Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 74 Kue hilang


__ADS_3

Kesibukannya di dapur membuatnya melupakan segalanya. Bahkan kini jam menunjukkan pukul 15.00 wib. Ia juga melewatkan makan siangnya. Terlalu asyik bercanda ria dan bergulat di dapurnya.


"Akhirnya jadi juga kue nya" ucap Delia sambil melepaskan celemek yg menempel di badannya.


"Iya, ternyata capek juga ya hehehe. Tetapi hasilnya memuaskan. Ini yg di namakan perjuangan yg membuahkan hasil " jawab Tania mengeluarkan kue dari oven.


"Sekarang kita mandi dulu yuk, lengket banget nih" ajak Delia. Tania mengangguk karena ia juga merasa gerah akibat keringat bercampur.


"Baiklah sambil menunggu kuenya dingin." Tania dan Delia menuju kamar atas untuk mandi.


Selang 30 menit kemudian Tania menuju kamar Delia.


"Del, gak papa nih aku pake baju kamu. Takutnya ini baju dari suamimu itu terus dia marah marah gimana" ucap Tania saat mendapatkan Delia sedang berdandan.


"Tenang saja, ini baju aku beli kemarin. Karena warnanya aku udah ada jadi gak aku pake." jawab Delia menenangkannya.


"Syukurlah, setidaknya aku terhindar dari bahaya" Tania mengelus dadanya merasa lega.


"Ishhh lebay banget sih. Ya udah kita cobain kuenya yuk. Udah nelan ludah nih hehehe" Delia menggeret tangan Tania dan menuju ke meja bawah.


Sesampainya di bawah, keduanya di kejutkan dengan kuenya yg hilang.


"Loh Tan, kue nya kok ga ada" Delia menanyakan pada Tania.

__ADS_1


"Tapi tadi kan kue nya di sini Del. Apa mungkin ada di situ ya? Sebentar aku cari dulu. Kau duduk tenang ya" Tania mengobrak abrik seluruh dapur itu namun kue yg ia cari tidak ketemu.


"Oh iya Del, ini masih ada sisa tadi, kita makan yg ini saja ya" Tania menaruh sisa kue yg ia sisakan untuk Arya pulang nanti.


"Terus mas Arya gimana?" Delia merasa tidak mood lagi mengingat kue nya hilang entah kemana.


"Sayang..." teriak Arya bersama Jo dengan tangan yg memegang piring berisi kue.


"Jadi......" Delia berdiri menghampiri suaminya dan merebut kembali kue yg ada di tangan suaminya. Arya yg tak mengerti pun hanya bisa diam.


"Kau tega banget sih mas, junior lagi pengen kue terus aku buat dengan sekuat tenaga eh malah kau habiskan" Delia berkaca kaca menatap piring yg ia pegang menyisakan sebiji kue dengan taburan abon di atasnya.


"Maafkan aku sayang, tadi waktu pulang mas haus sekali jadi pergi ke dapur ngambil air, eh ada kue di piring jadi mas bawa sekalian ke ruang kerja. Terus yg salah siapa? " jelas Arya merasa bersalah.


"Pokoknya tak terima alasan apapun. Kenapa mas tidak tanya aku dulu sih" Bukannya apa, sebab yg ia taruh di piring tersebut adalah kue yg sengaja ia buat untuk dirinya dan Tania. Berbeda dengan kue yg ia simpan untuk Arya.


"Lepaskan, kau jahat banget sih mas, sekarang kau harus cari kue yg persis sama yg aku buat titik kalau kau tidak mendapatkan nya maka siap siap harus tidur di luar" Delia berlalu menggeret tangan Tania untuk pergi ke taman belakang.


"Apes apes. Apa karena tangan ku habis menyentuh wanita tua itu ya. Jadi kena sial gini" gumam Arya mengerutuki dirinya.


"Ini semua salah kamu Jo, sekarang kau harus Carikan kue yg sama persis seperti tadi. Atau aku harus tidur di luar. Sangat tidak mungkin, apalagi kalau malam itu dingin sekali. Jadi kau harus bantu aku jo. Kau paham kan?" ucap Arya memerintahkan tugasnya ke Jo.


"Tapi tuan, bukankah tadi tuan yg memakan semua kue tersebut. Saya hanya kebagian satu saja. Jadi yg seharusnya membeli adalah tuan" tolak Jo dengan halus. Bukan karena apa, ia sangat lelah sekali. Apalagi hari ini ia dan Arya ke tempat penyekapan wanita tua itu. Sangat banyak mengeluarkan tenaga.

__ADS_1


"Oh jadi kau sudah berani ya Jo?" jawab Arya melirik dengan ekor matanya.


"Emmm kenapa tidak memesan online saja tuan, jadi kita bisa istirahat sambil menunggu pesanan itu tiba" usul Jo kepada tuannya. Karena ia tau, tuannya pasti kelelahan juga.


"Kau pintar sekali, tumben otak lu bisa encer" jawab Arya meledek Jo.


"Otak saya memang encer terus tuan. Karena tiap hari harus berkutat dengan kertas dokumen dan komputer." Jo menjawab dengan jujur.


"Hemmm terserah apa katamu lah. Sekarang kau istirahatlah. Ingat, jangan sampai lupa pesankan kue yg persis seperti tadi." pesan Arya yg kemudian di angguki oleh Jo.


Jo berlalu menuju kamar khusus dirinya, sedangkan Arya memilih ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Sebab setelah bertemu dengan wanita tua itu, membuatnya mudah emosi.


Sementara itu, Delia dan Tania menikmati keindahan taman bunga beserta matahari yg mulai tenggelam.


"Nggak aku Tan, ternyata kau punya skill dalam membuat kue" puji Delia saat memakan kue buatan Tania.


"Hehehe aku belajar waktu pulang kampung kemarin Delia. Karena keluarga kak Rendy mau datang jadi ibu ajarin aku buat kue dan inilah hasilnya" jawab Tania sambil memasukkan kue ke dalam mulutnya.


"Jadi kau dan kak Rendy......?" Delia terkejut bukan main. Pasalnya Tania tidak menceritakan apapun. Ia hanya menceritakan bahwa ia pulang bersama kak Rendy yg kebetulan pulang kampung juga.


"Hehehe maafkan aku Delia. Sebenarnya waktu itu......."


********

__ADS_1


Hai semuanya....


Terima kasih yg sudah mampir ke karya author yg receh ini. Jangan bosan bosan ya hehe 😁


__ADS_2