
Delia kembali ke ruang ganti untuk mencoba baju yg ke dua. Baju yg kedua hampir sama dengan pertama, namun yg berbeda adalah warnanya yg lebih terang yaitu merah menyala dengan lengan panjang. Sangat cocok di tubuh Delia yg putih bersih ini.
Delia keluar ruangan untuk memperlihatkan gaun keduanya.
"Apa yg ini saja? gimana menurutmu?" tanya Delia pada Arya
"Emmm.. nggak, kau lihat ini, aku nggak mau orang lain melihat ini. Hanya aku yg boleh melihatnya. Ganti yg lain" Jawab Arya yg mengomentari baju dengan belahan dada yg rendah.
"Hufttt.. dia kira bolak balik ganti baju apa gak capek?" gerutu Delia meninggalkan Arya.
Untuk ketiga kalinya ia di perlihatkan gaun yg super indah. Warna yg kalem serta desain yg elegan tidak terlalu berat seperti yg pertama dan yg kedua.
"Gimana dengan yg ini? bagus tidak?" tanya Delia pada Arya
"Hey... Halo... gimana? apakah sangat buruk?" tanya Delia kembali
"Ah tidak, ini sangat perfect..! bungkus yg ini oke" jawab Arya yg tidak berkedip. Ia kagum dengan sosok Delia gadis desa yg memakai pakaian ini sangatlah cantik, apalagi kalo dipoles sedikit wajahnya maka ia seperti Cinderella.
"Sudah belum sayang ?" tanya mama dan ibunya
"Eh mama sama ibu, kita udah nih milihnya, gimana dengan kalian?" tanya Delia balik
"Kita bertiga sudah semua sayang, habis ini kita mau kemana?" tanya mama Renata pada semua orang
"Lebih baik kita makan siang duku mah, ini juga udah jam makan siang" jawab Arya
"Oke lah, Kita makan siang di depan sana yuk, walaupun tidak restoran tapi masakannya enak loh dijamin higenis" lanjut mama Renata yg di angguki semuanya.
Nyonya Renata memang begitu, walaupun hidupnya berkelimang harta namun ia tidak pernah memilih makan di resto resto yg mahal karena gengsi.
Asalkan makanannya enak dan higenis maka ia akan membelinya dan menjadikannya langganan.
Mereka berjalan keluar dari butik dan menyebrang jalan, karena warungnya berada di sebrang jalan.
__ADS_1
Saat memasuki warung tersebut mereka disambut oleh sang pemiliknya langsung.
"Selamat siang nyonya tuan dan nona, silahkan duduk mau pesan makanan apa?" ucap sang pemilik dengan sopan
"Emm sebentar ya pak kita tulis aja disini, soalnya kita makannya beramai hehehe" jawab mama Renata
"Aku mau ayam penyet mah, sama gulai jengkol minumnya jus alpukat" ucap Arya mendahului mereka
"Kalo aku mau sate ayam aja ma, minumnya sama jus alpukat" ucap Delia kemudian
"Saya ayam gulai asam manis sama es teh ya Bu" lanjut ibu Sari.
"Aku mau gado gado aja deh ma, minumnya es teh" jawab Sinta dengan semangat.
Warung ini memang tidak besar, namun ia menyewa beberapa karyawan dengan tugas yg berbeda. Berbagai menu terhidang kan dan dengan sehari biasanya langsung habis, jadi setiap hari masakannya baru.
20 menit kemudian pesanan mereka datang dan kangsung menyantap pesanan masing masing. Selesai dengan makan siangnya, mereka langsung pulang dan beristirahat.
******
Semua orang sudah berkumpul di aula gedung yg sudah di pesannya. Semua rekan kerjanya dari kota dan luar kota bahkan dari luar negri pun ikut datang.
Semua sajian dan hidangan telah disediakan, para tamu di persilahkan duduk dan menikmati jamuan malam ini.
Delia kini berjalan menuju tempat yg sudah dipersiapkan.
Semua mata memandang kearahnya. Delia sang gadis desa kini telah di sulap menjadi seorang putri layaknya di negri dongeng. Dengan senyum yg mengembang di bibirnya, menambah aura kecantikannya.
Begitupun dengan Arya, bahkan sedari tadi ia menatap nya tanpa berkedip sekalipun. Hingga tak terasa kakinya melangkah menuju sang putri untuk menyalurkan tangannya.
Delia menyambut nya dengan senang hati. Kini keduanya berjalan beriringan.
"Wah mereka serasi ya, yg cewek cantik banget dan yg cocok gagah perkasa" ucap ibu tamu undangan.
"Iya nih, gak nyangka loh kalo menantu pak Hendra secantik ini, kalo masih ada satu yg kayak gini nih aku mau angkut dah" timpal yg satunya lagi.
__ADS_1
"Selamat malam para hadirin semua..!! Senang sekali ya malam ini kita berkumpul bersama dalam acara pertunangan tuan Arya Adi Nugroho dan nona Delia putri. Saya perwakilan dari keluarga Nugroho mengucapkan terima kasih atas kehadiran ibu dan bapak ini.
Malam ini, adalah bukti dari cinta yg berlabuh di antara dua hati. Dan malam inilah keduanya sepakat untuk mengikat untuk ke jenjang yg berlanjut.
Sekarang kita lanjutkan acara tukar cincinnya." ucap pembawa acara
Kini Arya sudah bertekuk lutut di hadapan Delia untuk menyatakan sekali lagi perasaanya kepada Delia.
"Delia, seperti yg sudah aku katakan, aku tidak oandia merangkai kata kata romantis, aku hanya bisa memberikan keyakinan ku keoadamu untuk meminangmu menjadi istriku. Sebagai pelengkap hidupku, dan tempatku berlabuh di dalam suka dan duka. Apa kau mau menjadi istriku?" ucap Arya dengan lembut.
"Berdirilah jangan seperti ini, iya aku mau menjadi istrimu dengan segala kekuranganku. Semoga engkau selalu menyayangi ku dan menerimaku dengan apa adanya" jawab Delia dengan sendu
Kemudian Arya mengambil cincin dan langsung memakaikan di jari manis Delia. Begitupun Delia, ia langsung memasangkan cincin yg satunya ke jari manis Arya.
Setelah bertukar cincin , kini giliran mama Renata memberikan hadiah kepada calon menantunya sebuah kalung yg di wariskan dengan turun temurun dari nenek moyang nya.
"Oke si sweet banget sih, Kaka jadi terharu deh. Dan acara selanjutnya adalah berfoto dengan keluarga sebagai kenang kenangan. Ayo siapa yg mau berfoto silahkan maju ke depan yah" ucap pembaca acara
Kini kedua keluarga tersebut bergantian untuk berfoto.
Tak lupa asisten Jo pun ikut mengucapkan selamat dan berfoto dengan sahabat sekaligus bosnya itu.
"Selamat ya bro, akhirnya bos ku tidak lagi menyandang status jomblo, dan sebentar lagi akan hanya akulah yg masih jomblo"ucap asisten sekaligus curhat.
"Jo , kau jangan bersedih, jika kau mau aku punya teman yg cocok bersanding denganmu. Apakah kau mau dengannya?" ucap Delia membayangkan jika asisten Jo bersanding dengan Tania.
"Benarkan itu nona? siapa gadis itu? apa aku mengenalnya?" tanya asisten Jo dengan serius
"Tentu saja Jo kau mengenalnya. Bukankah temanku yg berada disini hanya satu orang. Tania Oktaviani itulah namanya" ucap Delia dengan tertawa
"Apa?????" ucap kedua orang yg bersamaan.
Yah Tania yg baru datang pun mendengar percakapan mereka, begitu pun asisten Jo yg kaget dengan saran nona nya itu. Bagaimana tidak, Tania adalah gadis yg gesrek dan di bawah standar menurutnya.
__ADS_1
"Wah wah.. ternyata pilihanmu memang cocok sayang. Kau lihat bukan, mereka menjawab dengan serempak, dan apa ini? warna bajunya pun ikut sama. Ini bukan hanya kebetulan tapi memang kalian ini jodoh" ucap Arya ikut mendukung istrinya.