
Setelah tenang, Arya membalikkan badan Delia agar menghadap ke arahnya. Di tatapnya mata sembab akibat menangis. Di usap nya sisa sisa air mata yg menempel di pipinya.
"Kamu tenanglah, percayalah aku tidak akan menghianatimu." Di kecup nya kening Delia dan melanjutkan penjelasannya.
"Jadi begini ceritanya, waktu itu Dinda datang bawa dokumen banyak banget dan itu untuk tanda tangan. Terus Dinda aku suruh keluar tapi dianya gak mau nanggung katanya, yasudah aku suruh nunggu di sofa. Entah sejak kapan dia berada di sampingku dan saat aku mau negur eh malah kecium sama dia. Aku juga udah peringati dia untuk bersikap sopan. Jika dia berulah lagi maka dia akan ku pecat." jelasnya dengan lembut. Ia sengaja mengatakan secara detail agar tidak ada yg mengganjal di hati istrinya.
"Kamu percaya kan sayang?" Delia menatap bola mata suaminya dengan sangat dalam untuk mencari kebohongan namun ia taklp ketulusan yg terpancar dari matanya.
"Kali ini aku percaya padamu mas, tetapi jika lain kali aku melihatmu seperti tadi maka aku akan pergi jauh darimu. Aku juga akan membawa anak kita untuk hidup bersamaku." ancam Delia dengan serius. Ia tak main main dengan perkataannya. Baginya setia itu mahal. Dan tidak ada kata maaf untuk perselingkuhan.
"Terima kasih sayang, aku akan selalu mencintaimu hingga menua nanti" Arya mengelus buah hatinya dan menciumnya dengan lembut.
"Sehat sehat terus ya sayang papa akan selalu ada untuk kalian." sambil di ciumnya berkaki kali, dan membuat Delia tertawa geli akibat ulah suaminya.
Keduanya asyik bercanda dan menggoda satu sama lainnya hingga tak terasa keduanya sudah tidak berpakaian lagi. Hawa dingin seperti ini cocok untuk bertanam ujar Arya menggoda istrinya. Delia tersipu malu mendengar ucapan Arya, tak menunggu lama keduanya kini berolahraga di bawah selimut.
"Mas ingat pelan pelan yah" Delia mengingatkan suaminya agar tidak bermain kasar. Karena di dalam sudah ada junior.
"Tenang saja sayang, aku akan berhati hati. Junior papa menjengukmu" ujarnya saat tombak saktinya sudah masuk ke dalam.
Permainan panas pun di mulai, keduanya terengah engah karena kehabisan tenaga. Setelah satu jam lamanya, keduanya tepar di atas kasur dan saling memeluk satu sama lainnya.
******
__ADS_1
Satu bulan kemudian, kini rumah tangganya penuh keharmonisan tak ada lagi rahasia di antara keduanya. Saling mengasihi satu sama lainnya.
"Oh iya mas, kapan kita menjenguk papa, kata mama tadi malam papa sudah sadar" ujar Delia saat merapikan tempat tidurnya.
"Mungkin lusa sayang, karena kerjaan aku belum selesai, jika aku pasrah kan Jo aku takut Jo kelelahan" Delia mengangguk mengerti. Ia paham sekali, akhir akhir ini kerjaan Arya menumpuk. Bahkan setiap hari ia selalu membawanya pulang untuk di kerjakan di rumah.
"Yasudah kalau gitu kamu jaga kesehatan ya mas, jangan terlalu sibuk dengan kerjaan. Jangan lupa juga istirahat dan minum vitamin" Arya tersenyum mengangguk dan kini keduanya berjalan keluar kamar untuk sarapan pagi.
Usia kandungan Delia sekarang menginjak 2 bulan lebih satu Minggu. Namun rasa mual nya masih ia rasakan. Sehingga ia makan pun harus sama dengan Indra penciumannya. Seenak apapun makanan itu jika membuatnya mual maka ia takkan memakannya.
"Sayang ayo di makan dong" Arya mulai menyuapi makanan untuk Delia. Dengan menggeleng tidak mau, ia melihatnya saja sudah kenyang.
"Aku minum susu saja ya mas. Sepertinya aku tidak lapar" sambil meneguk habis susu khusus hamil rasa strawberry.
"Sudah besar saja masih di bawain bekal, nggak malu sama anak SD" sindir Jo saat melewati pasangan sejoli ini. Arya tersentak kaget mendengar ucapan Jo. Matanya langsung melotot tajam ke arah Jo. Sedangkan Jo hanya duduk diam di sofa.
"Bilang saja kau juga mau Jo. Tak usah malu aku bawakan juga untukmu jadi kalian tak usah berebut seperti anak SD hahaha" ujar Delia sambil cekikikan.
"Ingat Jo, kau berutang budi padaku. Istriku selalu perhatian denganmu jadi kau jangan lupa." tegasnya terhadap Jo.
"Tenang saja tuan, saya sangat berterima kasih kepada tuan dan nona. Mungkin apa yg saya berikan tidak sepadan dengan yg apa tuan berikan kepada saya." ucapnya seraya memberikan dua lembar kertas kecil kepada Arya.
"Apa ini Jo" Arya menatap lekat kertas tersebut lalu tersenyum dan memeluk Jo dengan sangat erat. Dengan pasrah Jo menerima pelukan erat tersebut sehingga Jo kehabisan nafas.
__ADS_1
"Huek.... Ganteng ganteng tapi pisang suka pisang" Delia melihat hal tersebut sambil memperlagakkan gaya jijiknya.
"Eh sayang bukan begitu" Arya melepas pelukannya dan menghampiri Delia.
Sambil tersenyum ia memeluk istrinya dan mencium tengkuk istrinya dari belakang.
"Lihatlah, kita dapat tiket ke Singapura dari Jo. Itu artinya kita tidak susah payah memesannya lagi. Karena asisten jomblo itu yg sudah membelinya." Arya mengatakan sambil menyindir Jo yg masih jomblo.
"Wah benarkah mas? ternyata dia perhatian juga ya hihihi. Tapi sayang belum punya gandengan hahahaha" ledek Delia menambah suasana ramai.
"Sungguh pasangan yg serasi. Jangan meledekku, jika aku sudah mempunyai pasangan maka kalian itu tidak ada apa apa nya." geram Jo di Katai jomblo terus menerus.
"Sudah lah Jo, aku tau kau belum move on dari mantan mu dulu kan. Mulai sekarang aku izinkan kau mencari yg baru, agar kau tidak kesepian lagi." Arya menepuk pundak Jo.
Dahulu Jo pernah menjalin kisah asmara dengan seorang gadis. Namun cinta nya kandas karena gadis tersebut memilih lelaki yg kaya dan mapan. Sedangkan saat itu Jo masih bekerja di rumah Arya. Mulai saat itulah Jo tidak menjalin asmara karena kecewa dengan seorang perempuan.
"Tidak semua perempuan seperti itu Jo, mungkin pasanganmu dulu punya alasan kenapa ia lebih memilih orang lain ketimbang dirimu. Jika karena harta, harta bisa di cari bersama sama. Jadi jangan takut untuk memulai lagi percayalah." timpal Delia menepuk pundak Jo. Ia baru mendengar kisah memilukan dari Jo.
Padahal dari kecil ia sudah di tinggal oleh kedua orang tuanya. Dan ia juga merasakan di tinggal oleh kekasihnya. Sungguh patah hati untuk yg kedua kalinya.
******
Jangan lupa like dan komennya ya..
__ADS_1
Agar author merasa bahagia dan semangat up nya hehehe 😁