Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 27


__ADS_3

Perjalanan dari kota ke desa di tempuh sekitar 2 jam lebih. Karena keadaan pagi ini jalanan macet, bertepatan dengan jam masuk kerja, jadi mau tidak mau mereka terjebak kemacetan panjang.


"Sabar ya sayang, jalanan ini memang sering kemacetan mana jalan satu satunya lagi" ucap Arya pada Delia.


" Sabarlah tuan muda, ini nggak akan lama juga kok" ucap Delia yg sudah hafal dengan kemacetan ini


"Sekali lagi manggil tuan muda maka akan aku rampas bibir mungil itu" balas Arya dengan senyum simpulnya.


"Mulai deh mesumnya. Ingat ya tuan muda, anda bisa terkena pasal undang undang karena mau mencium anak dibawah umur" jawab Delia ngasal.


"Siapa yg berani kepadaku, dan kau tadi bilang apa? anak di bawah umur? hey, kamu itu sebentar lagi akan menjadi istriku, itu artinya kau juga akan menjadi seorang ibu hahaha" balas Arya tak mau kalah.


" Tapi itu kan belum terjadi itu artinya aku gadis masih di bawah umur" lanjut Delia tak mau kalah.


"Kamu memang pandai berdebat kucing manis, lupakan lah sekarang kita lanjutkan perjalanan ini" ucap Arya yg menyudahi perdebatan mereka dan melajukan mobilnya karena kemacetan sudah mulai berkurang.


Akhirnya mereka pun sampai di desa sejahtera dan mulai memasuki wilayah perkampungannya. Lima menit dari arah gerbang utama, kini mereka sudah sampai dan memarkirkan mobilnya tepat di depan halaman rumah Delia.


"Assalamualaikum Bu, Delia datang" ucap Delia yg membuka pintu rumahnya


"Wa'alaikum salam, loh nak kalo mau kesini bilang sama ibu dari kemaren, jadi ibu bisa siapin makanan kesukaanmu" ucap ibu Sari dari dalam dengan tergopoh-gopoh.


"Ah ibu, biasa aja lah Bu, kita kesini mau berkunjung ke rumah Bu, Delia kangen banget dengan Susana di desa seperti ini" ucap Delia yg mau memeluk ibunya


"Jangan nak, ibu belum mandi, tadi ibu habis ke kebun memanen sayur dan oh iya .."ucap Bu Sari yg pergi ke belakang.


"Ini tadi ibu buat puding dari campuran ubi ungu, lumayan kan kita bisa panen juga bisa menikmatinya, dan ini juga ibu habis bikin salad buah kesukaanmu. Tadinya ibu mau jual semua buah buah ini tapi ibu keinget kamu jadi ibu pengen buatnya dan kebetulan kamu pulang ke rumah" ucap ibu Sari memberikan puding dan salad buahnya.


"Oh iya, nak Arya di mana nak, ?" tanya ibu Sari celingak-celinguk.

__ADS_1


"Oh itu Bu lagi mengambil sedikit oleh oleh dari kami" ucap Delia pada ibunya.


Dari saat mereka terjebak macet untuk yg kedua kalinya, Delia izin ke toko kue langganan nya. Ia membeli kue dengan segala jenisnya ia beli semua. Ia sengaja tidak membeli buah buah an karena ibunya pun hampir setiap hari makan buah.


"Kamu tidak usah repot repot nak, kamu mau main kerumah juga ibu sudah seneng. Ibu jadi tidak kesepian lagi, mengingat adikmu Sinta juga masih sekolah, jadi ibu di rumah sendirian." curhat ibu Sari pada Delia.


"Maaf Delia Bu, Delia tidak bermaksud meninggalkan ibu, tapi..."


"Sudahlah nak, bukan begitu maksud ibu, yasudah kau suruh masuk nak Arya karena dari tadi ibu belum melihatnya." lanjut ibu Sari dengan lembut


"Sayang, kenapa kau berada di luar rumah? ayo aku bantu bawa kuenya" jawab Delia mengambil kue buat ibunya.


"Aku hanya merasa tenang aja di desa ini, udara yg sejuk kesunyian dan pikiran fresh tanpa beban" ucap Arya yg sedang menikmati keindahan di desa tersebut.


"Iya masuk dulu, ibu daritadi mencarimu karena tidak muncul muncul juga" jawab Delia menggeret tangan Arya untuk berjalan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum Bu, gimana Bu kabarnya, sehat kan?" ucap Arya sembari mencium punggung tangan calon mertuanya.


"Tidak Bu, Delia sangat penurut, dia gadis yg baik. Terima kasih Bu sudah melahirkan merawat yg mendidik Delia menjadi wanita yg baik" ucap Arya dengan lembut.


"Itu sudah menjadi kewajiban ibu nak, ibu juga berterima kasih kepadamu karena sudah mencintai anak ibu. Karena ibu orang bawah,jadi ibu hanya bisa merestui kalian. Ibu harap nak Arya mencintai Delia dengan apa adanya." ucap ibu Sari dengan lembut, mengingat keadaan mereka yg jauh berbeda jika di sandingkan.


"Ibu jangan berkata seperti itu ,aku tulus mencintainya bu, ibu tenang saja, jika Delia terluka sedikitpun maka aku orang pertama yg berada di dekatnya." lanjut Arya memantapkan ibu Sari.


"Ya sudah nak, kamu istirahat duku di kamar Delia, ibu dari habis dari kebun, jadi belum mandi. Ibu mau mandi dulu. Kamu bisa juga menonton tv dan makanlah ini buatan ibu" ucap ibu Sari menyuruh memakan puding dan salad buatannya.


"Iya Bu terima kasih." jawab Arya dan hanya di angguki oleh ibu Sari.


Kepergian ibu Sari, kini Arya mencoba memakan makanan yg di sediakan di depannya. Dengan perlahan ia memasukkan potongan puding itu kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Emmm... ternyata enak juga yah, kenapa mama tidak pernah membuat cemilan seperti ini? bukankah ini juga sehat karena mengandung sari buah dan campuran Karbohidrat dari ubi ungu?" gumamnya sembari memasukkan potongan keduanya.


"Apakah kau menyukainya?" tanya Delia yg keluar dari beberes kamarnya. Dari tadi Delia pergi membersihkan kamarnya. Walaupun rumahnya kecil dan sederhana ia juga harus membersihkannya untuk istirahat dan untuk mereka tidur berdua.


Jangan salah, mereka berdua sepakat untuk tidur di kamar yg sama tapi di tempat yg berbeda. Delia mengusulkan agar Arya tidur di sofa panjang yg berada di dalam kamarnya. Dan Arya pun menyetujuinya, tak masalah itu menurutnya.


"Enak juga yah, kau tidak pernah membuatkannya untukku?"


"Yah karena kamu tidak pernah memintanya" jawab Delia enteng.


"Okelah aku akan menyuruhmu kapan saja untuk membuatnya. apa kau tidak keberatan?" tanya nya dengan semangat.


"Tentu saja tidak, untuk membuat puding itu hanya masalah kecil. " lanjut Delia ikut memakan puding itu.


Ketika Arya mulai merasakan kenyang di perutnya, ia kembali keluar rumah untuk menikmati udara segarnya. Walaupun dikatakan jam 11 siang, namun udaranya begitu sejuk, karena di desa ini masih asri dan banyak tumbuhan yg masih di tanam di desa ini.


"Ah.... seger nya, sepertinya aku nyaman di desa ini." ucapnya yg sedang duduk di halaman rumah Delia.


Saat menikmati suasana desa ini, Arya di kejutkan dengan ponselnya yg berdering.


"Halo Jo, ada apa kau meneleponku? bukankah sudah ku katakan, aku hari ini libur ke rumah calon mertuaku" ucap Arya to the poin.


"Maaf tuan, maksud saya ada masalah penting yg harus kita selesaikan segera, jika tidak maka akan berakibat pada acara pernikahan tuan" jawab asisten Jo dengan hati hati.


"Masalah apa? jangan terbelit belit, katakan dengan benar" lanjut Arya dengan penasaran.


***** **Halo semuanya.... 🌹🌹


**Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga puasanya lancar ya hehehe... salam kenal dari author ❤️❤️

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan dengan like dan komentar. Tinggalkan saran yg membangun yah, karena ini karya pertama author hehehe.. Terima kasih 🥰🥰🥰**


__ADS_2