Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 82 Pecel Lele


__ADS_3

Selang Lima menit kemudian Arya keluar dari rumah tersebut dengan penampilan yg acak acakan. Dan lebih parahnya, ia menggendong Ferry yg pingsan dengan darah yg berada di sekujur tubuhnya. Jo dengan cekatan membatu Ferry dan meletakkan di belakang mobil.


"Cepat Jo antar kan kita pulang dan setelah itu kau urus lelaki bajing*n ini" Lalu Arya mendekati istrinya yg sedang duduk di kursi penumpang dengan menekuk kedua lututnya.


Jo pun melajukan mobilnya menuju mansion. Setelah ini urusannya adalah Ferry.


"Sayang.. kamu gapapa kan ? mana yg sakit?" Arya memeriksa seluruh tubuh istrinya. Namun Delia yg mendapat perlakukan itu pun hanya bisa nangis sesenggukan. Ia tak tahu apa yg akan terjadi padanya jika Arya tidak datang tepat waktu.


Arya menatap Delia lalu menyibakkan anak rambut yg menutupi wajah istrinya itu.


"Kamu kenapa menangis? jika dengan menangis kamu bisa tenang, maka menangis lah" Arya merubah posisi Delia berada di dada bidangnya. Tanpa menolah, Delia meletakkan kepalanya di dada suaminya dan menangis sejadi jadinya.


"Ma maafkan aku mas...." suaranya gemeteran di tambah ingusnya yg di tarik ulur.


"Sudah lah jangan menangis. Lihatlah wajahmu jika menangis seperti angel" gurau Arya agar Delia tidak menangis lagi.


"Mas Arya mah gitu...."


"Makanya jangan menangis, apalagi kau tarik ulur ingusmu. Jika ingin di telan ya telan saja kenapa masih di tarik ulur" lanjut Arya dengan tenangnya. Karena ia sering melihat angel yg menangis pasti menjilat ingus nya itu. Lalu menunjukkan ekspresi wajah yg membagongkan hehehe

__ADS_1


"Ishhh kau kira aku anak ingusan " Delia mengangkat kepalanya dan mencari tisu untuk mengelap ingusnya.


Hari mulai gelap, jalanan yg di lalui pun mulai sepi. Tak ada kendaraan saru pun yg mereka simpangi.


"Mas.... aku laper" ucapnya dengan tiba tiba. Delia sadar, terakhir dirinya makan yaitu tadi siang sekitar jam 11 bersama Bi Jum, pantas saja cacingnya sudah pada demo.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita akan sampai di kota. Dan setelah sampai kau boleh makan apapun. Asalkan kau dan junior sehat" Arya mengelus pucuk rambut istrinya dan mengecupnya.


Syukur Alhamdulillah ia di pertemukan dengan Delia, walaupun pertemuan mereka awalnya tidak mengenakkan. Namun Tuhan mempunyai cara untuk mempersatukan. Itulah yg di namakan jodoh. Jadi buat kalian jangan suka benci berlebihan sama orang yah, takutnya jodoh hihihi. Karena benci dan cinta itu bedanya tipis.


Mobil berhenti tepat di depan rumah makan pecel lele. Belum juga pesan, namun Delia sudah mengelap mulutnya dan menatapnya dengan rasa lapar.


"Sabar sayang, makan lah sepuasnya dan sekenyang nya." Arya mengambilkan nasi dan menunggu pecel lelenya. Tak lupa ia juga mengambil beberapa gorengan yg tersedia di tempat itu. Untuk mengganjal sementara.


"Wahhhh kelihatannya enak banget nih" ucap Delia mulai mengambil pecel lelenya dan memakannya. Satu suapan dua suapan hingga suapan terakhir membuatnya ketagihan. Tanpa rasa malu, ia menambah satu porsi lagi agar kepuasannya tidak nanggung nanggung.


"Sayang... yakin kamu kuat mau nambah lagi." tanya Arya ragu ragu. Karena jatah untuk Arya ia yg makan sampai habis dan kini ia kembali memesannya tanpa rasa kenyang.


"Emmm... ini enak banget sayang kan kalau pulang dulu." jawabnya sambil tersenyum. Arya menatapnya tak percaya, namun ia memakluminya. Mungkin karena seharian ia tidak makan dan mungkin juga ini adalah efek kehamilannya. Jadi nafsu makannya jadi meningkat.

__ADS_1


"Jo, apa kau mau nambah lagi" tawar Arya kepada asisten nya. Sebab Arya juga mengambil porsi pecel lele miliknya.


"Tidak tuan, saya sudah kenyang. Saya takut badan saya melebar karena banyak makan. Dan akhirnya saya tidak mempunyai pasangan." jawab Jo menjelaskan. Mendengar jawaban Jo Delia langsung mengarahkan pandangannya ke arah Jo dan menatapnya tajam.


"Jadi kau menyindirku gendut Jo." Delia mendelik kan matanya menatap Jo. Jo yg tidak mengerti pun linglung di buatnya. Setelah berpikir panjang, akhirnya ia mengetahui letak kesalahannya.


"Tidak nona, bukan begitu. Itu hanya berlaku untuk ku saja. Karena dulu saya pernah makan melebihi porsiku dan besoknya perut saya kelihatan buncit seperti badut. Tapi berbeda dengan nona, walaupun nona makannya banyak namun body nya tetap oke" jawabnya memuji Delia. Ia tak mau membuat suasana menjadi gaduh. Apalagi di warung makan pasti banyak pengunjung yg melihatnya


"Begitu kah? benar mas, aku tidak gendut?" tanya Delia menatap Arya. Dengan gerakan cepat Arya menggelengkan kepala sebagai tanda ia tidak gemuk. Delia yg melihat respon suaminya itu tersenyum kembali. Dan ini artinya ia melanjutkan makannya.


"Hufffttt...." Jo dan Arya menghembuskan nafas leganya. Setidaknya mereka tidak mendapat amukan dari wanita di depannya ini.


Perut kenyang hati pun senang. Ini lah yg di rasanya Delia. Setelah kenyang, mereka melanjutkan perjalanan nya untuk pulang. Tidak butuh waktu lama, mobil tersebut sudah memasuki kawasan perumahan elit.


Arya membuka pintu mobil dan menggendong Delia yg ternyata sudah terlelap tidur. Dengan hati hati, ia menggendongnya dan membawanya ke kamar atas.


Tak lupa ia mengganti pakaian istrinya lalu membuangnya ke tempat sampah. Karena pakaian itu telah ternodai akibat di sentuh oleh pria bajing*n itu.


Kini gantian dirinya yg membersihkan diri dengan berendam di air hangat. Tak lupa ia juga menambahkan aroma sabun untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


*********


Buat kalian yg masih mengikuti cerita author, Terima kasih. Setidaknya ketikan ini tidak sia sia 😌


__ADS_2