Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 38 Puncak Acara


__ADS_3

"Tapi itu kenyataan, sudahlah jangan berdebat, aku mau istirahat menumpukkan tenagaku untuk nanti malam hahaha* ucapnya sambil berlalu.


"Dasar bucin, otaknya mesum sekali" sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Sementara itu, semua keluarga yg lain sedang menikmati cemilan serta sendau gurau nya.


*******


Siang harinya semua melangkahkan kaki menuju kamarnya masing masing, yah benar mereka mengumpulkan tenaganya untuk acaranya nanti malam. Bisa di bilang ini adalah acara pertama dan terakhir di keluarga Nugroho.


Karena dulu Pratama dengan istrinya menikah di negara Italia jadi wajar jika ini adalah acara pertama dan terakhir.


Hari mulai senja, banyak orang yg berlalu lalang kesana kemari sibuk dengan dirinya sendiri. Ada yg sibuk dengan gaunnya dan pula yg sedang berceloteh dengan pelayan rumah.


Begitulah keadaan mansion saat ini. Berbeda dengan Delia, ia masih sibuk dengan selimutnya. Yah karena hari ini terlihat mendung dan hujan rintik rintik menambah suasana nyaman tidurnya.


"Ah sudah jam berapa ya...?" ucap Delia yg terbangun akibat suara orang orang di bawah sana


Mau tak mau, ia turun kebawah untuk memastikan keadaan dibawah baik baik saja.


"Loh... ini ada apa? kenapa semuanya pada ribut seperti ini? ucap Delia dengan bingung.


"Kamu kok masih di sini sayang, ayo cepat kita berangkat karena MUA nya sudah nungguin kita dari tadi" balas mama Renata yg melihat wajah kebingungan dari Delia.


Ia langsung menepuk jidatnya dan berlari menaiki tangga menuju kamar suaminya.


"Sungguh bodoh sekali, kenapa aku bisa melupakan acara penting dalam hidupku." ucapnya mengerutuki kebodohannya.


Sesampainya di depan kamar ia langsung membuka pintu dan ternyata tidak di kunci. Ia langsung berjalan dan membangunkan suaminya yg sama dengannya tertidur dengan pulas.


"Mas bangunlah ini sudah sore, dan kita sudah di tunggu oleh Mbk MUA nya" ucap Delia menggoyangkan badan Arya.


Satu kali dua kali tidak ada balasan atau pun reaksi yg di tunjukkan oleh Arya.


"Aduh payah, kenapa tidurnya kayak kebo sih kan aku juga yg repot. Ayolah berpikir.... Aha..!! aku ada ide" ucap Delia bergegas ke kamarnya mengambil sesuatu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yg ia cari, ia kembali ke kamar Arya dan memandangi wajah tampan suaminya.


"Sungguh tentram sekali jika melihat wajahmu ketika tidur, bahkan wajahmu bisa menjadi candu ku. "Sambil mengelus lembut pipi suaminya.


Lalu ia membuka minyak kayu putih yg ia bawa tadi dan mendekatkan ke arah hidung suaminya.


Satu detik, dua detik, tiga detik..... Lima detik dan..


"Haaaaaacccchuuuuu" Arya bangun dari tidurnya langsung bersin bersin akibat aroma minyak kayu putih yg sangat menyengat.


"Maafkan aku mas, habisnya dari tadi di bangunin susah banget. Lihatlah sekarang jam berapa? Kita sudah di tungguin Mbk MUA nya dari tadi. Sekarang cepat kita kesana" ucap Delia pada suaminya yg hanya menatapnya dengan bingung.


Karena kesadarannya belum penuh, Arya pun bingung dengan ucapan istrinya itu.


"Maksudnya apa sih sayang, ini tuh masih sore" kembali mengambil bantalnya. Delia yg melihat itupun langsung di buat kesel olehnya.


"Yasudah tidurlah sepuas mu, dan jangan salahkan aku jika aku berdiri di pelaminan dengan orang lain bukan dengan dirimu" ucap Delia langsung melangkahkan kakinya keluar kamar.


"Hah...!!! di pelaminan..!!!" teriak Arya yg baru menyadari jika malam ini adalah acara resepsinya.


Ia langsung ke kamar mandi dan mencuci mukanya secara kilat. Tak lupa ia mengambil kunci mobilnya dan berlari menuju kamar Delia.


Akhirnya Arya bisa bernafas lega, karena ia melihat Delia masih di dalam mansion bersama yg lainnya.


"Ini nih si biang keroknya, kita dari tadi nungguin eh nggak merasa bersalah sama sekali" ucap Tama menyalahkan adik manjanya.


"Diam lah kak, aku lupa jika malam ini acara resepsinya. Jadi maafkan lah aku" mendekati semuanya.


"Hemmm sudahlah, untung kau ingat. Jika kau tidur dan tak bangun maka acara ini akan ku gantikan bersama Leony dan Angel, bukankah itu lebih menarik?" ucap Tama dengan santainya.


"Ish... Kau tega sekali. Lebih baik sekarang berangkat sebelum matahari benar benar terbenam." melangkahkan kakinya sambil menggandeng tangan istrinya.


Arya menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, ia tidak mau acaranya gagal karena keteledorannya. Ia takut jika sampai sana sang MUA marah dan tidak mau bekerja sama dengannya hari ini.


"Sayang, pelan kan jalannya, kita masih punya waktu 2 jam lebih" ucap Delia yg juga ketakutan melihat suaminya melajukan mobil

__ADS_1


Perkataan Delia pun di dengar oleh Arya dan langsung mengurangi kecepatannya. 15 menit kemudian ia sampai di hotel yg telah ia pesan. Lalu berjalan menuju ruangan khusus untuknya dan juga Delia.


Terlihat sang MUA sedang menyantap makanannya dan ada juga yg sedang bersendau gurau dengan yg lainnya.


Melihat kehadiran Delia dan Arya, mereka langsung menyambutnya dan mulai merias wajah Delia dan juga Arya.


Tak membutuhkan waktu yg lama, kini Delia sudah menjadi sang putri kerajaan setelah di sulap oleh tangan tangan profesional.



"Wah, sungguh cantik sekali nona Delia. Bahkan aku tidak menyangka jika hasilnya luar bisa seperti ini" ucap MUA kagum dengan hasil akhirnya.


"Ini semua berkat tanganmu yg sangat kreatif ini. Sungguh aku berterima kasih banyak kepadamu" jawab Delia dengan senyuman tulus.


"Itu sudah menjadi tugasku nona cantik. Sekarang temui lah pangeran mu yg sudah menunggumu setengah jam yg lalu" ucap perias dengan tersenyum.


"Ah iya, terima kasih Mbk" Delia langsung berdiri dengan di dampingi perias tersebut menuju pangeran hatinya.


Saat ini Delia sudah berada di depan mata suaminya. Bahkan Arya tak kalah bingungnya., ia tak mengenali wajah asli istrinya.


"Loh Mbk, siapa gadis ini dan dimana istriku? Jagan jangan kau mau menipuku dengan membawa gadis ini dan kau sembunyikan istriku?" ucap Arya dengan mata melotot.


"Maaf pak, ini adalah istri bapak, bagaimana bisa bapak tidak mengenali wajah istrinya sendiri" jawab MUA dengan menggelengkan kepalanya.


"Benarkah? kau tidak menipuku ?" tanya nya dengan serius, lalu menatap wajah Delia.


Arya memutari badan Delia dan memperhatikan satu persatu dari atas sampai bawah.


"Ini sepertinya Delia istriku, tapi kenapa wajahnya berubah?" tanya nya dengan bingung.


"Dasar suami gak tau diri, masa ia aku gak di akui istrinya sih" sahut Delia yg sudah tidak tahan dengan ocehan suaminya.


"Ahhh.. ini memang suaranya istriku dan... Maafkan aku sayang, kau begitu cantik sampai sampai aku tidak bisa mengenalimu" sambil mencium telapak tangan istrinya.


"Sudahlah jangan bikin drama, sebaiknya kita temui semua keluarga ini, bukankah acaranya sudah di mulai" ucap Delia mengalihkan pembicaraannya

__ADS_1


"Kau benar sekali, ayo cepat kita kesana, lebih cepat lebih baik" ucapnya dengan senyuman penuh makna.


****** Habis baca jangan lupa like nya ya Love u ❤️❤️❤️*****


__ADS_2