng kepala
"Iya Bi, Delia bilang nya kan kembaran hehehe Dahlia Delia hahahaha" balas Delia sembari tertawa menuju taman bunga.
__ADS_1
*****
"Gimana Jo, apakah semuanya sudah selesai?" tanya Arya pada asisten Jo.
"Sudah tuan, tinggal fitting baju dan membeli cincin, selain itu semuanya sempurna" jawab asisten Jo dengan tersenyum
"Baiklah, jam makan siang kau handle semuanya, aku mau pergi dengan gadis desaku Cinderella " lanjutnya dengan tersenyum simpul
"Baik tuan saya permisi dulu"
Kepergian asisten Jo, Arya kembali kedalam duduknya dan mengerjakan sisa sisa pekerjaan hari ini. Ia ingin segera pulang dan bertemu dengan Cinderella nya. Namun pekerjaannya tidak segera usai malah menambah terus menerus.
"Sial... kenapa gak habis habis .. dan ini kenapa laporannya terlihat mengganjal sekali. Perasaan penjualan dari bulan kemarin meningkat pesat, lalu kenapa dilaporan ini justru menurun secara perlahan. Kemana uang hasil penjualannya?" gumam Arya sambil menatap berkas yg dipegangnya.
"Siapa yg berani bermain api di belakangku? apa mereka meremehkan ku sehingga ia mau menipuku? itu tidak mudah! Aku Arya Adi Nugroho akan membasmi tikus tikus yg bermuka dua!" ucapnya dengan geram.
"baik tuan saya akan memanggil mereka sekarang" jawab asisten Jo
(siapa lagi yg sedang bermain dengan tuan muda, apa mereka tidak tau dengan kekuatan yg dimilikinya, bahkan tuan muda tidak mengampuni seorang penghianat sekalipun )
Saat ini asisten Jo sedang berjalan dengan 2 orang dibelakangnya yaitu Ferry dan Aldo. Yah keduanya lah yg mengatur uang hasil penjualan dan yg selalu melaporkan hasil penjualan di perusahaan ini. Keduanya tampak menunduk dengan wajah yg sudah putih pucat dan tangan yg meremas ujung kemejanya.
Sesampainya asisten Jo mempersilahkan keduanya memasuki ruangan direktur perusahaan. Dengan langkah yg berat keduanya masuk berjalan beriringan merasakan hawa yg dingin menyentuh kulit mereka.
"Apa kalian tau kenapa kalian di panggil kemari?" tanya Arya dengan tatapan tajam
"Ti.. ti... tidak tau tuan., kami tidak tau ada hal apa yg mengharuskan kita dipanggil kesini" jawab Aldo dengan gugup.
__ADS_1
"Kalian tidak tau atau memang pura pura tidak tau? Apa kalian tau siapa yg kalian hadapi saat ini?" lanjutnya dengan geram.
"Maaf tuan, kami tidak tau, memangnya ada apa tuan?" tanya Ferry dengan wajah yg ketakutan
" Baiklah jika kalian tidak mau mengakui kesalahan kalian, dan jangan salahkan aku jika kalian pulang nanti rumah kalian sudah disita bank sebagai penggantinya" lanjut Arya sembari memberikan dokumen pengalihan sertifikat rumah yg sekarang sudah ditahan oleh bank
"Hah..... bagaimana bisa tuan? Ini rumahku yg aku bangun dengan jerih payahku selama ini" tegas Ferry rak terima rumahnya disita
"Apa kau bilang? kau membangun rumahmu dengan jerih payahmu selama ini? bukankah rumah ini dibangun dengan uang hasil korupsi mu itu?"Bentak Arya melempar berkas yg sudah diubahnya
"Dan kau....!!! kau gunakan uang perusahaan untuk bersenang senang dengan wanita malam!!" lanjut tuan Arya melempar foto foto panasnya dengan wanita malam
"Kalian mau menggantinya atau aku jeblos kan kalian ke penjara bawah tanah ku? bukankah itu hal yg menyenangkan bukan?" lanjut tuan Arya sambil melototi keduanya
"Maaf kan kami tuan, kami melakukannya karena kami disuruh sama orang yg anda kenal? " ucap Ferry dengan tegas karena ia tidak mau kehilangan rumah dan tidak mau dipenjara.
"Kalian disuruh? siapa yg berani menyuruh kalian? cepat katakan?" jawab Arya dengan mata yg sudah memerah
"Ka.... ka... ka...kami.. "
"Kau tak ingat, jika kita membocorkan rahasia ini maka keluarga kita lah yg akan menjadi korban! apa kau mau anak dan istrimu di siksa dan dijauhkan darimu" bisik Aldo yg memperingati Ferry agar tidak membeberkan nya
"Apa kalian takut dengan ancaman pengecut itu? Baiklah jika itu yg kalian mau, maka aku tidak akan memaksa kalian untuk berbicara" ucap Arya dengan enteng
"Jo masuklah, sekarang kau bawa dua penghianat ini kedalam penjara dan matikan semua alat penghubung antara dia dengan si pengecut" ucap Arya dengan tegas
"Baiklah tuan, semuanya akan beres tuan tenanglah serahkan saja semuanya kepadaku" jawab asisten Jo dengan tegas.
__ADS_1