
*Setiap pagi yg datang hati terasa damai
Karena terus mengingat karuniani
Atas nikmat dan karunia yg engkau berikan
Mulai hari dengan doa pagi
Mencari kehidupan
Untuk sekedar merasakan sesaat
Dimana aku nanti saat berakhir
Semua tergantung apa yg ku tanam
Menikmati pagi hari merupakan nikmat
Menjadi saksi atas alam yg berubah
Untuk kita memulai hari penuh semangat*
POV Author
Hari ini Delia kembali ke mansion utama. Ia jenuh karena seharian harus berkutat dengan kasur kasur dan kasur. Itu sangat membosankan.
"Cepat dong mas, ini udah jam 8 pagi." seru Delia yg sudah bersiap
"Sabar lah sayang, padahal aku sudah mem boxing hotel ini selama seminggu, malah minta pulang sekarang. Ingat jatahku setiap hari ya" ucapnya dengan mengedipkan matanya.
"Bos mesum, hentikan ocehan mu itu. Aku hanya rindu dengan ibu dan Sinta. Karena sebentar lagi mereka pasti pulang kampung" lanjut Delia dengan berlagak sedih.
"Kita bisa berkunjung ke kampung bukan? setengah jam lagi ya hehehe" balasnya dengan santai.
"Sekarang...!!! aku juga lapar ingin makan masakan mama" rengek Delia kembali.
"Hemmm... baiklah. Kali ini kau menang. Tunggu pembalasanku ketika honeymoon kelak" ucapnya dengan senang.
"Terserah., yg penting hari ini pulang" ucapnya dengan senang.
__ADS_1
Perdebatan kecil akhirnya berakhir dan mereka memutuskan untuk kembali ke mansion utama.
"Oh iya mas, aku mulai masuk kuliah hari apa?" aku udah gak ikut kelas langsung selama seminggu loh" tanya Delia pada suaminya.
"Itu masalah kecil sayangku. Yg terpenting kita harus liburan dulu melepas lelah dan membagi waktu kita berdua. Bukankah itu sangat menyenangkan?" jawabnya
"Libur lagi dong, padahal aku tuh udah kangen banget sama Tania" jawabnya sedih.
"Apa kau lebih sayang Tania dari pada aku hem? ayolah bagi waktumu denganku. Aku juga ingin merasakan waktu berdua denganmu." balasnya memelas.
"Kenapa mukamu begitu lucu sekali, seperti seorang anak memelas pada ibunya hahaha" tawa Delia melihat ekspresi muka Arya.
"Senang sekali meledek suaminya. Apa itu hobi baru mu?" Mengelus rambut Delia dengan gemas.
"Sudahlah mas jangan acak acak rambutku. Susah payah aku rapiin juga" jawabnya dengan cemberut.
"Sekali lagi seperti itu ku makan habis bibir mungil mu" ancamnya menunjuk bibir Delia. Secepat kilat Delia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tak mau harus menuruti keinginan konyol suaminya itu. Apalagi di tengah jalan seperti ini. Bisa bisa di grebek warga karena mobil goyang.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, tidak ada percakapan lagi dari keduanya. Masing masing sibuk dengan pikiran masing masing.
Arya lebih fokus menyetir sedangkan Delia menghadap ke jendela menikmati keadaan jalanan. Kini mobil yg di tumpanginya masuk ke gerbang dan memarkirkan di garasi rumah nya.
"Wa'alaikum salam nak, loh kok kalian pulang sih. Bukannya mau seminggu di hotel ya" jawab mama Renata yg melihat Arya membawa tas nya kembali.
"Mama padahal aku kangen banget sama kalian tapi kalian kok gitu sih. Di sana tuh harus ketemu sama kasur kasur dan kasur" ucapnya mengadu pada mertuanya.
"Hahaha gimana malam pertama kalian apa lancar?" sambil mengajak duduk di ruang keluarga.
"Tidak hanya lancar mah, bahkan Delia sampai kewalahan menghadapi mas Arya" ucapnya polos.
"Oh iya.? bagus dong sayang. Lebih cepat lebih baik. Supaya mama nanti ada temannya."
"Tapi ma, gimana dengan kuliahnya Delia. Bukankah Delia harus melanjutkan kuliah supaya menjadi wanita yg berpendidikan" ucapnya dengan lesu.
"Itu urusan gampang sayang, jika kamu hamil, kamu bisa kuliah online kan? itu demi menjaga dirimu dan juga calon bayimu"
"Tapi kamu gak usah berpikir ke situ dulu. Nikmatilah masa muda kalian, kan kamu belum hamil. Jadi sekarang masih boleh kuliah langsung" lanjut mama Renata menenangkan hati menantunya.
"Oh iya ma, ibu sama Sinta dimana ya? apa sudah pulang. Padahal Delia masih kangen dengan ibu" Delia beranjak dari sofa dan mencari ibunya.
__ADS_1
"Ibumu ada di taman belakang nak, temui lah pasti beliau senang" ikut beranjak dari sofa.
"Baiklah ma, mama istirahat lah dulu. Delia mau ke taman "
Delia pun berjalan dengan ceria menuju taman.Ia juga melewati dapur tempat dimana para pelayan rumah beristirahat.
"Hay Bi Jum, apa kabar? Delia kangen banget sama bi jum" ucapnya memeluk ketua pelayan itu.
"Alhamdulillah non, bibi baik. Sudah non jangan seperti ini bibi gak enak jika di lihat tuan sama nyonya. Apalagi baju bini bau bawang"
"Ahh bibi jangan gitu ah, Delia sudah anggap bini sebagai ibu ku juga. Jadi kita lebih enak jika jadi teman curhat"
"Bini siap jika non mau curhat kapan saja"
"Iya Bu, ya sudah Delia mau ketemu sama ibu dulu. Sebelum ibu balik kampung lagi"
Berjalan melewati bunga bunga melati yg di tanam di sepanjang jalan. Wangi aroma nya sangat berbeda dan khas seperti pengantin baru.
Kulihat ibu dan Sinta sedang menanam bunga di pojok taman. Bukanlah hal yg mengejutkan, ibu sangat menyukai bunga jadi wajar jika ia betah di taman seperti ini.
"Ibu sedang apa disini, nanti kulit ibu gosong gimana? apalagi matahari sudah naik ke atas" gurauku mengejutkan mereka yg sibuk.
"Eh kamu ya, loh kok sudah pulang, katanya seminggu di hotel? apa ada masalah? " tanya ibu menatapku
"Tidak bukan begitu ma, hanya saja Delia bosan di hotel terus. Lebih baik di rumah kan. Dapat menghirup udara bebas seperti ini" jawabnya memantapkan ibunya.
"Begitu kah? ya sudah ayo bantuin mama nanam bunga yg lagi viral ini. Katanya kalo di jual harga perdaunnya jutaan rupiah" ucap ibu Sari dengan semangat.
"Yg benar saja Bu, itu hanya bisnis money game Bu jangan di percaya. Niatkan saja kita menanam agar menjaga lingkungan dan wujud syukur kita."jawab Delia dengan bijak.
"Bener kan Bu yg di bilang Sinta, tadi Sinta bilang gitu gak percaya sih. Kalo viral pasti di gadang gadang Bu, kalau sudah ketinggalan jaman pasti di lupakan." timpal Sinta pada ibunya.
"Mari kita tanam, sepertinya ini tanaman yg bagus. Dan jangan sampai di jual kita rawat seperti bunga yg lain" jawab Delia menengahi keduanya.
"Betul itu, jika kita berdebat terus bisa bisa kita gosong kena matahari " sahut Sinta
Ketiga pun langsung sibuk dengan tanaman barunya yg tengah viral detik ini.
Like dan votenya terima kasih ❤️
__ADS_1