Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 42 Kencan Malam


__ADS_3

Malam harinya sunyi sepi hanya ada suara tv yg menemani aku dan Arya. Jenuh..? tentu saja karena aku masih berada di hotel tempat resepsi kemarin. Padahal aku tak membawa baju ganti lebih dari dua pasang. Tapi terserahlah, karena sekarang aku hidup mengikuti kemana suamiku pergi.


"Mas... jenuh nih di rumah, yuk jalan jalan malam. Mumpung malam Minggu he hehe" ucapku sambil bergelayut manja di lengannya.


"Memangnya mau kemana sayang. Bukankah tadi pagi kau sudah berjanji untuk malam ini" jawabnya dengan senyum misterius.


"Mas buang otak mesum mu jauh jauh. Tidak puaskah tadi pagi mas buatku berjalan seperti bebek hem?" balasku dengan melotot.


"Hahaha aku suka lihat mu seperti itu sayang, kan ini ini dan ini adalah tempat candu ku sekarang" ucapnya menunjuk si kembar dan kolamnya.


"Ahhhh males ah.. badanku capek mas, pengen reflesing keluar malam nonton bioskop kan makan pinggir jalan, kan romantis" ucapku sambil membayangkan pacaran ala ABG


"Baiklah tuan putriku, sekarang siap siaplah kita akan berkencan malam ini" ucapnya beranjak mengambil jaket.


"Wah berkencan. Akhirnya aku bisa keluar juga dari kandang singa ini hehehe" gumamku dengan tersenyum.


Secepat kilat ku ambil jaket karena malam ini dingin banget, lalu ku menyusul Arya turun kebawah.


"Mas pelan pelan dong jalannya, gak lihat aku harus berjalan seperti bebek " ucapku dengan cemberut. Ia langsung menoleh kebelakang dan melihat caraku berjalan.


"Kenapa jalanmu ngangkang seperti itu?" tanya nya bingung.


"Ini semua gara gara kamu, kamu yg buat aku seperti ini. Gak merasa bersalah dan tanggung jawab lagi" lanjutku pura pura merajuk. Yah akhir akhir ini aku sering kali bersikap manja dengannya. Bukannya apa, karena aku rindu akan kasih sayang dari sosok lelaki.


"Baiklah aku akan bertanggung jawab" ucapnya dan langsung menggendongku dari masuk lift hingga keluar dari hotel.


"Mas mas.. turunkan aku, maksutdku bukan bukan gini juga kali, malu di lihatin orang" tolak ku sambil menggoyang goyangkan badanku


"Husssttt diam, ini semua tidak gratis kau paham kan" jawabnya penuh kemenangan.


"Tapi aku gak punya uang, kalau gitu turunkan aku dan ayo kembali ke kamar kalau semua ini harus bayar" lanjutku lagi protes.


"Bayarnya bukan dengan uang sayang, bahkan aku sudah banyak memiliki uang jadi aku tidak mau di bayar dengan uang" aku pun tampak bingung, lalu dengan apa aku bayar batinku berkata.


"Hahahaha kau jangan merenung sayang, nanti kau juga tau" lanjutnya sambil keluar dari pintu lift.


Semua mata menatap kearah ku, dan aku pun menyembunyikan wajahku di dadanya.


"Kenapa malu sayang, tunjukkan wajahmu yg merona itu" godanya dengan tersenyum

__ADS_1


"Jangan goda aku terus, aku marah loh" jawabku masih dengan posisi yg sama.


Kini posisiku sudah berada di dalam mobil dan langsung membenarkan posisi dudukku. Tujuanku malam ini adalah makan gado gado pak Somad yg berada di pinggir jalan. Belum membelinya pun aku sudah menelan ludah. Ah pasti rasanya gurih gurih pedas. batinku sambil mengelap mulutku.


"Kita mau kemana sayang," tanya Arya yg baru saja duduk di sebelahku.


"Ke ujung jalan sana y mas, beli gado gado nya pak Somad, rasanya enak loh " ucapku antusias.


"Hemm.. sebelum jalan pasang sabuk pengamannya" ucapnya menatapku


"Oh iya lupa hehe.."


"Kau ini sudah besar, kenapa tingkahku seperti anak kecil hem?" ucapnya sambil menjalan mobilnya.


"Aku akan bersikap seperti ini saat bersamamu dan akan bersikap dewasa saat bersama mama papa ibu dan Sinta" jawabku dengan senyum manis ku.


"Sudah jangan sok manis, jadi makan atau aku yang makan kau" ucapnya menakutiku.


"Makan gado gado lah, kau nggak mas dulu waktu pulang dari kantor pasti aku mampir di warung pak Somad sama Tania. Bahkan pak Somad sampai hafal wajah ku" ucapku menceritakan


"Terus...."


"Ya terus aku jadi pelanggan setianya, dia itu baik banget loh mas. Pernah aku gak punya uang buat bayar eh malah di kasih gratis sama pak Somad." lanjutku dengan semangat.


"Yeeeeee.. gila kali suka sama pak Somad. Dia sudah tua mas, istrinya juga ninggal satu tahun yg lalu. Yg bantuin jualan tuh anak bujang nya." ucapku mengelak


"Anaknya ganteng tidak" tanya nya lagi


"Emmz... yah ganteng sih kan dia cowok" jawabku hati hati dengan menggaruk tengkukku.


"Berarti kau menyukai anaknya bukan?" tanya nya lagi dengan melotot


"Hufftt... apa sih mas, curiga banget. Ingat terlalu cemburu membuat muka mas semakin tua" ledekku dengan ketawa.


"Lalu kenapa kau mengatakan kalau dia ganteng?" tanya nya lagi.


"Haduh mas.. tadi kan mas tanya dia ganteng tidak, ya aku jawab ganteng kah kan dia cowok. Gak mungkin dong aku bilang dia cantik." ucapku menjelaskan


"Kau tidak boleh memuji cowok lain selain aku. Apalagi di hadapanku yg sebagai suami sah mu" lanjutnya serius.

__ADS_1


"Iya iya maaf. Kamu lebih ganteng tampan dan manis darinya. Sudah ya jangan marah, kalau marah aku cubit hidungnya" langsung ku cubit hidung mancungnya.


"Sudah berani ya cubit cubit, mau aku cubit pipi tembem mu itu ?" tanya nya balik memegang pipiku dan siap mencubitnya


"Mas .. sudah ah. Itu sudah mau nyampe ntar kelewatan kan payah harus putar balik" seruku menunjukkan tempatnya.


"Aku sudah hafal tempat ini sayang, bahkan aku sudah tau kalau kau sering jajan disini. Apapun yg kamu lakukan di luar rumah aku tau semuanya" jawabnya dengan bangga.


"Hemmm paham. Orang kaya mah bebas. Selalu nguntit orang kemana mana" jawabku singkat.


"Maaf sayang, aku hanya ingin mengetahui semua tentangmu dan juga melindungi mu" sambil merapikan anak rambutku


"Iya paham sudah lah ayo turun. Perutku sudah minta di isi" jawabku turun dari mobil hitam ini


"Assalamualaikum pak.. " ucapku memasuki warung ini


"Wa'alaikum salam, masuk nak Lia. Apa kabar kenapa gak pernah mampir?" tanya pak Somad langsung menghampiriku.


Begini lah keakraban ku dengannya. Ia menganggap ku sama seperti anaknya sendiri. Ia hanya mempunyai dua orang anak lelaki semuanya. Jadi jika ia bertemu denganku selalu menyayangiku seperti putri kandungnya sendiri.


"Baik pak, gimana kabar pak Somad sehat kan? oh iya pak ini kenalin suamiku" ucapku menarik Arya untuk berkenalan dengan pak Somad.


Keduanya pun berkenalan dan kami berdua langsung duduk untuk menunggu pesanan gado gado yg membuatku tak bisa tidur hehehe...


"Silahkan di nikmati nak, bapak tinggal ke dalam dulu ya" ucapnya meletakkan gado gado dan meninggalkan kami berdua


"Gimana mas enak kan?" ucapku sambil menyeka keringat akibat kepedesan. Karena aku tipe orang yg suka pedas jadi aku pesan yg pake sambal. Jika tidak pedas maka serasa kurang. Bagaikan kamu tanpa aku Cie...


"Lumayan juga selera kamu, kapan kapan boleh kita kencan di sini lagi" jawabnya sambil menghabiskan porsinya.


"Boleh juga idemu mas, sekarang habis kan dan kita beli ice cream ya heheh" Rasanya kurang afdhol jika habis makan pedas pedas tidak di akhiri dengan yg dingin dan manis. Es teh pun kurang bagiku.


"Iya, sekarang habiskan. Aku mau ketemu pak Somad dulu.


Aku habiskan dengan segera dengan sesekali mengubah karena kepedesan. Dan akhirnya satu porsi gado gado + lontong pun ludes masuk ke dalam lambungku.


Setelah ini kami menuju mini market dekat hotel untuk membeli ice cream dan beberapa cemilan.


"Perut kenyang Hati senang Pikiran pun tenang" gumam ku dalam hati dengan tersenyum.

__ADS_1


Apalagi kalau di kasih Like dan Vote pasti tambah senang yeahhhh 😂❤️❤️


.


__ADS_2