Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 39 Ulah Marsha


__ADS_3

"Ahhh.. ini memang suaranya istriku dan... Maafkan aku sayang, kau begitu cantik sampai sampai aku tidak bisa mengenalimu" sambil mencium telapak tangan istrinya.


"Sudahlah jangan bikin drama, sebaiknya kita temui semua keluarga ini, bukankah acaranya sudah di mulai" ucap Delia mengalihkan pembicaraannya


"Kau benar sekali, ayo cepat kita kesana, lebih cepat lebih baik" ucapnya dengan senyuman penuh makna.


Sesampainya mereka di sana, semua mata tertuju pada sepasang kekasih bagaikan pangeran dan sang putri yg tengah berjalan ke arah panggung.


Acara pun dimulai dan berjalan dengan lancar. Setelah itu, para tamu di persilahkan menikmati jamuan malam ini. Kebanyakan tamunya adalah rekan kerja dan bisnisnya. Bahkan ada juga yg sengaja datang dari luar negri hanya karena ingin mengenal lebih dekat dengan keluarga Nugroho.


Arya berjalan kearah rekan bisnisnya dan berbincang bincang lalu bergantian dengan yg lainnya. Sementara itu Delia di tinggal sendiri dan mulai jenuh karena ia tidak mengenal sama sekali tamu undangannya.


Ia melihat ibunya sedang bercengkrama dengan mertuanya serta yg lainnya menikmati makanannya.


"Hah... sungguh sangat membosankan. Dimana Tania ini, kenapa belum juga kelihatan batang hidungnya" gerutunya dengan kesal.


Sementara itu, di pojok ruangan terlihat semua gadis tersenyum lebar dan melangkahkan kakinya ke arah Delia.


Ia terus melangkah dengan senyuman sinisnya, tak lupa ia juga membawa dua gelas minuman untuk dirinya dan juga Delia.


"Haiii..." ucapnya dengan senyum palsu.


"ka-kamu bukannya Marsha? kenapa bisa ada disini?" yg kaget melihat kehadiran Marsha, karena Arya dan Jo sudah memperketat penjagaan dan tamu yg datang pun harus di periksa dulu.


"Tentu saja aku datang, bukankah Arya mantan pacarku? jadi wajar saja jika aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian" ucapnya dengan menyunggingkan bibirnya.


"Mau apa kau kemari, jangan bilang kau mau merusak semua acaraku malam ini" ucap Delia dengan tatapan tajamnya.


"Hahahaha.... Untuk apa aku merusak acara mu yg tidak berguna ini, , aku hanya ingin melihat gadis yg sudah merebut hati Arya" lanjutnya dengan mengelilingi tubuh Delia.


"Dan ternyata benar, selera nya sangat rendah. Bahkan hanya gadis kecil yg berasal dari kampung. Sangat berbeda jauh dengan diriku" ucapnya lagi dengan mengejek.

__ADS_1


"Tentu saja kita berbeda. Apa kau tidak lihat wajah dan penampilanmu hah? Bahkan kau seperti Tante Tante yg sedang haus dengan belaian. Bagaimana bisa kau membandingkan dengan diriku yg polos ini" balas Delia tak kalah debat.


"Dasar gadis kampung, kau ingin menikahi Arya karena ia dari keluarga kaya bukan, aku sudah hafal dengan gelagat orang kampung sepertimu" hina Marsha dengan mendorong pundak Delia.


"Wah wah, bukankah yg kau katakan itu yg berada dalam dirimu?? siapa yg selama ini menghabiskan uang Arya? dan siapa juga yg terobsesi ingin memiliki Arya sehingga ia menculik calon istrinya" sindir Delia dengan mendelik kan matanya.


"Hemm... baiklah kau menang, ini minumlah sebagai permintaan maaf ku"sambil menyodorkan satu gelas yg ia bawa tadi.


"Tidak perlu, karna aku tidak haus" jawabnya enteng.


"Tenang saja, aku tidak memberikanmu racun," sambil meneguk air dalam gelasnya


"Emmm baiklah, jika kau memberiku racun maka siap siaplah kau berada di dalam penjara untuk selamanya" meminum airnya karena ia memang haus sedari sore tidak meminum sedikitpun.


Akhirnya Delia meneguk habis air itu dan Marsha pun melihatnya dengan tersenyum lebar.


"*Bagus,.. setidaknya aku bisa mempermalukan mu di acara mu sendiri" gumamnya dengan tersenyum.


Karena sebelum memberikan kepada Delia, ia sudah menaburkan obat perangsang agar Delia berlagak seperti perempuan murahan*.


"Hemmm... memang aku tidak kenapa kenapa, hanya saja kepalaku pusing sekali, dan kenapa hawanya panas sekali? Apakah AC nya rusak?" ucap Delia sambil terengah engah merasakan hawa panas dalam tubuhnya.


Sementara Marsha sudah melangkah keluar melalui pintu rahasia dan menyaksikan kejadian nya dari kejauhan.


Arya yg melihat gelagat aneh dari Delia pun langsung menghampirinya.


"Kau kenapa terlihat gelisah sekali" sambil memperhatikan raut wajah Delia.


"Ah.. anu... Aku merasakan kepanasan dan......" Delia tak melanjutkan perkataannya, ia malah menggigit bibir bawahnya menahan rasa bergejolak dalam tubuhnya.


"Apa kau tadi minum sesuatu? atau makan sesuatu yg aneh" ucap Arya yg mulai menduga bahwa Delia meminum/ memakan makanan yg sudah di beri obat perangsang.

__ADS_1


"Tadi aku hanya minum, minuman yg di berikan oleh Marsha. Aku kira ia hanya memberikan air minum biasa, tapi ternyata....." jawabnya sudah tak sanggup lagi.


"Hemmm.. baiklah aku akan membantumu" ucap Arya dan langsung menggendong Delia meninggalkan acaranya.


Ia memesan kamar VIP yg berada di hotel tersebut jika suatu waktu ada hal yg mendesak, dan benar saja kini Delia dalam masalah.


Ia langsung masuk ke kamar dan melepaskan semua gaun yg melekat pada diri Delia. Dengan sekuat tenaga ia menahan keinginannya. Bahkan sang juniornya sudah berdiri tegak di bawah sana. Sabar sabar sabar, hanya itu yg ia ucapkan dalam hatinya. Ia tak mau melakukannya dengan kondisi Delia yg seperti ini.


Ia menggendong Delia ke dalam kamar mandi dan menyalakan shower yg mengguyur badan Delia. Setidaknya dengan cara ini bisa meredamkan hawa panas yg berada dalam diri Delia.


10 menit kemudian, ia mengambil handuk lalu melilitkan ke tubuh Delia yg sudah kedinginan. Ia membaringkan Delia dan memakaikan baju tidurnya lalu menyelimutinya.


Ia memaklumi jika Delia sangat polos sekali, ia tidak tau jika Marsha masih mengincarnya dan dengan gampangnya ia menerima minuman darinya.


"Huuuftttt.... Lagi lagi wanita ular itu merepotkan ku. Bagaimana bisa dia masuk ke hotel ini" gumamnya langsung merogoh ponselnya dan menelepon asisten Jo


Tut Tut Tut......


"Halo tuan, ada masalah apa tuan sehingga anda menelepon di tengah acara seperti ini?" ucap Jo di sebrang sana.


"Bagaimana bisa kau kecolongan seperti ini Jo? Bahkan Delia yg jadi korbannya" balas Arya dengan nada tingginya.


"Maaf tuan, memangnya ada masalah apa? saya beserta pengawal yg lain dari tadi berjaga disini dan semuanya baik baik saja" balas Jo tak kalah kagetnya.


"Kau bilang baik baik saja. Marsha sudah memberikan minuman yg di beri nya obat perangsang. Untungnya Delia bisa menahan dirinya, jika tidak maka ia akan mempermalukan dirinya ke orang banyak" tambahnya dengan kesal.


"Maafkan kami tuan, nanti aku akan selidiki bersama pengawal yg lainnya." ucap Jo dengan tenangnya


"Hemmm... kau selesaikan semuanya, dan jangan sampai ia menampakkan wajahnya di hadapanku maupun Delia." langsung mematikan teleponnya.


Arya kembali ke acara tersebut untuk berpamitan kepada para rekan kerjanya dan kepada anggota keluarganya.

__ADS_1


Setelahnya ia kembali ke kamar dan langsung membersihkan diri ikut nimbrung bersama Delia.


***Jangan lupa like dan vote nya ❤️❤️ Terima kasih 🙏


__ADS_2