
Udara sejuk di pagi hari terasa dingin menyentuh kulit. Suasana tenang jauh dari keramaian kota membuat hati menjadi tentram. Terlihat sepasang kekasih tengah meringkuk di bawah selimut saling berpelukan. Saling menyalurkan kehangatan ke pasangannya. Tak ada tanda tanda terbangun, padahal waktu sudah menunjukan pukul 08.40 WITA.
Pasangan yg tengah di mabuk asmara, bagaimana tidak, semalam Delia bahkan tidak bisa menutup matanya. Ia selalu di serang dadakan oleh suaminya. Pertarungan sengit antara keduanya berakhir pada pukul 03.00 dini hari. Efek jamu yg di minum oleh Arya sangat manjur. Jamu tersebut di buat oleh mamanya hasil dari turun temurun neneknya. Dan kini terbukti semalam ia ia merasa kepuasan menikmati percintaannya.
Dering ponsel berbunyi berkali kali namun tak ada yg mengangkatnya. Satu kali dua kali hingga kini yg ketiga kalinya membuat tidur Arya terganggu. Mau tak mau ia mengambil ponselnya yg berada di meja.
"Sial, siapa yg mengganggu pagi pagi ini. Apa dia tidak tau jika sudah mengganggu waktu tidurku" gerutunya sambil mengucek kedua matanya.
Setelah di rasa dapat melihat dengan jelas, ia pun dengan malas meletakkan kembali ke tempatnya.
"Dasar asisten jomblo. Kurang kerjaan apa, untuk apa dia menelpon sepagi ini" melangkah menuju kasur empuknya.
Saat kakinya sudah berada di kasur, ponselnya pun berdering kembali dan itu membuatnya mau tak mau mengangkat telpon dari asisten jomblo itu.
"Hey Jo, kenapa kau menelponku pagi pagi seperti ini hah? apa kau kurang gaji?" bentak Arya karena sudah tak tahan menahannya dari tadi.
Satu menit kemudian tak ada jawaban, dan itu semakin membuatnya kesal.
"Hey jawab, apa kau tuli. Cepat katakan ada apa?" bentaknya lagi dengan tak sabar. Beliau juga mendengar suara kebisingan seperti bunyi mobil ambulans dan beberapa orang yg tengah berteriak. Dengan rasa cemas ia kembali bertanya kepada Jo.
__ADS_1
"Ma-ma af tuan. Ini anu, emm tuan sama nyonya mengalami kecelakaan saat mau ke puncak. Mobilnya di duga oleng saat menghindari truk besar yg berarah lawanan. Jadi mobilnya terjun ke jurang. Kondisi tuan dan nyonya sedang tidak sadarkan diri. Dan sekarang harus di bawa ke rumah sakit." jelas Jo drngan perasaan bersalahnya. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga kedua orang tua yg sudah di anggapnya seperti orang tuanya sendiri.
"Apa? Kau tidak bercanda kan Jo?" tanya Arya masih tak percaya dengan apa yg di dengarnya tadi.
"Betul tuan, jika tuan tidak percaya silahkan datang sendiri ke rumah sakit keluarga anda. Sekarang aku harus mengantarkannya." Jo menutup telponnya dan bergegas masuk ke dalam mobil ambulans.
Saat berada di dalam mobil, ia mencerna laporan dari para polisi dan saksi mata yg melihat kejadian itu. Tidak ada yg aneh, namun ia tetap harus selidiki dulu apa yg sebenarnya terjadi.
Berbeda lagi dengan Arya, ia merasa sangat terpukul. Dirinya terduduk lemah di lantai masih mengelap butiran air matanya. Ia tak menyangka jika kedua orang tuanya mengalami kecelakan saat dirinya tak berada di sisinya.
Setelah puas dengan kesedihannya, dirinya bernegara memesan tiket dan membereskan seluruh barang miliknya dan Delia. Tak lupa ia juga membangunkan istrinya. Tega tidak tega, namun ia harus melakukannya. Toh kapanpun bisa liburan ke sini lagi pikirnya.
"Sayang, bangunlah. Kita harus pulang hari ini" ucap Arya dengan lembut. Ia mengecup kening istrinya dan membelai pipi serta menyingkirkan anak rambut ke belakang telinganya.
"Maafkan aku sayang, tapi kita harus pulang hari ini. Karena mama dan papa tadi pagi kecelakan mobil. Dan sekarang mereka harus di rawat." lanjut Arya dengan suara tercekad.
"Apa... mas jangan berbicara seperti itu. Mama sama papa baik baik saja kan. Jangan bercanda seperti itu, keterlaluan" jawab Delia dengan mata yg lebar.
"Aku tidak bercanda sayang, apa mataku dan wajahku terlihat seperti bercanda hem?" Arya kembali merangku istrinya. Sejenak ia menenangkan pikirannya. Menguatkan jiwanya agar tidak mudah rapuh.
__ADS_1
"Maaf mas, aku tidak tau. Kamu yg sabar ya. Setiap manusia pasti mengalami ujiannya masing masing. Dan aku percaya jika kita bisa melewati ujian kita ini" balas Delia mengelus punggung suaminya dengan lembut.
"Terima kasih sayang, aku beruntung memilikimu" Arya melepas pelukannya dan mencium kembali kening pipi dan bibir istrinya.
"Sudah mas, lebih baik kita mandi dan segera pulang. Aku tidak tega jika melihat mama sama papa tidak ada yg menunggu. Mereka selalu baik denganku, dan aku harus berbakti kepadanya" Delia beranjak dari kasur dan berjalan mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Setiap manusia pasti mengalami ujiannya masing masing. Dari yg merasa sulit, merasa jatuh bangun bangkit lagi hingga menemukan titik terangnya. Namun semua itu akan menjadi kekuatan, kekuatan menjadi lebih baik lagi, menjadi lebih tegar lagi.
Setelah semuanya selesai, Arya membersihkan diri ke kamar mandi. Selang 20 menit kemudian keduanya sudah rapi dengan dirinya masing masing. Kini keduanya menyantap sarapannya dengan nikmat. Bukan sarapan, namun makan siang karena sekarang sudah pukul 10.00 WITA.
"Sayang, apa kau sudah siap, tidak ada yg ketinggalan kan?" Arya menemui istrinya yg sedang merapikan kopernya.
"Sudah mas, ayo kita berangkat sekarang. Lebih cepat lebih baik bukan" Delia mendorong kopernya keluar kamar begitupun dengan Arya. Ia mengambil koper di tangan Delia laku membawanya keluar menuju mobil.
skip..
Keduanya telah sampai di bandara dan masuk satu persatu. Setelah semuanya lengkap, pesawat siap lepas landas. Waktu yg di tempuh kurang lebih 2 jam lamanya. Cuaca siang ini sangat bagus hingga tak ada kendala sedikitpun. Pesawat sampai di bandara Soekarno Hatta tepat pukul 11.30 menit. Keduanya masuk ke dalam mobil jemputan dan lanhsung menuju rumah sakit milik keluarga nya.
*******
__ADS_1
Maaf banget ya akhir akhir ini author malas banget untuk up. Apalagi kerjaan author ibu rumah tangga dan mengurus baby, jadi waktunya harus di bagi sama rata. Dan untuk merangkai kata dan memikirnya alurnya itu tidak mudah. Jadi tolong berikan saran yg membangun yah. Jangan lupa beri dukungan dan semangat agar author lebih giat lagi up setiap hari.
Terima kasih love u ❤️❤️❤️