
"Kita duduk di sana aja lah, lumayan adem disini panas nanti kulitku hitam" sahut Tania menggeret tangan Delia.
Kedua kini menikmati sarapan paginya dengan bercanda dan saling mengejek. Karena sudah lama tidak bertemu membuat keduanya saling rindu.
Setelah selesai keduanya memasuki kelasnya masing masing karena mereka berbeda kelas.
Delia mengikuti kelasnya sampai akhir, ia begitu antusias di antara yg lainnya, wajarlah ia sudah lama tidak belajar bertatap muka.
*******
"Ma, rencana apa yg harus kita lakukan agar pernikahan Arya bisa gagal?" tanya Marsha pada ibunya.
"Hemmmz... Kemaril ah nak" sambil membisikkan rencana jahatnya.
"Mama yakin ini akan berhasil" tanya nya ragu
"Kita harus yakin sayang, bukankah kebahagiaan Arya ada pada gadis itu?" ucapnya sambil menyeringai
"Baiklah ma, kita harus mempersiapkan dengan matang karna lawan kita bukanlah orang biasa."
*****
Waktu pulang telah tiba, kini Delia memesan taksi online untuk mengantarnya pulang . Pada saat memasuki daerah yg sepi, terlihat ada sebuah pengendara sepeda motor yg tergeletak di jalan aspal.
"Ada apa di depan pak? apakah ada kecelakaan?" tanya Delia kepada sang supir
"Entah lah bapak juga gak tau neng" jawab pak supir menepikan mobilnya. Karena sang pengendara menghadang jalan, jadi mau nggak mau sang supir menolong orang tersebut.
Saat hendak menolong orang tersebut, tiba tiba ia di sekap dari belakang dan kini pintu kaca mobil pun di ketok seseorang dari luar.
"Hey, buka pintunya cepat. Atau aku pecahkan kaca mobil ini" teriak seorang preman.
"Ah gimana ini., apa yg harus aku lakukan?" gumam Delia bingung.
"Ah iya aku coba telpon Arya"
Tut Tut Tut Tut.....
"Duh kenapa gak diangkat sih, coba asisten Jo..."
Tut Tut Tut Tut....
"Sama saja, gimana ini, apa aku lawan aja ya? tapi kan mereka banyak" gumamnya sambil meremas kedua tangannya.
__ADS_1
Tak berapa lama datang lah seorang perempuan badannya yg gagah melawan mereka semua.
Karena jumlah mereka yg banyak, sang bodyguard pun kalah dengan badan yg sempoyongan penuh dengan luka lebam di seluruh wajahnya.
Sementara Delia yg sudah gemeteran pun menghidupkan GPS yg ada di hpnya. Dan menaruh hp di belakang bajunya, ia selipkan di antara celananya agar tidak ketahuan oleh preman tersebut.
Tanpa ia sadari, mobil yg di tumpangi nya melaju dengan kecepatan tinggi yg di kendarai oleh dua preman di hadapannya.
"Si-siapa kalian... Ini mau kemana..? ini bukan arah jalan pulang" ucap Delia dengan ketakutan.
"Kau tenang saja gadis kecil. Kita akan bersenang senang malam ini ha ha ha ha" tawa keduanya dengan sangat kencang.
"Ti-tidak jangan.. Apa kalian tidak takut dengan tuan Arya? lanjutnya dengan suara meninggi.
"ha ha ha ha... untuk apa takut kepadanya? bukankah dia tidak ada di sini" sambil tertawa kemenangan.
Ditempat lain, Arya baru saja menyelesaikan meeting nya dan keluar dari ruangan itu menuju ruangannya.
"Ah sangat melelahkan sekali, kenapa dari tadi aku kepikiran terus dengan Delia, apa dia sudah pulang?" gumamnya sambil merogoh handphone di dalam saku jasnya.
"12 x panggilan tak terjawab dari Delia? kenapa aku jadi kuatir ya?" lanjutnya lagi yg memencet tombol hijau untuk menghubungi Delia.
"Sial kenapa hpnya tidak ada sinyal, kemana dia ini" sambil mondar mandir gelisah.
"Ah untung kau datang Jo, cepat telpon bodyguard mu itu dan tanyakan dimana Delia sekarang" sahut Arya tanpa menjawab ucapannya Jo.
"Baiklah tuan aku akan menelponnya."
"Maaf tuan hpnya tidak di angkat" jawabnya menunduk.
"Apa saja yg dilakukan bodyguard pilihanmu itu? Jika Delia terluka sedikit saja maka kau yg harus tanggung jawab Jo" ucapnya kembali dengan mata memerah.
"Tenang duluu tuan, sebaiknya kita cari sekarang, karna tadi non Delia juga meneleponku" sahut Jo juga kuatir dengan nona mudanya
"Kalo gitu ayo kita cari sekarang, Delia dalam keadaan bahaya." sambil melangkah keluar ruangannya.
"Kita mau cari kemana tuan, ini hampir sore"
"Coba kita kerumah dulu, apa dia sudah pulang belum"
Sesampainya ia langsung berlari mencari kedua orangnya dan menanyakan Delia, namun keduanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau dan Delia belum pulang dari pagi.
"Coba kau lacak keberadaannya Jo, "
__ADS_1
"Tuan, ternyata non Delia sekarang berada di hutan di kota xx" jawab Jo memberikan informasi.
"Apa?? dengan siapa dia kesana? ayo kita susul kesana Jo, aku tidak ingin terjadi apa apa dengan nya."
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lamanya ia sudah sampai di kota xx. Kemudian ia mencari ke arah hutan yg lebar ini.
"Tuan, sepertinya hutan ini sangat lebat, dan hari sudah malam, lebih baik kita menggunakan mobil saja" saran Jo kepada Arya.
"Baiklah Jo, sekarang kita jalan dan sesuaikan dengan letak GPS itu "
********
Delia kini sudah di bawa ke rumah kecil yg berada di tengah tengah hutan. Rumah tersebut seperti rumah khusus untuk tawanan. Karena di sana terdapat banyak sekali senjata api yg tertata rapi.
"Ternyata cantik juga gadis ini, dan lebih cantik dari kina Marsha" ucap preman itu memandangi Delia yg sedang pingsan.
"Pelan kan suaramu, jika bos mendengar pujianmu terhadap gadis ini jangan harap kau bisa melihat matahari terbit."
"Aku hanya berkata sejujurnya, lalu kita apakan gadis ini. Jika di biarkan begini sayang sekali. Aku sudah tidak sabar menikmati tubuhnya dan seksi itu" ucapnya lagi sambil mengelap ilernya.
"Kau sungguh jijik sekali, pergi sana jangan lupa perketat penjagaan di seluruh rumah ini" ucap ketua geng ini.
"Baiklah, jika gadis ini sudah sadar maka panggillah aku. Aku akan memberinya kenikmatan yg tiada tara ha ha ha" sahutnya sambil berlalu.
"Halo bos, kita apakan gadis ini " ucap ketua geng menelepon bos nya.
"Kau ikat dia dan jangan biarkan ia lari sampai hari pernikahannya" ucap seseorang dari sebrang sana.
"Baiklah bos jika itu perintahnya."
"Jika kalian ingin merasakan tubuhnya, lakukanlah tapi kalian gilir sampai ia tak mampu berjalan" ucapnya lagi sambil tersenyum penuh kebencian.
"Itu pasti bos, kami tidak akan menyia nyiakan kesempatan emas ini" lanjutnya dengan senyum penuh arti.
Disisi lain, kini Arya dan asisten Jo sedang berganti pakaian dan tak lupa ia menyelipkan senjata untuk berjaga jaga nantinya.
Keduanya berjalan menelusuri hutan tersebut dengan senter hpnya. Setelah memutar hingga 1 jam lamanya, keduanya melihat sebuah rumah kecil yg di terangi lampu cemprong sehingga pencahayaan nya terlihat sangat redup.
"Apakah di sana Jo, coba kau pastikan kembali" bisik Arya kepada Jo
"Benar tuan, menurut GPS nya berada di sana"
"Tapi kau lihatlah, di sana ada penjaganya, kita harus bisa melumpuhkan mereka satu persatu" bisik Arya dengan pelan.
__ADS_1
"Sebaiknya kita kembali ke mobil dulu tuan, dan siapkan bius untuk mereka agar kita tidak bersusah payah melawan mereka " saran Jo dan langsung di angguki oleh Arya.