
Setelah membersihkan piring yang kotor bu mia berjalan keluar menghampiri riska dan riko. Melihat bu mia yang sedang berjalan ke arahnya riska segera menjauh dari riko. Riska pun berpamitan pulang ke bu mia karena hari sudah semakin sore.
"Bu riska mau pamit pulang soalnya sudah semakin sore". Pamit riska kepada bu mia.
"Kamu mau pulang?". Ucap bu mia. "Kenapa kamu gak nginep aja disini". Ucapnya lagi.
"Hah nginep, enggak-enggak gue disini cuma sebentar aja rasanya sesek banget gara-gara dia". Batin riska Sambil melihat ke arah riko. "apalagi kalau nginep". Batinnya lagi.
"Hehehe enggk bu, aku pulang aja". Ucap riska tidak enak karena menolak bu mia.
"Ya udah, tapi lain kali kamu harus nginep disini ya". Pinta bu mia menggenggam tangan riska.
"Hehehe iya bu, insyaallah". Ucap riska gugup.
"Hahahah lain kali? Mending gak usah sama sekali dari pada harus ketemu dia lagi dan lagi". Batin riska sambil melirik ke arah riko.
"Ya udah riko kamu cepet anterin riska pulang". Suruh bu mia pada riko yang berada disamping kiri bu mia sedangkan riska berada disamping kanannya.
"Gak perlu bu, aku bisa suruh kakak sepupu aku buat jemput aku kok". Tolak riska cepat, karena dia tidak ingin berlama-lama lagi dengan riko.
"Udah gak papa ris biar riko aja yang nganterin kamu". Ucap bu mia sambil memegang bahu riska.
"Tapi bu...". Belum sempat menjawab tawaran bu mia. Riko dengan cepat memotong pembicaraan riska.
"Udah biar aku aja yang antar kamu". Ucap riko cepat sambil memasang kan helm di kepala riska kemudian dia memakai helmnya.
__ADS_1
Diperjalanan pulang riska hanya diam membisu. Setiap kali riko bertanya riska selalu diam. Dia enggan berbicara kepada riko.
"Kamu kenapa dari tadi diem mulu?". Tanya riko melihat ke spionnya.
Riska hanya menutup mulutnya rapat-rapat.
"Apa kamu gak enak, karena kamu menolak tawaran mama?". Tanya riko lagi. Riska hanya diam.
"Oh ayolah jawab pertanyaan ku meskipun hanya satu". Ucap riko dengan suara melemah.
"Oh aku tau. Apa karna tadi aku tiba-tiba memelukmu. Jadinya kamu marah sama aku?." Tanya riko. Riska pun tetap diam.
Riko pun menyerah dia berfikir bagaimana agar bisa membuat riska membuka mulutnya. Riko pun mempunyai ide. Dan tiba-tiba dia menggenggam tangan riska yang dari tadi berada di paha riska.
"Aku gak akan lepasin sebelum kamu menjawab pertanyaanku tadi". Ucap riko sambil menarik tangan riska kedepan.
"Enggk gue gak akan jawab". Teriak riska ditelinga riko. Tapi sayang telinga riko ketutup helm.
"Ya udah aku gak bakal lepasin tangan kamu sampai rumah". Ucap riko tersenyum simpul.
"Lo gila ya. Cepat lepasin tangan gue." Ucap riska dengan sangat kesal. Riko pun tidak mendengar ucapan riska dan tetap menggengam tangan riska.
Melihat bahwa mereka akan segera sampai dirumah riska pun mengalah dari pada harus mendengar gosip dari para tetangga yang akan membicarakan bahwa dia berpegangan tangan dijalan sama seorang cowok.
"Ya udah gue bakal jawab pertanyaan lo, yang pertama gue gak bermaksud gak enak sama mama lo, malah gue bersyukur gak jadi nginep dirumah lo. Yang kedua iya gue marah, karna lo tiba-tiba meluk gue, emangnya gue cewek apaan". Jawab riska lantang.
__ADS_1
"Maafin aku karna tiba-tiba meluk kamu. Kamu si aku kan minjem hp kamu cuma sebentar. Kamu malah nyembunyiin dipunggung kamu. Kamu mau kan maafin aku". Ucap riko sambil melepas tangan riska.
Belum sempat riska menjawab mereka sudah berada diteras rumah pak rudi. Melihat putrinya sudah pulang bu santi mengampiri riska dan riko.
"Eh ris kamu udah pulang. Ayo masuk rik". Ajak bu santi kepada riko. Riko pun turun kemudian menyalimi bu santi. Riska turun dari motor riko dan langsung masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan riko dan ibunya.
"Enggk usah bu saya langsung pulang aja udah ditunggu mama soalnya". Ucap riko.
"Ah sial dia marah beneran. Gimana ini". Batin riko dalam hati melihat riska yang berjalan masuk kedalam rumah.
"Oh yaudah kamu hati-hati ya. Titip salam sama ibu kamu". Ucap bu santi tersenyum.
"Ah iya bu pasti. Saya pulang dulu assalamualaikum". Pamit riko sambil mencium punggung tangan bu santi.
"Waalaikumsalam". Jawab bu santi.
Riko pun menaiki motornya dan meninggalkan rumah pak rudi.
Jangan lupa tekan jempol kalian ya😊
Kasih vote juga dong biar semangat nulisnya🤗
Kasih komentar juga gak papa. Asal komentarnya yang positif-positif aja karena authornya beperasaan banget hehehe😂.
Tarima kasih😍
__ADS_1