
Sementara itu, Tania dan Rendy kini berada di restoran bintang, dimana dirinya Delia bertemu dengan Rendy.
"Kamu mau makan apa? khusus kamu gratis deh" Rendy mulai membuka percakapan di antara keduanya.
"Apa saja, yg penting cocok di mulut. soalnya perutku Nerima apapun yg masuk, asalkan itu makanan" jawab Tania tanpa basa basi
"Baiklah, kalau begitu aku akan memesan inisemuanya. Dan kau senang untuk memilihnya. Bukan begitu" Rendy tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Ah maksudku tidak begitu, jika kita pesan semuanya, lalu siapa yg akan menghabiskannya. Dan, aku takut uangmu habis karena mentraktir aku" menundukkan wajahnya, Tania merasa malu jika berada di depan Rendy.
"Tentu saja tidak. Asalkan kamu tau, ya. Restoran ini milikku. Aku yg sudah membangunnya. Dan sekarang kita nikmati bersama. Jangan sungkan, anggap saja ini juga punyamu oke..!" lanjut Rendy menenangkan Tania, dirinya juga di buat terkejut, jika pemilik restoran baru ini adalah orang yg berada di depannya.
"Emmmm.. terserah kak Rendy saja lah. Bukankah aku hanya tinggal makan saja hehehe. Sayang jika kita menolak rezeki" jawab Tania cengengesan.
"Hahahaha baiklah. Kau memang tak pernah berubah. Dari dulu selalu begitu" Rendy beranjak dari kursinya dan menuju ke arah dapur restoran. Ia ingin chef yg ia percaya membuatkan menu spesial dan semua menu yg menjadi andalan di restoran ini.
Setelah selesai dengan urusannya, Rendy kembali ke arah Tania, dengan senyuman mengembang terulas di bibir manisnya. Tania memandangnya juga tersenyum ke arahnya.
"Eh Tan, aku mau tanya. Tadi kamu habis makan coklat ya" tanya Rendy dengan wajah seriusnya.
"Ah tidak kenapa? apa gigiku ada cokelatnya" jawab Sontan Tania
__ADS_1
"Tidak, karena senyummu lebih manis dari coklat. eak eak eak" Rendy senyum menggoda Tania. Seketika pipi gembul nya merah merona menahan malu.
"Kamu habis makan tomat juga ya" lanjutnya sambil cengengesan. Ia tau bahwa Tania sedang menahan malu akibat godaannya.
"Ah kak Rendy gitu deh. Tau ah" Tania menutup wajah nya dengan kedua tangannya. Sembari menetralkan detak jantungnya. Bagaimana tidak, jantungnya selalu berdetak tak karuan saat bersama Rendy. Dan saat ini, ia di buat terbang melayang oleh orang yg ia sukai.
"Sudah sudah, jangan di tutup terus, nanti mukanya berubah jadi nenek nenek" canda Rendy yg berhasil membuat Tania membuka wajahnya.
"Kak Rendy mah gitu, habis membuat ku terbang tinggi eh akhirnya di hempas ke daratan. Sakit tau" protes Tania dengan cemberut.
"Iya ya, maafin aku ya. Sekarang cicipi dulu menunya. Dan ini semua adalah menu andalan dan terfavorit di sini. " ucap Rendy menyodorkan makanan yg telah pelayan bawa ke mejanya.
"Baiklah, sepertinya enak banget. Apalagi gratis. Sungguh nikmat yg tiada duanya" Tania langsung menyantap satu demi satu menu yg di pesan oleh Rendy. Tak dapat di pungkiri, jika makanan yg berada di depan matanya sungguh menggugah selera. Tak tanggung tanggung ia memakan makanan itu tanpa peduli Rendy yg menatapnya dengan serius.
"Emmm.. ini sungguh enak banget. Emmm... bolehkah aku menghabiskannya " ucap Tania dengan mulut yg penuh makanan.
"Tentu saja, kau terlihat menggemaskan jika seperti ini" Rendy mengelap saus yg menempel di sudut bibir Tania.
"Ahh, terima kasih. Sepertinya aku kekenyangan deh kak. Aku permisi ke toilet dulu ya. Oh iya toiletnya sebelah mana?" ucap Tania dengan wajah menahan kekenyangan. Rendy pun langsung mengiyakannya dan melanjutkan makannya.
Selang 5 menit kemudian, Rendy sudah menyelesaikan makanannya, sambil menunggu Tania, ia memainkan ponselnya. Jarinya menjelajahi setiap aplikasi yg berada di ponselnya.
__ADS_1
"Semoga kau bahagia dengan pilihanmu, aku akan coba melupakanmu dan mengikhlaskan mu" gumam Rendy menatap foto yg ada di layar hpnya.
"Woy bro... ngelamun aja. Dengan siapa lu kesini" tegur Pandi saat melihat sosok Rendy di meja pelanggan.
"Eh elu pan, iya tadi sama temen, dia lagi ke toilet." jawab Rendy sekenanya.
"Temen cewek apa cowok nih. Kalau cewek kenalin dong ke gue" Rendy yg mendengar perkataan temannya itu seketika langsung melototi nya. Bukan karena apa, ia ingin hubungan PDKT nya tidak ada yg ganggu alias orang ketiga.
"Ah baiklah kawan aku mengerti sekarang. Yasudah lanjutkan usahamu ya. Kalau sudah jadian jangan lupa traktir gue seperti ini ya" Pandi melangkah menjauh dari hadapan Rendy. Ia tau arti tatapan mata yg di pancarkan oleh temannya itu. Pandi sangat mengenal Rendy dari dulu hingga sekarang. Dari Rendy pertama kali ke kota ini, hingga ia sukses mempunyai restoran sebesar ini.
"Kak, tadi temennya ya, kok gak di ajak barengan sih. Kan makanannya juga masih banyak." Ucap Tania dari arah belakang. Tania sedari tadi melihatnya, ia sudah selesai dari tadi, namun ia urungkan niatnya untuk kembali ketempat karena melihat temannya Rendy.
"Oh tadi, biarlah dia pulang. Lagian aku juga nggak mau waktu kita ini di ganggu sama orang lain. Apalagi sama si onoh. Dia itu kutu kupret. Ingat ya Tania, kamu jangan sekali kali dekat dengannya. " balas Rendy dengan tatapan seriusnya.
"Emm.. baiklah kak. Sekarang lupakan. Oh iya, bukankah kak Rendy mengajakku kesini karena ingin menyampaikan sesuatu. Apa itu?" tanya Tania mengalihkan pembicaraan nya. Ia tidak mau membuat mood Rendy berubah semenjak kedatangan temannya. Entah apa yg mereka obrolkan sehingga merubah raut wajahnya.
"Begini Tania... Sebenarnya, aku ingin kita....
********
Maaf banget ya akhir akhir ini author malas banget untuk up. Apalagi kerjaan author ibu rumah tangga dan mengurus baby, jadi waktunya harus di bagi sama rata. Dan untuk merangkai kata dan memikirnya alurnya itu tidak mudah. Jadi tolong berikan saran yg membangun yah. Jangan lupa beri dukungan dan semangat agar author lebih giat lagi up setiap hari.
__ADS_1
Terima kasih love u ❤️❤️❤️