
Setelah kenyang keduanya berjalan dengan lemah karena kekenyangan memakan siomay. Delia terpaksa menghabiskan siomay yg dipesan angel kembali. Ia memakan 2 porsi dan untuk Angel ia memakan 3 porsi. Sungguh perut karet jika di turuti tidak akan ada habisnya.
"Loh kalian dari mana aja, kita semua sibuk mencari kalian loh" tanya Leony pada kedua orang ini
"Kami habis bermain dan membeli siomay di sana kak, rasanya ah mantap." jawab Delia dengan tersenyum
" Lalu kenapa kalian jadi lemah tidak bertenaga seperti ini?"
"Mommy, kita ini bukannya lemah, tapi kita ini kekenyangan karena memakan siomay berkali kali hehe" ucap Angel pada ibunya.
"astaga.. kalian ini, yasudah ayo masuk, didalam tuh masih sibuk dengan kalian"
"iya kak"
****
Malam yg indah bertabur bintang dengan cahaya kelap kelip nya. Tersenyum simpul saat memandangnya. Begitupun bulan, bersinar terang menampakkan keindahan cahayanya. Sungguh dunia malam itu indah sekali.
Terlihat seorang gadis yg sedang menatap langit dari arah balkon kamar nya, ia terus memandang sembari tersenyum lebar, entah apa yg membuatnya begitu kagum pada langit malam ini. Seutas senyum terus mengembang dan berhenti ketika sebuah mobil Lamborghini Aventador SVJ memasuki gerbang rumah ini.
"Siapa yg datang pada waktu malam ini ya?" Kelihatannya bukan sembarang orang, dan.. siapa wanita cantik itu?" gumam Delia melihat kearah halaman rumah
Tak mau ambil pusing, Delia berjalan kearah kamar mandi dan berendam di air yg hangat. Selesai melakukan kegiatannya, ia mengambil handuk dan mengeringkan rambutnya. Tak lupa ia memakai skincare agar kulitnya terawat dan sehat. Ditambah dengan lipstik warna senada dengan bajunya.
Akhir akhir ini dia sangat menyukai dengan perawatan, entah ketularan dari mana ia bisa begitu.
Delia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya menuju kamar adiknya. Sudah lama ia tidak bercerita berbagi susah dan senang. Saat menuruni tangga matanya tertuju pada satu sosok yg sangat dikenalinya.
Yah Arya, kini ia melihat sosok calon suaminya yg sedang dipeluk oleh gadis yg tak asing menurutnya. Dengan penampilan yg sangat feminim. Dres yg ketat di tambah belahan dada yg terbuka,m jika seorang lelaki yg melihatnya pasti akan langsung tergoda olehnya.
Delia berhenti sejenak ditempatnya lalu mencobat mengingat siapa wanita itu.
"Kenapa Arya mau dipeluk olehnya ya? apa itu pacarnya? bahkan sebentar lagi mau tunangan denganku tapi dia bermesraan dengan wanita lain."
"Apa arti diriku di dalam hatinya? apakah ia menganggap pernikahan adalah sebuah permainan?"
__ADS_1
"Haisss... kenapa dengan diriku ini cengeng sekali"
Delia berjalan menuruni tangga dan melewati dua sejoli yg sedang berpelukan layaknya seorang kekasih yg melepas kerinduan. Berjalan dengan tatapan acuhnya, ia tak mau berharap lebih dengannya.
Dengan santainya Delia bersenandung ria dan mencoba tersenyum agar tidak kelihatan kesedihannya.
"Delia tunggu.... kau mau kemana" ucap Arya menghentikan langkah Delia.
"A- aku ingin ke kamarnya Sinta , memangnya kenapa?"
"Temani aku disini jangan kemana pun oke" lanjut Arya mengedipkan matanya
"Tapi....."
"Jangan membantah, apa kau mau aku....." berjalan mendekati Delia dan menunjuk bibir ranumnya
"Emmm.. baik lah aku mau, tapi tidakkah aku mengganggu kalian berdua?" tanya nya menatap wanita yg memandanginya sinis.
"Siapa bilang kamu mengganggu, yg ada dia yg mengganggu kita" jawab Arya menarik pinggang Delia.
"Sial... siapa gadis ini, apa dia calon tunangan Arya ya? cantik sih dengan penampilan yg sederhana ini ia terlihat natural, tapi dia kan masih bocah. Pokoknya aku nggak boleh kalah dengan bocah ingusan ini" gumam Geisha dalam hati.
Keluarga Arya dan keluarga Geisha menjalin hubungan kerja sama. Dari situlah Geisha mengenal Arya dan menganggap Arya adalah kekasihnya.
"Gimana nak Geisha, sudah ngobrol nya dengan Arya" tanya nyonya Renata
"sudah ma, tadi di gangguin Ama tuh kecoa gatel" sengit Geisha
"Loh jeng, memangnya di rumah sebesar ini ada kecianya ya" tanya mama Geisha dengan polos
"Ishhh mam ini.. yg aku maksud bukan kecoa beneran mah, tapi itu tuh bocah ingusan" jawab Geisha dengan cemberut
"Bocah ingusan siapa nak, apa itu Delia?" tanya mama Renata.
"Aku tidak tahu namanya ma" jawabnya lesu
__ADS_1
.
"Geisha, mungkin yg kamu maksud adalah Delia, dia adalah calon tunangannya Arya, Minggu depan mereka akan melaksanakan acaranya" lanjut nyonya Renata
"Apa???? aku tidak salah dengar kan jeng?" tanya mama Geisha yg kaget begitupun dengan papa Geisha.
Mereka tidak tau jika Arya, lelaki yg di cintai putri mereka sudah punya calon istri. Berbeda dengan Geisha, ia sudah mengetahui dua hari belakangan ini.
"Itu memang benar, saya harap Geisha mengerti. Walaupun Delia seorang gadis desa, namun cuma dialah yg dicintai Arya. saya tidak bisa memaksa kehendak Arya untuk menikah denganmu. Belajarlah mandiri dan belajarlah untuk ikhlas. Sejatinya cinta itu tidak harus memiliki, jika kita mencintai seseorang biarkanlah dia bahagia dengan pilihannya. Jika dia bahagia kita pun ikut bahagia, bukan kah begitu?" ucap papa Hendra ikut nimbrung pembicaraan mereka.
"Iya pa Geisha mengerti, tidak mungkin jika Geisha menghancurkan kebahagian Arya. Aku hanya kecewa saja dengannya. Dari sekolah sampai kuliah, akulah yg setia menunggunya tapi malah dia memilih orang lain" ucap Geisha berkaca kaca.
"Maafkan Arya nak, mungkin kalian bukan berjodoh. Suatu saat nanti pasti ada lelaki yg mencintaimu dengan tulus, Percayalah..!!" ucap mama Renata menasehati Geisha
"Iya nak kamu gak usah sedih, seharusnya kamu mendukung apapun pilihan Arya ya, agar hati kamu juga plong.. Tidak mengharapkan yg bukan milikmu" lanjut mama Geisha memeluknya
"Iya ma, mulai sekarang Geisha akan berubah menjadi yg lebih baik. Menjadi pribadi yg bisa kalian banggakan" ucap Geisha berdiri dengan percaya dirinya
"Nah gitu dong, itu baru anak papa" jawab papa Geisha memeluknya
"Enak aja kamu bilang anak kamu, Geisha ini anak aku. Aku yg mengandung sembilan bulan dan yg melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Sedangkan kamu apa? hanya bisa menggendongnya saja" balas mama Geisha tak terima jika Geisha disebut anak papanya bukan anaknya.
"Eh siapa bilang papa gak ngapa ngapa in,, buktinya papa yg berjuang membuatnya setiap malam. Jika tidak , mana mungkin bakal ada Geisha" jawab papa Geisha tak mau kalah.
"Sudah sudah kalian ini. Kalo masih berebut Geisha mengapa kalian tidak membuatnya lagi, agar kalian tidak berebut" ucap mama Renata menggelengkan kepalanya
"Wah bener juga yah ma, sudah lama papa puasa nih. Yuk mah kita lanjut aja buat dedek bayi" ucap papa Geisha cengengesan.
"Ishhhh papa ini, malu tau. Kita ini sudah tua mana bisa mama hamil lagi." jawab mama Geisha sambil mencubit perut suaminya.
"Aauwwww... sakit tau ma. Ya sudah kita pulang aja yuk, lanjutin buat dedek hahahaha" ucap papa Geisha berlari menghindar dari istrinya.
"Kalian ini dari dulu sampai sekarang tidak ada bedanya. Pasangan Tom and Jerry. Yg satu selalu menjauhi dan yg satu tak terima." ucap tuan Hendra menggelengkan kepalanya.
"Tuh kan pah ini semua gara gara papa ini. Ya sudah yuk kita pulang aja" ucap papa Geisha berpamitan pada nyonya Renata.
__ADS_1
"Ya sudah hati hati dijalan ya jeng, Minggu deoan jangan lupa datang ya" ucap nyonya Renata Cipika-cipiki pada mama Geisha .
"Tentu saja. kami akan datang" jawabnya dengan tersenyum.