Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 78 Salah Paham


__ADS_3

Sambil menenteng rantang yg ia bawa, Delia turun dan langsung masuk ke perusahaan milik suaminya. Semua mata yg melihatnya langsung menyapa dan tersenyum.


Tak sedikit dari mereka yg memujinya ada juga yg iri melihatnya.


Karena menurut mereka Delia tidak pantas mendapatkan Arya karena mereka beda kasta. Banyak dari mereka yg membanding bandingkan dirinya dengan Delia, dari segi penampilan dan kekayaan. Namun mereka tidak berani berkata di depannya, melainkan mereka menggunjing di belakang.


Delia masuk ke dalam lift dan memencet tombol ruangan suaminya. Sambil menunggu ia membayangkan bagaimana reaksi suaminya tatkala ia datang membawa makan siang pasti senang sekali. Pikirnya sambil mengelus perutnya.


"Sebentar lagi ketemu papa sayang, kamu kangen nggak" ucapnya sendiri sambil mengelus perutnya. Tak terasa kini pintu lift sudah terbuka dan ia melangkah keluar untuk menuju ruangan suaminya. Saat melewati ruangan Jo, ia tak melihatnya kemana dia gumamnya sambil melangkah kembali.


Tanpa mengetuk pintu, Delia langsung masuk dengan ekspresi tersenyum.


"Mas Arya... aku bawain makanan buat kamu..." teriak Delia ketika membuka pintu. Namun saat matanya menatap suaminya ia melongo dan tak percaya. Sehingga ia menjatuhkan rantang tersebut dan makanan yg ia bawa kini jatuh berserakan.


"Sayang......." jawab Arya dengan spontan. Ia kaget dengan kehadiran Delia yg tiba tiba. Apalagi kini posisi Dinda yg berada di sampingnya. Dinda sengaja menempelkan buah dadanya yg menonjol ke arah Arya. Namun Arya tak menghiraukan nya.


Tapi bukan Dinda namanya kalau tidak menggunakan kesempatan, ia berjongkok agar gundukan gunungnya terlihat dan mendekatkan wajahnya di telinga Arya. Sehingga nafas nya terasa sampai di telinganya. Arya yg risih pun langsung menoleh ke arah Dinda sehingga bibir mereka tak sengaja bertemu. Saat itulah bertepatan Delia melihatnya dan membuatnya salah paham.

__ADS_1


"Maaf aku mengganggu kalian ya, baiklah aku pulang dulu" Delia berjalan keluar sambil mengelap air matanya. Ia berjalan dengan cepat agar tidak di kejar oleh suaminya.


"Sayang tunggu... bukan begitu ah sial....." Arya terjatuh akibat menginjak bekas makanan yg berceceran tersebut. Kemudian ia bangkit dan berlari mengejar Delia. Ia takut Delia kenapa Napa apalagi ia sering hamil muda.


"Sayang berhenti jangan berlari...." teriaknya kembali. Sedangkan Delia tak menghiraukan ucapan suaminya. Kini ia telah kecewa. Susah payah ia membuatkan makanan namun ini balasan yg dia dapat.


Ia berjalan ke luar gedung tersebut dan memberhentikan taksi yg kebetulan lewat di depannya. Dengan mata yg memerah serta air mata yg tak dapat di bendung ya. Ia menangis sejadi jadinya di dalam taksi tersebut.


"Ah sial..... aku harus kejar taksi itu." Arya berlari menuju mobilnya dan berusaha mengejar taksi tersebut. Dengan susah payah ia menyalip kendaraan yg di depannya demi mengejar taksi yg di tumpangi istrinya itu.


"Kemana Delia pergi...?" gumamnya sambil membanting setir yg berada di depannya.


"Sayang.. kamu dimana.." Arya melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Ia juga menoleh ke sana dan kemari untuk mencari kemana taksi tersebut. Ia sudah kehilangan jejak.


"Ah iya, aku coba telpon saja.." ia merogoh saku jasnya dan mengambil benda pipih miliknya. Mobilnya pun menepi sebentar dan memencet nomor istrinya. Berulang kali ia coba namun tidak ada yg mengangkat.


"Kamu kemana sih Delia... Jangan berbuat yg tidak tidak. Kamu itu salah paham." ucapnya dengan raut wajah yg gelisah. Pikirannya buntu, ia tak tau harus kemana. Selama ini Delia tak mempunyai teman kecuali Tania. Tapi, Tania kan kerja di perusahaan nya. Jadi tidak mungkin.

__ADS_1


"Ah aku telpon Jo saja." ia menekan nomor Jo dan memerintahkan untuk mencari Delia. Terpaksa ia memerintahkan pengawalnya untuk mencari Delia.


Setelah itu, ia juga menelpon Tania, agar jika Delia berada di rumahnya, ia bisa langsung kesana.


"Apa, Delia kabur...?" gumamnya setelah mendapat telpon dari Arya.


"Tapi kenapa.. aku tidak tahu jika Delia tadi kesini. Apalagi aku berada di ruangan yg berbeda" Tania merasa cemas akan keadaan Delia, namun di satu sisi ia juga punya tanggung jawab pekerjaan.


"Semoga kau dalam lindungan Allah ya Del. Setelah ini selesai aku akan ikut mencarimu." Tania kembali ke tempat duduknya dan fokus menyelesaikan tugas nya.


"Loh pak, ini mau kemana, kok jalannya berlawanan dengan taman?" tanya Delia yg merasa tidak nyaman. Ia mulai takut tatkala sang sopir tidak menjawabnya melainkan hanya senyuman sinis.


"Pak pak tolong, jangan culik saya. Aku hanya minta di antar kan ke taman kota. Tapi ini jalannya berbeda." Delia berucap dengan gemetaran. Di saat seperti ini ia tidak membawa handphone. Ia hanya membawa tas kecil dengan sisa uang 200 ribu.


"Ya Allah gimana ini.. aku tidak tau ini jalan mau kemana. Tolong selamatkan hamba ya Allah." Gumamnya sambil mengelap air matanya.


Delia pasrah dengan apa yg terjadi dengan dirinya. Ia tak tau lagi harus bagaimana. Jika ia melompat maka akan membahayakan dirinya dan juga janin yg ada di perutnya. Sebaiknya ia diam saja sampai taksi tersebut berhenti.

__ADS_1


******


Kenapa Delia gampang cemburu ya.? Sesingkat itu ia menyimpulkan sesuatu tanpa mendengarkan penjelasan Arya. Apa ini efek hamil ya.? Sensitifnya tinggi sekali.😁


__ADS_2