Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 12 Taman Kota


__ADS_3

Pagi yg cerah awan yg berwarna biru menambah kesan indah pada bumi ini. Udara sejuk bertiup sepoi sepoi dan mentari yg bersinar menampakkan cahayanya.


Terlihat seorang gadis berambut hitam panjang berjalan ke arah taman sembari bernyanyi ria. Delia putri, gadis tersebut adalah dirinya. Bagaimana tidak, ia bahagia dengan hari ini karena ia mendapatkan kesempatan kuliah di kampus bergengsi yg ternyata pemiliknya adalah keluarga Nugroho.


Ia dimasukkan langsung oleh tuan Arya tanpa sepengetahuan nya. Dia mendapatnya kabar tersebut dari sahabatnya Tania , yg juga di masukkan bersama Delia.


Delia dan Tania pun merayakan hari kebahagiaan mereka dengan menyisakan sedikit gaji mereka untuk orang membutuhkan dan panti asuhan. Karena mereka tau sebagian dari harta yg dimilikinya adalah milik orang lain. Sedikitlah yg penting halal dan berkah. Begitulah yg selalu diajarkan kedua orang tuanya.


Hari ini keduanya izin masuk kantor karena panggilan dari kampus barunya, dan keduanya harus pandai pandai mengatur waktunya untuk bekerja dan kuliah.


Setelah menyelesaikan kegiatan hari ini, Delia memilih menuju taman yg berada di ujung kota, Yah taman tersebut tidak terlalu ramai. Karena letaknya yg jauh dari keramaian membuat taman tersebut di kunjungi oleh orang tertentu saja termasuk Delia.


Ia duduk di kursi panjang sembari memandangi seorang gadis kecil berlari mengejar kupu kupu yg hinggap di bunga yg mekar lalu terbang lagi mencari bunga yg baru, dan gadis itu selalu mengikutinya, hingga sampailah duduk di sampingnya.


"Halo adik kecil, namanya siapa?" tanya Delia dengan ramah


"Namaku Selina kak, panggil saja Selin. kalo nama kakak siapa?" jawab anak kecil


"Nama yg bagus, kalo nama kakak Delia panggil kak Lia atau Delia juga boleh ... oh iya Selin kesini sama siapa kok gak sama orang tuanya sih?" tanya nya lagi


"Selin kesini sama mama dan papa kak, itu di sana mereka" tunjuk gadis itu pada kursi yg di duduki sepasang suami istri


"Oh iya, ya sudah kalo main jangan jauh jauh ya. Takutnya mama sama papa kamu cariin Selin. Iya?" ucap Delia dengan lembut


"Iya kak, tadi Selin hanya ingin menangkap kupu kupu itu, karena terbang terus jadi Selin ikutin deh sampai sini " ucapnya dengan polos


" Iya gapapa kok. yasudah Selin sana temui dulu orang tuanya nanti di cariin loh" perintah Delia pada gadis 4 tahun tersebut.


"iya kak sampai ketemu lagi kak Delia...." ucap Selin sambil melambaikan tangannya dan di balas lambaian tangan Delia.

__ADS_1


Delia pun mengamati setiap sudut taman yg di tempatinya. Begitu sejuk damai dan udara begitu segar jauh dari udara perkotaan.


Ia menghembuskan nafas beratnya melepaskan beban pikiran yg selama ini ia pikul. Ia begitu merindukan suasana di kampung halamannya. Merindukan belaian sang ibu juga kasih sayang dari adik satu satunya.


Walaupun baru satu bulan kota ini, ia mampu mengubah perekonomian dengan perlahan . Gaji bulan ini ia mengirimkan sebagian kepada ibunya untuk kehidupan di kampung dan biaya sekolah adiknya.


Tak terasa ternyata hari sudah sore. Senja telah menyapa menampakkan indahnya langit kuning kemerahan dengan cahaya yg meredup. Delia bergegas bangkit dari tempat duduknya dan berbalik melangkah dan saat berbalik.. brugghhhhh...!!!!


"Aduh.. " ucap Delia merapikan baju dan mengelus lututnya


"Maaf maaf kan saya nona, saya buru buru karena.... "


"Del-delia, Kak Rendi..?" ucap keduanya


"Hei apa kabar " ucap Delia pada sahabat sekampungnya.


" Aku kesini cari kerja dan kuliah, mau mengubah hidup yg lebih baik lagi" jawab Delia dengan tersenyum


" Ah ya sudah lain kali lagi ya ngobrolnya soalnya udah sore nih, takutnya ditungguin orang rumah. byeeee.... !!!" lanjut Delia sembari berlari menuju ke jalan raya.


" Delia Delia ... dari dulu sampai sekarang gak berubah. Semoga kita nantinya berjodoh" gumam Rendi dengan pelan.


*****


Saat ini tuan Arya dan asisten Jo berada di ruangan kerja miliknya, mereka berkutat dengan laptop dan handphone. Entah apa yg mereka kerjakan sehingga membuat ruangan itu sunyi dingin tanpa suara apapun. Bahkan orang yg masuk pun akan kaku saat berada di dalamnya.


" Gimana Jo, sudah kau temukan tempat yg romantis nan indah untukku dan Delia ?" tanya tuan Arya memecah keheningan.


Yah keduanya sedang mencari tempat serta suasana yg romantis indah untuk dijadikan momen menyatakan cintanya kepada Delia. Tak tau sejak kapan cinta itu hadir dalam dirinya, yg selalu ia rasakan adalah rasa nyaman saat berada didekat Delia.

__ADS_1


"Sudah tuan , semuanya sudah siap tinggal tuan mengajak nona Delia saja" jawabnya


"aku percayakan semuanya padamu Jo" ucap tuan Arya


Sesampainya di kos kosan Delia bergegas mandi, karena tubuhnya sudah lengket semua. 30 menit kemudian ia menyelesaikan mandinya menuju bangku tidurnya.


kring... kring... kring...


bunyi telepon Delia berdering.


"Halo... ini siapa ya" ucap Delia


"Halo ini saya, apa kau tidak mengenali suaraku?" tanya seseorang diseberang sana


"Apakah ini tuan Arya?" tanyanya lagi


"Hemmm menurutmu? Oh iya besok malam apa kau ada acara?" tanya tuan Arya pada Delia


"Tidak ada tuan, sudah pulang kantor saya langsung istirahat di rumah." jawab Delia.


"Baiklah besok malam jam 7 ikut aku dan jangan menolak karena aku tidak suka ditolak." ucap tuan Arya tegas


"iya tuan saya mengerti" Arya pun memutuskan sambungannya.


"Dasar orang kaya sombong, kalo ada maunya aja nelpon eh tiba tiba matiin tanpa pamit huhhh.." gerutu Delia


"Delia putri... nama yg indah, tapi kenapa aku gak bisa bersikap romantis padanya? Pasti ia merasa aku ini kejam tidak berperasaan. Hufftttt gimana caranya menyatakan perasaanku ? Kenapa aku harus terjebak dengan perasaan ini? Aku yg memulai tapi aku yg kena batunya.!" gumamnya sambil memijat keningnya.


"Oke lah Arya, sekarang rubah lah sikap dinginmu itu dengan rasa hangat penuh kasih sayang. Semoga kebahagiaanku segera datang menghampiri." lanjutnya lagi

__ADS_1


__ADS_2