
"Tuan.. ini ada apa? apa ini hanya sandiwara atau ini beneran?" tanya Delia dengan bingung
"Apakah kau tidak bisa membedakan mana yg tulus dan mana yg palsu?" jawab Arya menatapnya dengan tatapan yg tak bisa di artikan.
"Maaf tuan aku tidak tau.. mungkin ini terlalu cepat untuk aku. Aku ingin serius kerja dan meraih cita citaku. Mungkin tuan hanya merasa nyaman denganku tapi tidak mencintai ku" jawab Delia dengan perasaan berkecamuk.
"Okelah aku tau, aku hanya ingin kau tau Delia, jika kau belum siap maka aku akan menunggumu hingga kau mau menerimaku" jawab Arya langsung berdiri
"Maaf tuan, kuharap tuan mengerti keadaanku"
"Tenanglah , aku mengerti dengan perasaanmu. Sekarang ayo pulang ini sudah malam" jawab Arya sembari melangkahkan kakinya
Kedua memasuki mobil dan melaju arah pulang. Tidak ada percakapan sedikitpun antara keduanya. Mungkin mereka lagi memikirkan satu sama lain atau entahlah hanya mereka yg tau.
Perjalanan saat malam inilah yg cocok untuk bepergian, gimana tidak jika waktu siang keadaan disini macet total bahkan berjam jam, berbeda jika waktu seperti ini mulus tanpa kendala.
15 menit kemudian sampailah Arya dikediaman rumah Delia.
"Terima kasih tuan atas makan malamnya, dan maaf untuk persoalan tadi" ucap Delia menunduk merasa bersalah.
"tidak apa Delia, jangan terlalu dipikirkan dan ingat jangan panggil aku tuan, panggilnya dengan sebutan yg enak didengar seperti sayang, honey, atau my darling itu lebih cocok" lanjut Arya dengan tersenyum mesum
"Dasar bos tukang mesum"gumamnya lirih dengan wajah yg merah merona.
"Hahaha kenapa dengan pipimu ? apa kau sakit? ucap Arya yg menggoda Delia
__ADS_1
"Ah tidak tuan, sebaiknya tuan pergilah ini sudah malam"lanjut Delia
"Okelah, kamu masuk dulu dan jangan lupa tidur yg nyenyak" balas Arya yg melajukan mobilnya.
******
Kini telah genap Delia bekerja di perusahaan dan genap pula ia datang ke kota ini dan hari ini pula lah iya mendapatkan gaji yg ke 4 kalinya dan bonus bulanan nya. Karena ia meminta gajinya diberikan setiap seminggu sekali untuk kebutuhannya agar tidak menumpuk.
Hari ini begitu lelah untuk seorang Delia. Ia sekarang tinggal di rumah besar nyonya Renata dan tuan Hendra. Seminggu yg lalu ia di minta jawaban untuk pernyataan tuan Arya pada malam yg lalu.
(flashback on)
Saat jam makan siang telah tiba Delia beserta teman teman semua berlari menuju restoran perusahaan. Yah disini di sediakan semuanya dengan harga yg sesuai dengan gaji masing masing agar tidak keberatan. Menunya pun beragam dari yg menu biasa sampai yg luar biasa.
Delia lebih suka dengan makanan yg selalu ada di kampungnya yaitu sayur bayam dengan sambal bawang ditambah ikan bandeng goreng. Rasanya ah mantap...!hehe
tok tok tok (ruangan Delia pun di ketok seseorang)
masuk ...
"Maaf Bu, kedatangan saya kesini ingin menyampaikan bahwa anda di tunggu tuan Arya di ruangannya" ucap seorang OB
"Ada hal penting apa ya tiba tiba memanggil seperti ini? gumam Delia.
"Maaf Bu saya tidak tau, ya sudah ibu di mohon segera kesana dan saya permisi Bu" ucap OB yg di angguki oleh Delia.
__ADS_1
Mau tidak mau Delia akhirnya menuju ruangan tuan Arya yg jaraknya hanya jeda satu ruangan saja.
tok tok tok...
masuk...
"Maaf pak, ada apa anda memanggil saya" ucap Delia dengan sopan karena di situ ada kedua orang tua Arya.
"Jangan terlalu formal nak, ini kan sama calon suamimu" ucap nyonya Renata
"Calon suami? maksud mama apa ya?" tanya Delia dengan terkejut
" Jadi gini nak, kami ingin sekali melihat anak bungsu kami menjalani bahtera rumah tangga sebelum kami tiada. Kami ini sudah tua nak, kami ingin menggendong cucu dari kalian berdua. Dan kami juga ingin Arya menikah dengan seorang yg di cintai nya yaitu kamu.
Kami sudah tau semua tentang sandiwara kalian yg berpura pura pacaran di depan kami, karena Arya tidak mau dijodohkan dengan Geisha. Sebenarnya kami pun tidak terlalu suka dengan Geisha karena ia seorang gadis yg manja yg selalu merengek meminta ini itu seperti seorang bayi .Berbeda denganmu nak, kamu anak yg mandiri bekerja keras demi keinginanmu yg tinggi. Sungguh beruntungnya diriku jika mempunyai menantu sepertimu" ucap kedua orang tua Arya dengan sendu
"Hem.... apa kalian serius ? kalian bahkan bisa mendapatkan menantu yg lebih dariku. Maaf bukannya menolak atau gimana tapi aku dan tuan Arya berbeda jauh. Tuan Arya bagaikan bintang yg bersinar sedangkan aku sulit untuk menggapainya. Apa kalian tidak malu mempunyai menantu sepertiku yg jauh dibawah kalian? Aku tidak ingin menjadikan keluarga kalian jadi bahan omongan orang karena diriku. Aku juga tidak ingin di cap sebagai wanita murahan atau wanita matre. Jadi tolong di pikirkan kembali nyonya. Setelah nyonya mengambil keputusannya maka aku pun mengambil keputusanku" balas Delia dengan sendu
"Baik lah nak mulai hari ini kau tinggallah di rumah bersama kami. Kami akan mengangkat mu menjadi anak angkat kami, agar orang lain tidak bisa menghinamu atau merendahkan mu. Dan mulai hari juga kami akan mempersiapkan pertunangan kalian.
Oh iya kalian tidak usah khawatir, semuanya akan beres dan untuk masalah ibumu yg ada di kampung itu urusan mama. Dan untuk masalah perkuliahan serahkan saja pada Arya , karena dialah yg memegang kendali kampus itu" ucap nyonya Renata dengan tegas.
"Hemmm.... Terserah kalian lah yg penting kalian bahagia, dan tentunya aku lebih bahagia iya kan sayang?" ucap Arya dengan mengedipkan matanya menatap Delia
"Dasar tuan Arya yg genit, di depan orang tuanya aja gak punya malu apalagi kalo gak ada .. Ehhhhh aku mikir apaan sih" gumam Delia dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
(flashback off)