
"Mama.... Gimana ma, apa yg mama rasakan. Dimana yg sakit" ucap Arya setelah melihat mamanya sadar.
"Tidak ada sayang, mama baik baik saja. Kenapa kalian disini. Bukankah kalian sedang berlibur di Bali" mama sangat heran melihat keduanya yg berada di sampingnya.
"Ma, mana mungkin kita senang senang sedangkan kami dapat kabar jika mama dan papa mengalami kecelakaan saat mau ke puncak. Jadi kita langsung pulang" sahut Delia dengan lembut.
"Maafkan mama dan papa ya sayang." mama Renata pun ingat kembali kejadian dimana mobilnya yg ingin menghindar dari truk besar namun tak bisa dan remnya pun tak berfungsi.
"Sudahlah ma, jangan di pikirkan. Yg penting sekarang adalah kesehatan kalian berdua" Arya menimpalinya agar mamanya tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Permisi... maaf saya akan memeriksa nyonya sebentar" ucap dokter yg baru saja tiba. Arya dan Delia pun keluar ruangan agar tidak menganggu saat pemeriksaan.
*****
"Gimana kerjaan kamu di sana nak" tanya ibunya Tania saat menghampirinya
"Alhamdulillah lancar Bu, kuliahnya juga lancar kok. Ibu nggak usah kuatir. Yg penting ibu jaga kesehatan ya" balas Tania yg sedang mencuci piring di belakang rumah.
"Terus Delia gak ikut pulang nak," lanjut ibunya.
"Tidak Bu, Delia lagi liburan sama suaminya Bu. Oh iya Bu, ibu sudah pernah lihat suaminya belum Bu. Orangnya ganteng dan tajir Bu. Beruntung yah Delia dapat orang seperti itu." Tania menjelaskan kepada ibunya.
"Iya nak, namanya juga jodoh. Kita tidak tau siapa yg akan menjadi jodoh kita. Terus kamu sudah punya belum" tanya ibunya dengan senyuman menggoda.
__ADS_1
"Ah ibu apaan sih. Kalau Tania sudah punya, apa ibu sama bapak bakal restuin ?" tanya balik dengan wajah seriusnya.
"Emmmm gimana ya. Kalau ibu pribadi sih yg penting anaknya baik terus nggak neko neko. Dan sayang sama kamu gitu aja sih." ibunya ikut mendekati dan membantu membilas piring yg sudah di cuci.
"Oh begitu ya. Baiklah Bu. Ini sudah selesai. Dan aku mau istirahat dulu ya Bu" Tania menuju kamarnya saat semua pekerjaan rumah sudah selesai.
"Ahh enaknya. Seharian belum menidurkan punggungku. Rasanya enak sekali" ucapnya dengan memejamkan matanya.
"Emmm.. sepertinya ibu merestui jika aku sama kan Rendy lagi pendekatan. Terus gimana dengan orang tuanya kak Rendy. Apa mereka mau mempunyai menantu sepertiku." gumamnya sendiri. Ia merasa bimbang dengan hubungannya. Ia takut jika kedua orang tua Rendy sudah mempunyai calon sendiri yg lebih cantik dan berpendidikan dari dirinya.
"Ishhh.. apa apaan sih. Belum juga ketemu, eh sudah su'udzon." lanjutnya lagi menepis pikirannya.
Untuk mengusir rasa bosannya, Tania mengambil benda pipih miliknya. Iseng iseng buka aplikasi biru namun tidak ada berita yg menarik menurut nya. Kebanyakan di gunakan sebagai menjual baru skincare dan makanan.
"Ah.. tidak ada yg seru. Coba si hijau aja siapa tau ada yg menarik" gunanya menutup si biru lalu membuka aplikasi hijau.
"Kak Rendy statusnya romantis banget. Kira kira buat siapa ya? Apa mungkin Delia? Ah tidak Delia kan hanya menganggapnya sebagai kakak. Lalu? Apa untukku?" gumamnya lalu tersenyum sumringah dan membayangkan wajah tampan Rendy tersenyum dan mengatakan tulisan tersebut tepat di hadapannya.
"Ahhh so sweet.." lanjutnya memeluk guling kesayangannya.
"Gila sungguh gila. Apakah jatuh cinta seperti ini. Kenapa aku jadi senyum senyum sendiri." lanjutnya lagi. Ia kembali membuka status dari teman yg lainnya, dan berhenti tepat pada foto unggahan asisten Jo sangat jomblo akut.
"Loh, inikan Delia dan tuan Arya. Kenapa mereka berada di rumah sakit. Bukankah mereka tengah liburan?" Tania kebingungan melihat foto tersebut.
__ADS_1
"Sebaiknya ku tanyakan langsung ke asisten Jo" Tania lalu mengetik balasan untuk menanyakan apa yg terjadi.
Beberapa menit kemudian ia mendapat balasan dari asisten Jo.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Pantas saja Delia berada di rumah sakit. Apa perlu aku kasih tau ibunya ya. Emm.. tak apalah lebih baik aku kasih tau aja, toh yg Kecelakaan juga besan ibunya." Tania keluar kamar mengambil celana panjangnya lalu pamitan kepada orang tuanya untuk ke rumah orang tua Delia.
"Assalamualaikum Bu, Bu Sari" teriak Tania dari arah luar
"Wa'alaikum salam nak. Loh nak Tania. Kapan pulang ke kampung nak." balas ibu Sari saat membuka pintu.
"Emm. semalam Bu. Oh iya Bu Tania kesini mau kasih kabar, kalau mertuanya Delia tadi pagi kena musibah Bu. Mereka kecelakaan mobil saat ingin ke puncak. Dan sekarang mereka lagi di rawat di rumah sakit." jelas Tania dengan hati hati.
"Apa? kamu tidak berbohong kan nak" balas ibunya Delia dengan wajah paniknya.
"Tidak Bu, aku baru dapat kabar dari asisten suaminya Delia. Tania hanya memberi tahu ibu saja, kalau mau lebih jelas ibu bisa hubungi Delia saja" lanjut Tania
"Emm betul nak, nanti ibu telpon Delia saja. Oh iya, ayo kita masuk dulu." ibu Sari mempersilahkan nya masuk ke dalam rumah. Namun di tolak Tania karena ia harus beristirahat lagi. Maklum, nanti malam sang pujaan datang ke rumah. hehehe...
Tania pun bergegas pulang dan sesampainya ia kembali ke kamar menghamburkan diri ke kasur nya. Tak terlalu empuk, tapi masih layak di pakai.
"Ahhh kasian sekali Delia. Pasti dia sangat sedih. Apalagi mertuanya baik banget. Emm, sebaiknya aku hubungi nanti sore saja lah. Yg penting aku mau istirahat dulu." ia pun memejamkan matanya dan berganti ke alam mimpinya.
********
__ADS_1
Like Komen Vote ❤️
Kasih saran yg membangun ya ... 🙃