
"Sudahlah jangan di pikirkan, sekarang kita habiskan makanannya ini, takutnya bos mu itu marah" ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Keduanya menghabiskan makanan nya dan sesekali bercanda dan juga mengamati setiap pengunjung yg berlalu lalang.
Saat hendak keluar, tak sengaja Tania ditabrak seseorang dari arah sampingnya hingga ia kehilangan keseimbangan nya dan.....
Haaapppp...!!!!
Kini tubuh Tania di tangkap dan keduanya saling bertatapan.
"Ehem... kalo mau romantisan jangan di sini dong, jadi obat nyamuk kan" goda Delia
"Ah maaf aku tidak sengaja," melepaskan tangannya hingga tubuh Tania terjatuh ke lantai.
"Aauuwww.... sakit tau" ucap Tania dengan cemberut.
"Heh maaf gak sengaja ngelepas, ini Tania bukan ya" ucapnya sambil meneliti wajah Tania.
"Iya lah kak, masa Kaka gak inget sih, gimana makin cantik kan?" timbal Delia yg memang hobi menggoda keduanya
"Ah... em.. I-iya, sekarang agak kurusan ya, jadinya pangling" jawab kak Rendy sambil menggaruk tengkuknya.
"Hahaha benerkan Tan, pasti kak Rendy klepek klepek juga dengan mu. Lihatlah wajahnya yg sudah salah tingkah" lanjut Delia membuat keduanya malu malu.
"Yasudah kalian teruskan saja, lebih baik aku pulang dulu ya bye...." lanjutnya meninggalkan kedua nya.
Tinggallah Tania dan Rendy yg masih berdiri dengan tingkah anehnya.
"Emmmm kau.." keduanya mengucapkan kata yg sama
"Kau duluan..." lanjutnya lagi dengan bersamaan.
"*Duhhh kenapa aku berada di situasi yg sulit ini, Dan kenapa pula harus bareng sih ucapannya. Kan jadi salting nih" gumam Tania dalam hatinya.
"Lah kok jadi barengan terus sih, kan bingung jadinya" gumam Rendy dalam hatinya*.
"Yasudah sebaiknya kita duduk di taman sana saja, tak baik bicara sambil berdiri" ucap Rendy menghilangkan rasa tegangnya.
__ADS_1
"Ah iya, itu lebih baik"
Mereka menuju kursi yg berada di depan kafe tersebut, bisa di bilang taman kecil dengan hiasan air mancur.
"Gimana kabar kamu Tan" ucap kak Rendy mengawali pembicaraan mereka.
"Alhamdulillah baik kak, gimana denganmu" tanya balik
"Alhamdulillah juga, oh iya kenapa kamu bisa ada di kota? apa kamu dengan Delia kesini cari kerja bareng"
"Iya kak, kami berdua nekad ke kota karena ingin melanjutkan kuliah dan cari kerja" jawabnya jujur
"Oh begitu yah, Kakak kira kamu kesini karna mau cari kakak" sambil kepedean.
"Andai kau tau kak, sejujurnya aku ke kota ini juga ingin mencarimu, sebegitukah rasa cintaku padamu, tapi berbeda denganmu" gumamnya dalam hati meratapi nasib percintaan nya.
"Ah kau ada ada saja kak, aku sudah membuang rasa ini jauh jauh agar tidak berlarut dalam kesedihan* ucapnya sambil tersenyum.
"Maafkan aku yg dulu ya tan, aku gak bermaksud menyakiti hatimu.
"Jangan terlalu di pikirkan, yg lalu biarlah berlalu. Sekarang kita harus bangkit menuju masa depan yg cerah" lanjutnya dengan bijak.
Keduanya berbincang bincang hingga waktu menjelang malam tak terasa. Akhirnya Tania pun mengakhiri pembicaraan mereka dan tak lupa Rendy meminta nomer telponnya, tidak salah bukan jika harus memulai dari awal, pikirnya.
Berbeda dengan Delia, kini ia dengan senang hati menuju mansion dengan bersenandung ria.
"Wah, senang sekali hari ini yah. Apa yg membuatmu senang seperti ini hem?" tanya Arya dari arah ruang tamu.
"Ehh ada bos mesum.." ucap nya keceplosan dan langsung menutup mulutnya.
"Wah wah .. sekarang sudah berani mengataiku ya.. " jawabnya mendekati Delia dengan senyum menyeringai.
"Ah tidak, bukan begitu. Dasar mulut gak tau diri" gerutunya menepuk bibirnya dan berlari menjauh dari Arya.
"Tunggulah waktunya nona muda. Aku akan menghabisi mu" gumamnya sendiri.
...**********...
__ADS_1
Keesokan harinya kini mereka semua berkumpul bersama di ruang keluarga, karna memang panggilan dari papa Hendra.
"Apakah semuanya sudah berkumpul?" tanya papa Hendra sambil mengecek laporan perusahaan cabang luar negri.
"Sudah pa, memangnya ada hal apa sehingga kita di kumpulkan seperti ini." tanya Arya penasaran.
"Hemm... baiklah, sekarang duduk semuanya. Papa mengumpulkan kalian disini untuk menyampaikan amanat papa" menghela nafas.
"Begini, papa ini sudah tua, jadi papa serahkan perusahaan Nugroho ITS ini kepadamu Arya, karena kakakmu sudah memegang punya papa yg berada di sana dan ia juga sudah memegang punya papa mertuanya.
Dan ini lah saatnya papa akan menyerahkannya kepadamu 100%. Dan perayaannya kita salah bersamaan dengan acara kalian" lanjutnya.
"Apa papa yakin ingin menyerahkannya kepada Arya, sebenarnya, Arya hanya ingin belajar memimpin pah, Arya juga harus banyak belajar lagi. Sebaiknya papa tunda dulu penyerahannya, Arya janji akan membangun perusahaan itu lebih maju lagi" ucap Arya menolak sang papa.
"Papa tau nak, tapi apa kau tidak kasian melihat papa yg sudah tua ini harus memikirkan perusahan sana sini terus menerus. Papa juga ingin istirahat pensiun dan menikmati masa tua papa dengan tenang" lanjutnya lagi.
"Baiklah jika itu kemauan papa, tapi Arya tidak mau acaranya di rayakan. Karena Arya ingin orang lain yg menilai Arya dan mengakui jika Arya pantas menjadi pemimpin." ucap Arya dengan tegas.
"Hem.... jika itu mau mu papa setuju. Tapi jika kau mau di rayakan acaranya juga papa tidak akan menolak" lanjutnya papa Hendra.
"Oh iya masalah perusahaan sudah selesai kan, kini gantian mama" timpal mama Renata memulai pembicaraan nya.
"Begini sayang, semua masalah kalian sudah selesai 90% tidak ada yg di ragukan lagi. 10% nya tinggal menunggu kalian berdua. Jadi kalian persiapkan diri untuk acaranya besok. " lanjut mama Renata.
Perbincangan mereka berlanjut hingga terik matahari memanas di bumi ini.
"Yasudah sudah tidak ada yg di bicarakan lagi, sekarang kalian boleh keluar" ucap papa Hendra kepada semuanya.
Delia pun langsung berlari keluar ruangan dengan tergesa gesa.
"Hey, gadis kecil kenapa kau berlari seperti itu hem" teriak Arya mengikuti langkah Delia.
"Ah itu anu,.. aku kebelet mau ke kamar mandi. Sudahlah jangan banyak tanya aku sudah tidak tahan menahannya lagi" berlari sambil memegang bagian depan celananya.
"Gadis kecil tingkah mu sangatlah lucu" gumam Arya lalu berjalan ke arah kamarnya.
****. Halo semuanya 🌹🌹 Jangan lupa like dan vote ya, aku selalu menunggu dukungan dari kalian. Terima kasih yg sudah mampir Love u ❤️❤️❤️
__ADS_1
"