Antara Cinta Dan Cita Cita

Antara Cinta Dan Cita Cita
Eps 79 Hilang


__ADS_3

"Pak berhentilah, apa gunanya kau menculik ku. Aku tidak mempunyai uang ataupun emas dan barang berharga." Delia memberontak kembali. Ia merasa takut jika ia di bawa kabur entah kemana. Yg ada di pikirannya adalah bagaimana ia keluar dari mobil ini.


"Aku tidak membutuhkan uang, aku hanya ingin bermain main denganmu. Apa kau tidak ingin melihat seberapa besar perjuangan suamimu dalam mencarimu" pria tersebut berucap sambil tersenyum sinis menatapnya.


"Apa kau tidak takut dengan suamiku hah. Lihat saja aku yakin bahwa mas Arya pasti dapat menemukanmu dan kau tunggu balasannya." jawab Delia dengan berteriak. Ia sangat bergetar saat mengucapkan kalimat tersebut. Ia takut kalau suaminya tidak bisa mencarinya.


"Oh iya.. baiklah mari kita lihat kedepannya. Sampai mana ia bisa menemukanmu." Mobil tersebut berhenti tepat di depan rumah berlantai dua. Tidak terlalu mewah. Namun rumah tersebut sepertinya tidak ada penghuninya.


"Ini rumah siapa? kenapa harus kesini" Delia semakin ketakutan. Ia takut dengan orang asing yg mencoba mencelakai nya. Dengan air mata yg terus mengalir ia tak bisa berbuat apa apa.


" Ibu.... tolongin Delia. Delia takut sendiri, apalagi jauh dari mu." Delia mengusap air matanya dan mengingat ibunya. Apapun yg membahayakan dirinya, ibunya selalu ada untuknya. Namun saat ini sangat berbeda, ia jauh dari ibunya.


"Hehh cepat turun. Apa kau tuli hah" bentak orang tersebut dengan keras. Delia kaget dengan ucapannya, mau tak mau ia menuruti untuk keluar dari taksi tersebut.


Pria tersebut menyuruhnya untuk masuk ke dalam rumah tersebut dan jangan sampai kabur, jika ia berani kabur maka ancamannya adalah keselamatan ibunya. Dengan menunjukkan bukti foto ibunya ke hadapan Delia.


Dengan polosnya Delia mengangguk, ia tak mau ibunya juga kena imbasnya. Sebenarnya ia tidak tau apa kemauannya. Ia juga tidak punya masalah dengan orang itu.

__ADS_1


"Aku takut kegelapan. Tolong antar kan aku pulang. Aku akan melakukan apapun asal kau tidak menyakiti aku, dan kau mau mengantarkan ku sampai ke rumah" Isak Delia kian menjadi. Ia tak tau harus bagaimana. Tak ada orang yg ia mintai kecuali pria tersebut. Terlebih keadaan disitu sangatlah sepi. Tidak ada rumah tetangga ataupun bunyi kendaraan lewat.


"Sudah aku katakan, aku ingin melihat seberapa besar cinta suamimu hingga ia bisa menemukanmu disini hahaha" jawabnya dengan tawa yg menggelegar.


Delia di seret menuju ke dalam rumah tersebut, lalu di masukkan ke dalam salah satu kamar yg tak kalah besar dengan miliknya.


"Kau istirahat lah, jika kau ingin makan maka kau bisa ke dapur dan meminta kepada pelayan" ucap pria tersebut lalu pergi meninggalkan Delia sendiri.


"Ya Allah aku tak tau apa salahku. Aku tak tau aku harus bagaimana. Ya Allah tolonglah hamba mu ini. Meskipun kamar ini mewah namun kemewahan ini tak sama dengan kenyamanan di rumah mas Arya. Aku merasa takut sendiri , aku khawatir dengan keadaan ini dan juga mas Arya." gumamnya dalam hati.


Delia berjalan ke arah jendela dan ia dapat melihat sekelilingnya yg penuh dengan tumbuhan.


"Perjalanan dari kota ke sini sangatlah jauh, apalagi keadaan disini sangatlah sepi. Tak ada kendaraan satupun yg aku jumpai tadi. Lalu bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini. Jika aku nekad itu sama saja aku bakal ketangkap lagi" gumamnya lirih.


Hari mulai sore cuaca di sini sangatlah dingin. Apalagi di tambah tumbuhan padat nan tinggi.


"Sebaiknya aku istirahat saja, tak mungkin jika aku keluar rumah pada malam hari itu sangat menakutkan." ia berjalan menuju ranjang tersebut. Tak lupa ia membersihkan dahulu karena kamar ini sangat berdebu.

__ADS_1


**********


"Bagaimana jo, kau sudah menghubungi semuanya." Arya menghampiri Jo yg sedang berada di ruangannya.


"Sudah tuan, mereka sedang berkumpul dan akan memencar ke seluruh kota." Jo dengan santainya menjawab pertanyaan bosnya.


Arya yg mendengar tersebut langsung sedikit lega. Ia duduk di sofa bersama dengan Jo. Matanya sekarang menatap cincin yg ia pakai. Seketika otaknya pun langsung mencerna.


"Jo..... " teriaknya dengan keras sehingga Jo yg berada di sampingnya pun terkejut bukan main.


"Jo... cincin ini kau mesan kan. Jadi kita bisa mengetahui dimana Delia berada. Bukankah Delia juga menggunakan cincin ini" ucapnya dengan semangat. Arya memegang kedua bahu Jo meminta pendapatnya.


"Betul tuan, ternyata otak anda encer juga." jawab Jo dengan muka datarnya.


"Dasar Jo sialan. cepat kita susul kemana Delia berada" ajak nya menggeret tubuh Jo dengan paksa.


Suasana di kantor menjadi gaduh, karena kejadian ini. Banyak yg mencaci maki sekertaris Dinda karena tidak sopan dengan atasannya. Ada juga yg menyematkan dirinya dengan pel**ur namun Dinda yg mendengarnya hanya cuek saja. Selain itu, ada juga yg mendukungnya karena menurutnya Delia tak pantas mendapatkan bosnya yg begitu sempurna.

__ADS_1


"Ini baru permulaan, aku akan membuat kalian berdua saling terpisah" ucap seseorang dengan senyuman sinisnya.


******


__ADS_2