
"Kak Lia berada di kota ini kok jadi tambah cantik ya, tambah gemuk lagi nggak kayak dulu iya kan Bu" celetuk Sinta menatap ibunya
"Hussss... wajar saja kah kak Lia itu berubah, dia kan udah bekerja jadi bisa buat perawatan badan dan wajah" jelas ibu Sari pada Sinta
"Oh gitu ya Bu, kirain kak Lia cantik karena kak Arya yg biayain hehe" lanjutnya cengengesan
"Sudah sudah kamu makan yg kenyang ya, jangan banyak bicara" jawab ibu Sari
Mereka pun makan dengan nikmat hanya ada dentingan sendok yg menemani mereka.
"Arya, kapan kamu mau fitting baju dan beli cincang n pertunangan nya?" tanya sang ayah pada Arya
"Emmm... mungkin besok pah, soalnya tadi siang Arya ada masalah sedikit di kantor, jadi Arya selesaikan dulu masalahnya." jawab Arya
"Yasudah besok kalian mau fitting baju dimana? di butik langganan mama aja ya, dijamin bajunya bagus loh cocok untuk Delia" sambung mama Renata
"Kalo aku terserah Delia nya aja ma, kalo dia nyaman aku fine fine aja" jawab Arya yg menatap Delia
"E.em... kalo Delia ikut mama aja mana yg terbaik, soalnya Delia gak bisa milih, nanti mama bantu milihin ya ma" jawab Delia lembut
" itu pasti sayang, kamu tenang saja, kamu nanti akan menjadi ratu yg paling cantik" jawab mama Renata sambil tersenyum
Acara makan siang sudah selesai, digantikan oleh canda tawa yg berada di ruang keluarga. Iya, mereka semuanya berkumpul disana tak terkecuali anak bungsu Nugroho yaitu Tama dan Leony.
Mereka baru sampai setelah makan siang tadi, wajarlah ya perjalanan dari luar negri ke Indonesia cukup menyita waktu yg lama.
"Aunty aunty, main yuk sama angel, angel kangen main sama aunty " rengek Angel pada Delia
"Oke cantik, kita mau main apa hem.... " tanya Delia pada Angel
__ADS_1
"Kita mainnya di taman belakang aja yuk aunty ? eh tunggu dulu mainnya sama om Arya juga ya" ucap Angel berlari mencari om Arya
"hey hati hati cantik jangan berlari, biar aunty yg panggilkan om Arya oke" balas Delia dengan tersenyum
Mau tidak mau akhirnya Delia mencari keberadaan Arya yg entah kemana. Delia berjalan menaiki tangga bermaksud ingin kekamar Arya , siapa tau itu orang langsung ngebo kan kita tidak tau hehe.. Saat berjalan melewati ruang kerjanya ia mendengar seseorang yg sedang berbicara melalui sambungan telepon yg entah siapa yg di sebrang sana. Ia mengintip dicelah pintu yg sengaja tidak tertutup rapat.
"Jadi siapa dalang dibalik semua ini Jo?
"Dia adalah mantan Anda tuan, nona marsha. Dia ingin balas dendam dengan anda karena sudah memutuskannya. Dan ia juga telah merencanakan akan menggagalkan acara pertunangan anda dengan nona Delia." jawab Jo di sebrang sana
"Kurang ajar! siapa sebenarnya wanita ular itu. Apa ia tidak puas selama ini sudah menggaruk semua harta ku! Jo tolong selidiki asal usul wanita ular itu, lalu amankan dia kalau perlu buang jauh jauh ke benua Afrika sana!" geram Arya dengan emosi
"Baik tuan, saya mengerti." sambungan terputus dan Delia membalikkan badannya tidak ingin mengganggu suasana hati Arya yg sedang panas ini.
"Siapa Marsha itu? apa dia mengenalku? apa dia juga telah memata mataiku?" gumam Delia sembari berjalan menuruni tangga.
"Em.. itu... om Arya lagi banyak kerjaan di atas jadi om akan menyusul setelah pekerjaannya selesai. Jadi kita main berdua dulu ya." ucap Delia menenangkan Angel
Angel pun menarik tangan Delia sehingga Delia ikut berlari ke arah yg dituju Angel. Di taman tersebut angel sedang bercerita dengan suasana yg berada di negaranya sana. Dari teman dekat teman baru bahkan dengan seorang cowok yg dianggapnya sebagai pacar.
Delia mendengarkan dengan teliti cerita yg dilontarkan gadis kecil ini dengan geli. Bagaimana tidak, ia yg sudah kuliah saja tidak pernah berpacaran sekalipun!
Walaupun banyak sekali cowok yg mengejarnya namun ia selalu menolaknya dengan halus dengan alasan ingin fokus sekolah dan cita citanya. Sampai Rendi yg notabenya adalah cowok dingin dan kaku bisa hangat jika berada didekatnya.
Rendi adalah anak tetangga sebelah yg berada di kampungnya. Bisa dikatakan umur mereka terpaut 3 taun lebih tua dari Delia, makanya ia selalu memanggilnya kakak. Delia menganggap Rendi adalah kakak lelakinya yg selalu mendukung apapun yg dilakukan oleh Delia dijalur yg benar. Namun berbeda dengan Rendi, ia menganggap Delia adalah seorang putri yg sudah mencuri hatinya. Dengan sikap polosnya yg membuat Delia menampilkan apa adanya. Yah begitulah cerita singkat tentang Rendi dan Delia di masa lalu.
"Aunty, Angel mau denger dong cerita aunty dengan mantan pacarnya hehehe" ucap Angel yg mengagetkan lamunannya.
"Hah... mantan pacar, dengar ya cantik.! Aunty tidak pernah sama sekali berpacran jadi aunty tidak tau mau cerita apa." balas Delia tersenyum geli
__ADS_1
"What..!! Aunty tidak pernah pacaran? katrok sekali bahkan aku sudah memiliki 2 pacar sekaligus. Dan hari ini sudah ada yg menembakku lagi" ujarnya memamerkan semua pesan yg dikirim seorang enntah siapa itu.
"Angel sayang, kamu dengerin aunty ya, tidak berpacaran itu bukan berarti kita katrok atau kita tidak laku. Kita tidak berpacran itu untuk menghindari hal hal yg tidak di inginkan, apalagi Angel masih kecil kan? Jadi hal yg harus Angel lakukan adalah sekolah yg rajin dan waktu bermain dengan teman teman, tidak untuk berpacaran. Angel mengerti kan maksud aunty" jelas Delia panjang lebar
"Iya aunty, Angel mengerti, maafin angel ya aunty, Angel berjanji akan memutuskan mereka semua dan akan menjadikan mereka teman bermainku" ucap Angel dengan tersenyum.
" Anak pinter, " ucap Delia sambil mencubit pipi gembul milik Angel.
*Aduh... sakit tau aunty ini suka barlnget cubit pipiku, kali pipiku kendor gimana kan gak cantik lagi" gerutunya sambil memanyunkan bibirnya.
"Hahahaha... keponakan aunty ini bisa saja, mana ada pipi kendor, yg ada tambah chubby dan gemesin tau hahahahahaha" ucap nya kembali mencubit pipi sebelahnya sambil tertawa
"Aunty a-wa-s ya a-ku ke-jar.. ka-lau aku da-pat ma-ka akan a-ku ba-las mencubit pi-pi aunty." ucap Angel ngos ngos.an
"Hahaha... coba aja kalo nisa gadis kecil" jawab Delia menjulurkan lidahnya dan berlari memutari taman.
"Aunty nackal, awas ya aku aduin ke om Arya biar on Arya yg cubit pipi aunty" lanjut Angel yg menselonjor kan kakinya di kursi taman.
"Hahaha kamu curang berani nya ngadu. tapi aunty tidak takut tuh ama es batu hahaha" jawab Delia duduk di atas rumput.
"Aunty, Angel haus nih, masuk yuk aku sudah lapar" rengek Angel menghampiri Delia
"Baru selesai makan sudah minta makan lagi? yasudah kita mau makan apa? biar aunty yg masak"
"Ah tidak.. aku hanya ingin membeli siomay dan es teh yg berada di ujung sana" tunjuk Angel pada penjual siomay yg mendorong gerobaknya
"Baiknya cantik, mari kita let's go..."
Keduanya berjalan menuju tukang siomay itu, dan ternyata rasanya memang endul banget. Bahkan angel sudah mengahbis 2 porsi dengan bumbu tanpa sambal jadi aman diperutnya.
__ADS_1