Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 51 Pulau Dewata


__ADS_3

Pukul 15.00 WITA Delia sudah bersiap untuk melihat indahnya pulau Dewata yg berada di Bali. Ia sudah membayangkan dari dulu, bahkan ia tak berharap bisa kesana. Namun keinginannya satu persatu mulai terwujud.


Ia bersyukur banget karena hidupnya kini mulai membaik dan bisa di katakan lebih dari cukup.


"Sayang, sudah siap. Hey.. kenapa malah melamun? apa kau berubah pikiran" ucap Arya menghampiri Delia yg berada di balkon kamar.


"Ah tidak mas, aku hanya tak menyangka saja. Jika aku bisa berlibur ke pulau yg aku idam idamkan dari dulu. Bahkan waktu liburan SMP aku tidak bisa ikut tour ke sini karena biaya nya sangat mahal. Namun sang kuasa berkehendak lain, aku bisa kesini dengan orang aku cintai. Terima kasih ya mas" Delia langsung memeluk Arya dan meletakkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.


"Sudahlah sayang, yg berlalu biarlah berlalu. Sekarang waktunya kita bersenang senang. Jangan bersedih lagi. Air mata ini terlalu berharga jika kau menangis hanya karena masa lalu" Arya mengusap tetesan air mata yg lolos dari matanya.


"Yasudah, sekarang kita berangkat ya mas, takutnya keburu sore. Karena aku ingin melihat waktu sunset di pantai ini" mengandeng tangan Arya dan keluar dari kamar hotel.


****


Di satu sisi mama Renata beserta suaminya tersenyum senang karena rencana mereka berhasil. Yah, mereka berdua lah yg telah mengganti semua baju milik Delia. Mereka ingin anaknya segera mendapat keturunan dan ia juga mendapatkan cucu yg bisa di ajak main.


Di usianya yg sudah tua, mereka ingin bermain bersama cucu nya. Karena anak pertamanya tinggal di luar negri itu membuat keduanya jarang bertemu dan bermain dengan cucunya.


"Mama seneng banget pah, pasti Delia kebingungan mau pake baju apa. Dan mau tak mau dia pasti pakai lingerie yg mama siapin. Begitu Delia memakainya pasti Arya langsung tancap gas. Semakin cepat maka semakin baik kan pah" ucap mama Renata tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


"Iya mah, dari mana mama dapat ide konyol seperti itu? sepertinya waktu kita bulan madu mama tidak memakai baju seperti itu, bahkan sampai sekarang" ucap papa Hendra yg heran dengan apa yg telah istrinya lakukan itu.


"Mama tau rencana ini dari teman arisan mama, kebetulan dia juga ingin mendapatkan cucu dari anak semata wayangnya. Untuk masalah lingerie, jika papa ingin mama memakainya, maka mama akan memakainya nanti malam" lanjut mama Renata mengedipkan matanya.


Tuan Hendra yg melihat sikap istrinya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bahkan di usianya yg sudah di bilang kepala lima namun ia masih romantis dengan pasangannya. Ini semua bisa menjadi contoh untuk anak dan menantunya. Jika usia tidak mengubah rasa sayang dan cinta terhadap pasangan masing masing.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu mama cepat mandi, siapkan Malkan malam lalu tepati janji mama" balas papa Hendra dengan senyum penuh kemenangan.


****


Kicau camar menemani


Kala duduk di petang hari


Bersama hati yang bahagia


Di tepi pantai memeluk senja. 


Pasir lembut tempat memijak


Kaki kecil yang sangat lucu


Senja di pantai merengkuh rindu


Kini Arya dan Delia berada di tepi pantai menikmati deburan ombak dan bermain pasir. Delia begitu bahagia, ia berlari kesana kemari. Ia meluruskan kakinya agar terkena ombak yg menurutnya tak boleh di lewatkan.


"Sayang, kemarilah. Kita makan dulu, setelah ini kita main lagi" ucap Arya menghampiri Delia yg telah asik bermain air.


"Aku masih kenyang mas, lebih baik kita nikmati main air sama main pasirnya yah hehehe" balasnya beranjak dari tempatnya dan berganti bermain pasir. Ia membentuk pasir itu dengan bentuk love dan di dalamnya ia tulis jurus A & D lalu tersenyum puas dengan hasil karyanya.


"Gimana mas, bagus kan? oh iya pinjam handphone nya dong aku kau ambil gambar hasil karyaku ini" ucapnya dengan semangat.

__ADS_1


"Hem baiklah, setelah ini kita makan dulu ya" balas Arya merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih miliknya.


cekrek cekrek cekrek bunyi saat Delia memotret karya nya dengan posisi yg berbeda beda.


"Perfect.. sekarang giliran kita foto bersama ya mas. Lumayan kan bisa di pajang di dinding hehehe" Delia memposisikan dirinya memeluk perut Arya, mengangkat satu kakinya dan tersenyum. Lumayan cukup dengan foto foto, keduanya beristirahat sambil makan pesanannya.


"Enak ya mas, kulineran sambil berwisata." ucap Delia di sela sela makannya


"Tentu saja, apalagi perginya dengan orang yg kita cintai." Arya menatap Delia yg sedang makan sambil belepotan di mulutnya. Ia pun mengusap nya lalu menjilat sisa yg ada di tangannya.


"Ahh so sweet banget sih.. lagi lagi dong mas" Delia begitu terbawa suasana hingga ia berani menunjukkan ekspresi yg menurut Arya adalah menggoda.


"Sebaiknya cepat habiskan, setelah ini akan kita lanjutkan di hotel" balas Arya mengedipkan sebelah matanya. Delia yg mendengar perkataan itupun merasa jengah dan terpaksa menghabiskan makanannya dan di lanjutkan menikmati indahnya sunset di pulau ini.



"Sungguh besar ciptaanmu ya Rabb.. Begitu indah alam ini." gumam Delia memandang matahari yg mulai tenggelam menyisakan warna jingganya.


"Sebaiknya kita kembali ke hotel saja, karena angin malam tidak baik untuk kesehatan." Arya memeluk Delia dan memakaikan jaketnya ke tubuh Delia.


"Itu lebih bagus mas. Seperti nya aku pun lelah mas. Kita langsung istirahat ya" balas Delia menggandeng tangan Arya. Keduanya berjalan keluar dan menuju parkiran mobilnya. Tak butuh waktu lama, kini telah sampai di hotel dan langsung beristirahat.


*****


Maaf banget ya akhir akhir ini author malas banget untuk up. Apalagi kerjaan author ibu rumah tangga dan mengurus baby, jadi waktunya harus di bagi sama rata. Dan untuk merangkai kata dan memikirnya alurnya itu tidak mudah. Jadi tolong berikan saran yg membangun yah. Jangan lupa beri dukungan dan semangat agar author lebih giat lagi up setiap hari.

__ADS_1


Terima kasih love u ❤️❤️❤️


__ADS_2