Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 75 Tania sudah bertunangan


__ADS_3

"Jadi kau dan kak Rendy......?" Delia terkejut bukan main. Pasalnya Tania tidak menceritakan apapun. Ia hanya menceritakan bahwa ia pulang bersama kak Rendy yg kebetulan pulang kampung juga.


"Hehehe maafkan aku Delia. Sebenarnya waktu itu aku dan kak Rendy sedang pendekatan. Saling. menyesuaikan diri. Dan dari situlah kak Rendy bertekad ingin mengikatku dengan ikatan cinta. Tak banyak orang yg tau, hanya saja keluarganya dan keluargaku" jelasnya dengan jujur.


"Syukurlah kalau begitu. Sekarang doamu terkabul ya. Kau ingin ke kota ini menjadi dambaan hatimu kan? sekarang doamu sudah terkabulkan" jawab Delia setelah mendengarkan cerita dari sahabatnya.


"Iya Del, aku bersyukur banget. Semoga kedepannya hubungan ku dengan kak Rendy berjalan lancar. Sehingga bisa menyusul mu sampai ke pelaminan"


"Aamiin.. secepatnya menuju halal." Delia memeluk Tania dan begitupun sebaliknya.


"Jujur ya Del, awalnya aku nggak percaya diri apalagi aku pernah di tolak kak Rendy waktu itu. Sekarang kak Rendy udah punya usaha sendiri udah bisa biayain keluarganya, sedangkan aku belum bisa apa apa. Aku merasa tidak pantas untuk dirinya. Namun ia selalu mensupport aku, meyakinkan aku." Tania menjelaskan isi hatinya yg merasa gundah.


"Sudah lah jangan begitu, yg penting semua keluarga nya setuju. Btw usaha kak Rendy apa?" tanya Delia dengan penasaran. Sebab kak Rendy tak pernah menceritakan kepadanya. Hubungannya dengan kak Rendy tak sedekat dulu semenjak ia sudah menikah.


"Kau tau kan kafe bintang yg pernah kita kunjungi waktu itu? nah itu punya dia. Itu hasil keringatnya selama di kota ini. Ia kumpulkan sehingga menjadi kafe yg sekarang ini" jelasnya dengan bangga. Ia akan menjadikan itu motivasi untuk dirinya lebih maju lagi.


"Wah hebat ya kak Rendy. Kau beruntung mendapatkannya Tania. Maka jagalah dia, jangan sia siakan oke." ucap Delia mengacungkan jempol nya.


Keduanya asyik mengobrol hingga kue yg ia bawa pun habis tak tersisa. Dan sekarang Tania pamit untuk pulang ke kos kosan nya, karena hari sudah mulai senja.


"Wah Del, gak kerasa ya udah mau malam aja nih. Aku cabut dulu ya. Nggak enak bertamu lama lama apalagi bertamu ke rumah pengantin baru hehehe" goda Tania berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Pengantin baru teroossss...." jawab Delia dengan keras. Pasalnya ia sudah menikah sekitar 2 bulan yg lalu. Masak iya di panggil pengantin baru terus.


"Sensitif amat si bumil, nanti cepet tua loh. Terus pak Arya cari deh yg muda lagi" ledek Tania yg langsung berlari menuju ke dalam.


"Wah parah lu ya.... " Delia mengikuti jejak Tania dengan berjalan tergesa gesa.


********


"Acchhh.... tolong lepasin aku..." teriak wanita tua itu dengan keras.


"Woyyy kalian dengar tidak. Kalian mau durhaka dengan seorang ibu. Ayo cepat turuti perintahku" lanjutnya lagi dengan berteriak.


"Kenapa diam apa kau sudah lelah? apa kau mau makan?" tanya sang pengawal dengan sinis.


"Tidak, pergilah dari hadapanku. Jijik aku melihat kalian" geramnya lagi.


"Jika kau melihatku jijik, lalu bagaimana dengan kau. Kondisi kau lebih menjijikkan di bandingkan kami. Lihatlah wajahmu, menyeramkan bahkan lebih menyeramkan di bandingkan setan gentayangan hahahaha" ucap pengawal tersebut sambil memberikan kamera handphone nya.


"Kurang ajar...!!! awas saja kalian. Aku akan membalas kalian semua lebih dari ini" ucapnya dengan kemarahan.


"Coba saja kalau bisa, untuk keluar dari sini saja tidak bisa bagaimana dengan mau membalasnya" ejeknya dengan menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Pengawal sialan... berapa gaji yg di berikan kepada tuanku yg bodoh itu hah" teriaknya dengan keras. Namun ia tak mendapat sahutan karena pengawal tersebut sudah berlalu dan mengunci ruangan tersebut. Kini tinggallah ia sendiri di ruangan yg sedikit cahaya.


*******


Tania kini pulang ke kos kosannya dengan di antar oleh asisten Jo. Awalnya Tania menolak, tapi ini demi kebaikannya juga. Toh uangnya juga utuh jadi ia menerima nya walaupun ia harus beradu mulut dengan asisten Jo.


"Sudah sudah kalian ini kalau ketemu kayak kucing sama tikus. " ucap Delia yg sudah pusing dengan perdebatan keduanya


"Asisten kau ini nih belagu banget. Sok kepedean, siapa juga yg mau semobil sama dia." gerutu Tania


"Sudahlah, cepat Jo kau antar kan temanku ini selamat sampai tujuan. Ingat jangan sampai ada yg lecet sedikitpun." tukas Delia dengan tegas.


"Baik nona Arya, saya akan mengantarkannya dengan selamat." jawab Jo dengan senyuman di paksa.


"Nah begitu dong harus akur. Ingat kata kata benci bisa jadi cinta. Jika kalian tidak ingin menjadi cinta maka jangan saling benci oke." goda Delia ke arah keduanya.


Sedangkan Arya yg berada di samping Delia hanya mendengarkan perintah istrinya itu. Setelah kepergian mobil Jo, Arya merangkul pinggang ramping istrinya dan menuntutnya untuk menuju ke atas untuk bersuka cita.


******


Jangan tanya mau ngapain ya.... Kan mereka sudah suami istri jadi tau lah ya. hehehehe 😁

__ADS_1


__ADS_2